Sponsors Link

Penyakit Albuminuria : Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Sponsors Link

Ginjal adalah organ yang penting peranannya di dalam tubuh sebagai penyaring zat sisa metabolisme tubuh. Zat sisa metabolisme itu nantinya akan dibuang melalui urine sehingga darah bisa menjadi darah yang sehat saat disalurkan ke seluruh anggota tubuh. Namun rupanya ada Macam Macam Penyakit Ginjal yang perlu diwaspadai, karena bisa mengakibatkan tubuh kehilangan fungsi tersebut. Salah satunya adalah kondisi atau penyakit albuminuria.

ads

Albuminuria itu sendiri pada dasarnya merupakan sebuah kondisi di mana air seni atau urine memiliki kandungan protein albumin yang berlebihan. Albumin itu sendiri merupakan protein utama pada darah. Maka dari itu penyakit albuminuria sering juga disebut dengan istilah proteinuria.

Protein adalah senyawa kompleks yang terdapat pada seluruh bagian dari tubuh, termasuk kuku, tulang, otot, rambut, bahkan sistem imun juga terbentuk dari protein. Protein juga ada pada darah yang mengalir di dalam tubuh. Fungsinya adalah untuk membantu membekukan darah, membantu melawan infeksi yang ada, dan juga membantu menjaga keseimbangan cairan pada tubuh.

Ketika darah mengalir melewati organ ginjal yang sehat, ginjal tersebut akan menjalankan tugasnya untuk menyaring limbah pada darah serta zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi di tubuh. Limbah tersebut akan dibuang melalui air kencing. Sementara itu protein dan albumin adalah zat yang penting dan tentunya harus tetap berada di dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Akan tetapi, pada penderita penyakit albuminuria, ginjal tersebut gagal untuk menjalankan tugas ini. Sehingga protein yang seharusnya tidak dibuang, justru dibuang bersama urine.

Kondisi tersebut bisa meningkatkan jumlah protein yang terbuang. Jika terus berlanjut, maka kerusakan ginjal pun bisa menjadi lebih berat lagi seiring berjalannya waktu. Bahkan bisa jadi hal ini adalah salah satu indikasi awal Gagal Ginjal Kronis.

Penyebab

Penyakit albuminuria ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Namun kedua faktor risiko di bawah ini adalah penyebab albuminuria yang paling sering terjadi.

  • Diabetes – Dimana kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi lama kelamaan akan mempengaruhi kinerja ginjal sehingga ginjal menjadi menurun kualitasnya. Pada akhirnya, ginjal akan gagal menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk yang berkaitan dengan protein.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi – Memang ada Hubungan Gagal Ginjal dan Hipertensi, yaitu dimana tekanan darah juga akan berpengaruh pada kinerja ginjal. Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Dan jika ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik, maka bisa jadi penyaringan darah akan terganggu, dan protein justru dibuang dalam jumlah besar bersama urine.
Sponsors Link

Selain kedua faktor risiko di atas, albuminuria bisa juga disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti di bawah ini.

  • Keracunan
  • Infeksi pada tubuh, terutama saluran kemih
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Trauma atau cedera (pendarahan)
  • Gangguan pada sistem kekebalan tubuh seperti lupus
  • Produksi protein yang mengalami peningkatan di dalam tubuh
  • Orang yang obesitas
  • Orang dengan usia di atas 65 tahun atau manula
  • Preeklampsia pada ibu hamil
  • Riwayat keluarga dengan kondisi ginjal kurang sempurna
ads

Gejala

Penyakit albuminuria tidak selalu menimbulkan gejala atau Tanda Tanda Ginjal Rusak di tahap awal penyakit tersebut menyerang. Namun, banyaknya kadar protein di dalam urine bisa diketahui secara sederhana dengan cara melihat urine, apakah ada busanya atau tidak. Jika urine mengandung busa atau buih, maka itu berarti kadar protein urine tinggi.

Selain dari keberadaan urine berbusa, albuminuria bisa juga ditandai dengan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh lainnya, seperti wajah, perut, tangan, dan kaki. Pembengkakan ini terjadi karena penumpukan cairan di dalam tubuh yang terjadi akibat darah tidak lagi mampu menyerap cairan (karena protein sudah menipis). Pembengkakan ini juga biasa disebut dalam istilah medis sebagai edema. Maka, jika Anda merasakan bahwa tubuh terasa membengkak dengan gejala urine berbusa, segera periksakan kondisi tersebut kepada dokter, karena itu adalah tanda awal penyakit ginjal. Dokter akan membantu memeriksa dengan tes laboratorium untuk mengetahui kadar protein di dalam urine.

Diagnosis

Diagnosis terhadap albuminuria mirip dengan Diagnosa Gagal Ginjal Kronis, yaitu dilakukan dengan melakukan sejumlah pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksaan terhadap kondisi ginjal memang perlu dilakukan. Dokter akan memeriksa secara acak beberapa sampel dari urine untuk mendeteksi apakah ada kadar protein berlebih di dalam urine. Protein akan sangat mudah ditemukan dengan melakukan pengujian dipstick urine 24 jam. Maksudnya, sampel urine akan diambil secara acak selama 24 jam lalu masing-masing sampel akan diperiksa untuk diukur kadar proteinnya. Cara ini terbilang yang paling akurat.

Pengobatan

Jika seseorang sudah terindikasi mengidap penyakit albuminuria, maka kemungkinan memang ada masalah pada ginjalnya. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin akan dilakukan oleh dokter untuk meneliti penyebab dari albuminuria tersebut. Baru kemudian pengobatan akan dilakukan dengan tepat.

Pada dasarnya pengobatan dari albuminuria ini dilakukan untuk mengatasi penyebabnya. Misalnya jika penderita albuminuria adalah seseorang yang menderita diabetes, maka tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk mengatasi hal tersebut, misalnya dengan mengontrol kadar gula di dalam darah. Demikian pula jika seseorang penderita albuminuria adalah pengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Maka pengobatan terhadap albuminuria ini dilakukan dengan mencoba mengendalikan tekanan darah itu agar tetap stabil dan normal.

Seseorang dengan diabetes akan melakukan tes darah secara rutin untuk mengetahui perkembangan kondisi fisiknya. Pola hidup sehat harus segera dilaksanakan, misalnya menjaga pola makan dengan makanan yang sehat untuk penderita diabetes, melakukan olahraga rutin sesuai arahan dokter, dan juga mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Sponsors Link

Seseorang dengan diabetes yang disertai juga dengan hipertensi kemungkinan juga membutuhkan obat untuk mengendalikan tekanan darah, seperti obat jenis angiotensin receptor blocker (ARB) atau ACE inhibitor. Kedua jenis obat tersebut adalah jenis obat yang memang bisa menjaga ginjal agar tetap berfungsi dengan baik pada penderita hipertensi dan diabetes.

Sedangkan untuk seorang penderita hipertensi namun yang tidak menderita diabetes, juga bisa direkomendasikan untuk mengonsumsi obat pengatur tekanan darah. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan ginjal agar tetap bisa menjalankan tugasnya dalam menyaring limbah pada darah tanpa harus terkendala tekanan darah tinggi. Selain itu, orang-orang yang menderita albuminuria tetap perlu membatasi makanan yang banyak mengandung garam dan protein tinggi.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai penyakit albuminuria yang perlu diketahui. Jika Anda adalah pengidap diabetes atau tekanan darah tinggi, maka mulai saat ini, lakukan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan organ dalam Anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,