Sponsors Link

3 Pengobatan Sindrom Nefrotik Pada Anak

Sponsors Link

Syndrome nefrotik adalah salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh anak baik sejak dalam kandungan atau diketahui saat anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Penyakit ini menyerang salah satu organ ekskresi manusia yaitu ginjal yang memiliki fungsi sebagai penyaring racun dan zat yang berbahaya dari darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh. Sindrom nefrotik disebabkan oleh kerusakan yang ada di area glomeruli akibatnya, protein yang dimiliki oleh penderita akan terbuang banyak bersama dengan urin. Maka dari itu, biasanya penderita sindrom nefrotik memiliki urin yang berbusa atau berbuih.

ads

Penyebab utama dari sindrom nefrotik pada anak adalah karena kurangnya daya tahan atau kurangnya imunitas anak sejak berada di dalam kandungan. Beberapa data valid menjelaskan bahwa kelainan ini umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan anak hingga dewasa. Namun, pada kondisi tertentu sindrom nefotik pada anka harus ditangani secara tepat dan sedini mungkin karena dapat diindikasikan menganggu perkembangan anak saat dewasa.

Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk sindrom nefrotik pada anak. Salah satnya dengan diberikan terapi atau pengobatan sindrom nefrotik pada anak dengan metode yang tepat dan sudah dikonsultasikan dengan baik bersama dengan dokter. Untuk lebih mengetahui tentang pengobatan sindrom nefrotik pada anak, mari simak bersama ulasan singkat dibawah ini:

1. Kortikosteroid 

Pengobatan sindrom nefrotik pada anak yang pertama adalahoemberian kortikosteroid pada penderita sindrom nefrotik idiopatik anak sebagai pengobatan awal. Pengobatan kortikosteroid dapat diterukan ke pongabatan tahap selanjutnya selama tidak ditemukan adanya kondisi kontraindikasi. Jenis steroid yang diberikan kepada penderita adalah jenis prednison atau jenis prednisolon. Keduanya memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing yang sama-sama membantu penderita sindrom nefrotik anak.

Dosis pemberian obat dari prednison atau prednisolon dapat diketahui sebagai berikut:

  • Pemberian dosis awal prednison sebesar 60mg/m2 LPB per hari atau 2mg/kgbb per hari (dengan dosis maksimal 80 mg per hari) diberikan dalam dosis terbagi dengan tujuan untuk menginduksi remisi. Pemberian dosis prednison dapat dihitung sesuai dengan berat badan ideal dari penderita
  • Pemberian dosis penuh prednisol inisial diberikan selama 4 minggu dengan dosis yang sama. Apabila remisi terjadi pada 4 minggu awal, lanjutkan pemberian prednison pada 4 minggu kedua dengan dosis 40mg/m2 LPB (sebesar 2/3 dosis awal) atau diberikan sebesar 1,5mg/kgbb/hari diberikan secara alternating (selisih sehari) sebanyak sekali sehari dan diberikan setelah sarapan.
  • Apabila setelah 4 minggu kedua pederita tidak mengalami remisi, maka penderita dinyatakan resisten dari steroid.

2. Pengobatan Sindrom Nefortik Relaps (Koondisi Kambuhan)

Skema dari pengobatan sindrom nefrotik relaps pada anak adalah dengan diberikannya prednison dengan dosis penuh  hingga waktu remisi selesai atau sekitar 4 minggu yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian dosis alternating selama 4 minggu berikutnya.

Jika terdapat kondisi penderita sindrom nefrotik remisi anak mengalami proteinuria kembali tanpa adanya gejala edema, maka sebelum diberikan prednison, harus dicari terlebih dahulu pemicu hal tersebut dan biasanya pemicunya adalah infeksi saluran nafas atas. Jika kondisi penderita memburuk dengan muncul adanya infeksi, dapat diberikan obat antibiotik selama 5 hingga 7 hari dan tunggu apakah proteinuria tersebut hilang atau tidak. Jika menghilang, maka tidak perlu diberikan adanya pengobatan relaps.

Namun, bila penderita sejak awal mengalami proteinuria dan disertai dengan edema, maka diagnosis relaps bisa lebih ditegakkan dan prednison harus mulai diberikan. Dalam pengobatan ini, diharapkan pasien banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk penderita sindrom nefrotik.

3. Pengobatan Sindrom Nefrotik Relaps Sering atau Dependen Steroid

Dalam pengobatan sindrom nefrotik pada anak jenis relaps sering atau dependen steroid, terdapat 4 opsi yang dapat dipilih dan diterapkan namun perlu dicari secara mendetail terkait adanya fokus infeksi pada gigi, radang telinga tengah, kecacingan atau tuberkulosis. Macam opsi tersebut diantaranya:

Sponsors Link

  • Pemberian Steroid Jangka Panjang

Perlu dipastikan terlebih dahulu apakah remisi pada penderita dengan prednison diberikan secara penuh atau tidak. Jika sudah diberikan secara penuh, dapat diteruskan dengan steroid dengan diberikan dosis sebesar 1,5 mg/kgbb secara alternatin. Dosis jenis ini kemudian dapat diturunkan secara bertahap 0,2 mg/kgbb dalam setiap waktu 2 minggu. Lakukan pengurangain dosis tersebut hingga mencapai dosis yang paling kecil sekitar 0,1 hingga 0,5 mg/kgbb secara alternating. Dosis tersebut bisa juga disebut sebagai dosis threshold dan mampu dipertahankan dalam waktu 6-12 bulan dan baru bisa dicoba untuk dihentikan.

Untuk penderita anak yang dalam masa usia sekolah umumnya bisa bertoleransi dengan pemberian prednison sebesar 0,5mg/kgbb, sedangkan untuk anak yang memasuki pra sekolah bisa diberikan sebanyak 1 mg/kgbb secara alternating. Namun, apabila terjadi adanya relaps pada pemberian dosis predison antara 0,1 hingga 0,5 mg/kgbb yang diberikan secara alternating, maka relaps yang ditimbulkan bisa diberikan  terapi sindrom nefrotik dengan pemberian prednison 1 mg/kgbb dalam dosis yang terbagi dan diberikan setiap hari hingga remisi terjadi dengan baik.

Setelah remisi muncul, maka pemberian prednison bisa diturunkan menjadi 0,8 mg/kgbb diberikan secara alternating dan selanjutnya diturunkan kembali menjadi 0,2 mg/kgbb setiap 2 minggu hingga tahap diatas dosis predninson saat terjadinya rekaps yang terakhir. Apabila relaps terjadi saat dosis prednison yang diberikan rumat lebih dari 0,5 mg/kgbb.

  • Pemberian Levamisol

Selanjutnya adalah pemberian levamisol. Levamisol sendiri adalah salah satu alternatif pengobatan yang juga terbukti sangat efektif digunakan sebagai steroif sparing agent. Penggunaan Levamisol ini diberikan degan dosis sebesar 2,5 mg/kgbb dalam bentuk dosis tunggal dan diberikan selang sehari dalam jangka waktu 4 hingga 12 bulan. Namun, terdapat beberapa efek samping yang dimungkinkan dialami oleh penderita yang mengonsumsisnya yaitu merasakan mual, muntah, neutropenia yang reversibel, vasculitic  rash dan hepatotoksik. Diharapkan dalam pengobatan ini, pasien anak menaati  pantangan sindrom nefrotik.

Sponsors Link

  • Pengobatan dengan Sitostatik

Pengobatan sindrom nefrotik pada anak menggunakan sitostatik juga dapat dibilang ampuh dan berhasil.Jenis obat sitostatik yang biasa digunakan adalah siklofosfamid (CPA) atau klorambusil. Siklofosfamid sendiri dapat diberikan kepada penderita anak secara oral dengan dosis 2 hingga 3 mg/kgbb per harinya dalam dosis tunggal maupun dengan cara intravena atau puls. CPA puls juga bisa diberikan dengan dosis sekitar 500-750 mg/m2 LPB dengan cara dilarutkan ke dalam lauran NaCL 0,9 % sebanyak 250 ml dan diberikan selama 2 jam.

CPA puls dapat diberikan kepada anak sebanyak 7 dosis dengan interbal 1 bulan dari total durasi penggunan terapi CPA puls adalah 6 bulan. Dalam pemakaian CPA puls, berlu dilakukan adanya pemeriksaan darah secara rutin dan teratur yaitu hemoglobin, leukosit dan trombosit sebanyak 1 hingga 2 kali seminggu. Efek samping dari penggunaan CPA adalah mual, muntah, alopesia, azospermia, sistitis hemoragik, depresi sumsum tulang dan mampu menyebabkan keganasan dalam pengobatan jangka panjang.

  • Pengobatan dengan Siklosporin atau Mikofenolat mofetil sebagai opsi akhir

Apabila pengobatan sindrom nefrotik pada anak diatas belum membuahkan hasil, dapat diberikan pengobatan menggunakan siklosporin atau takrolimus dengan dosis 4 hingga 5 mg/kg per harinya sebanyak 2 kali sehari. Daat juga diberikan dosis takrolimus sebanyak 0,1 mg/kgbb per harinya sebanyak 2 kali sehari apabila penderita mengalami efek samping dari pemberian siklosporin. Maksimal pengobatan ini adalah 12 bulan.

Itulah ulasan singkat terkait pengobatan sindrom nefrotik pada anak. Diharapkan, pengobatan diatas mampu menjadikan solusi bagi penderita sindrom nefrotik anak baik pada tahap awal maupun memasuki tingkatan kronis dan akut. Ingat selalu untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga teratur dan makanan penyebab sakit ginjal sertakebiasaan yang bisa merusak ginjal.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan