Sponsors Link

Diagnosa dan Pengobatan Sindrom Uremik Hemolitik

Sponsors Link

Sindrom uremik hemolitik atau HUS merupakan kondisi yang terjadi karena kerusakan abnormal sel darah merah. Sel darah merah yang sudah rusak nantinya bisa menyumbat sistem penyaringan pada organ ginjal sehingga bisa menyebabkan gagal ginjal kronis. HUS umumnya terjadi pada anak sesudah 5 hingga 10 hari terkena diare disertai darah yang disebabkan infeksi jenis bakteri Escherichia Coli tertentu. Sedangkan untuk orang dewasa bisa terkena HUS akibat E. Coli atau jenis infeksi lainnya, kehamilan atau beberapa jenis obat. HUS ini merupakan kondisi yang serius, namun jika pengobatan bisa diberikan tepat waktu, maka bisa memulihkan HUS tersebut lebih baik. Berikut ini akan kami berikan diagnosa dan beberapa jenis pengobatan sindrom uremik hemolitik yang penting untuk diketahui.

ads

Diagnosa Sindrom Uremik Hemolitik

Untuk memastikan seseorang terkena sindrom uremik hemolitik, maka dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa tes laboratorium, seperti:

  • Tes Darah: Tes darah untuk penyakit ginjal harus dilakukan untuk menentukan apakah sel darah merah penderita sudah mengalami kerusakan. Tes darah juga berguna untuk melihat seberapa rendah jumlah trombosit, jumlah sel darah merah yang rendah, tingkat kreatinin yang lebih tinggi dari biasanya serta limbah yang umumnya dibuang organ ginjal.
  • Tes Urine: Tes urine penyakit ginjal bertujuan untuk memeriksa kadar protein, darah dan juga tanda infeksi abnormal pada urin.
  • Sampel Feses: Sampel feses atau tinja kemungkinan juga akan diambil untuk mendeteksi E. Coli penghasil racun dan juga bakteri lain yang bisa menyebabkan HUS.

Pengobatan Sindrom Uremik Hemolitik

HUS yang merupakan penyakit serius ini harus dilakukan di rumah sakit untuk mengurangi tanda dan gejala sekaligus mencegah masalah lebih lanjut. Beberapa pengobatan sindrom uremik hemolitik yang umumnya akan diberikan diantaranya adalah:

  1. Terapi Penggantian Cairan

Cairan dan juga elektrolit yang hilang nantinya harus diganti dengan hati hati sebab ciri ciri ginjal sehat tidak lagi bisa membuang cairan serta limbah seperti biasanya yang menjadi salah satu jenis pengobatan untuk sindrom uremik hemolitik di rumah sakit.

  1. Transfusi Sel Darah Merah

Sel darah merah nantinya akan ditransfusi menggunakan jarum intravena atau IV. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tanda dan gejala sindrom uremik hemolitik seperti sesak nafas, menggigil, kelelahan, denyut jantung cepat, faktor perbedaan warna urine terjadi yakni urin berwarna gelap dan juga kulit terlihat kuning.

  1. Transfusi Trombosit

Transfusi trombosit IV nantinya juga akan diberikan untuk membantu bekuan darah bisa normal kembali khususnya jika pasien sangat mudah memar atau berdarah.

  1. Pertukaran Plasma

Plasma merupakan bagian dari darah yang mendukung sirkulasi sel darah dan juga trombosit. Terkadang, mesin akan dipakai untuk membersihkan darah plasma dan kemudian akan diganti dengan plasma donor segar atau beku.

  1. Dialisis Ginjal

Dialisis terkadang juga harus dilakukan untuk menyaring limbah dan juga kelebihan cairan yang ada dalam aliran darah. Dialisis umumnya dijadikan sebagai perawatan sementara hingga fungsi ginjal bisa kembali normal. Namun jika pasien mengalami kerusakan ginjal yang cukup parah, maka dialisis kemungkinan dibutuhkan untuk jangka panjang. 

Sponsors Link

Komplikasi Sindrom Uremik Hemolitik

Beberapa pengobatan sindrom uremik hemolitik yang sudah kami jelaskan diatas harus sesegera mungkin dilakukan supaya tidak bertambah parah. Jika hanya dibiarkan, maka beberapa komplikasi bisa terjadi dan sangat mengancam jiwa, seperti:

  • Gagal ginjal akut yang kemudian akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu menjadi gagal ginjal kronis.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Masalah usus seperti radang usus besar
  • Masalah jantung.

Pencegahan Sindrom Uremik Hemolitik

Agar bisa terhindari dari salah satu gangguan ginjal yakni penyakit sindrom uremik hemolitik ini, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan seperti berikut ini.

  • Hindari mengkonsumsi daging atau produk yang sudah terkontaminasi dengan E. coli seperti terasa atau berbau tidak enak.
  • Hindari minum susu, jus dan juga sari buah yang belum melewati proses pasteurisasi.
  • Cuci tangan sebelum makan, sesudah memakai kamar kecil dan mengganti popok.
  • Bersihkan peralatan dan permukaan makanan sesering mungkin.
  • Pisahkan makanan mentah dengan yang sudah matang dan jangan letakkan daging yang sudah dimasak pada piring bekas daging mentah.
  • Defrost daging di microwave atau lemari es.
  • Masak daging hingga matang.
  • Simpan daging dibawah produk dalam lemari es untuk menurunkan risiko cairan seperti darah menetes pada produk atau kemasan.
  • Hindari kolam renang yang tidak bersih dan jangan berenang jika sedang mengalami diare.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan