Sponsors Link

4 Jenis Pengobatan Komplikasi Gagal Ginjal

Sponsors Link

Tugas ginjal tidak hanya untuk membuang limbah dan cairan berlebih, namun ginjal juga berfungsi sebagai pembuat hormon sekaligus mengatur keseimbangan bahan kimia dalam sistem tubuh manusia sehingga gangguan ginjal harus dihindari. Pada saat organ ginjal berhenti bekerja, maka kemungkinan masalah seperti anemia dan masalah lain yang bisa mempengaruhi saraf, tulang dan kulit bisa terjadi. Sedangkan beberapa masalah lain yang bisa disebabkan karena gagal ginjal kronis adalah masalah tulang, kelelahan, gatal gatal, masalah sendi dan juga restless leg atau kaki gelisah yang membuat seseorang merasakan sensasi berkedut dan bergerak sendiri di area kaki. Beberapa jenis komplikasi gagal ginjal ini untungnya masih bisa diobati atau setidaknya meminimalisir bahaya yang bisa ditimbulkan dan beberapa jenis pengobatan komplikasi gagal ginjal tersebut akan kami ulas secara khusus dalam artikel di bawah ini.

ads
  1. Anemia dan Erythropoietin [EPO]

Anemia merupakan kondisi volume sel darah merah yang rendah dimana tugas sel darah merah tersebut adalah untuk membawa oksigen ke semua sel di seluruh bagian tubuh. Jika tidak ada oksigen, maka sel tidak bisa memakai energi yang berasal dari makanan. Inilah yang menyebabkan seseorang dengan anemia akan terlihat lebih pucat dibandingkan yang lain dan juga berkontribusi terhadap masalah jantung.

Anemia umum terjadi pada seseorang dengan ciri ciri penyakit ginjal sebab ginjal menghasilkan hormon eritropoietin atau EPO yang bertugas merangsang sumsum tulang agar bisa memproduksi sel darah merah. Ketika ginjal sakit atau bermasalah, maka EPO tersebut tidak akan cukup dan sumsum tulang memproduksi sel darah merah yang lebih sedikit. EPO tersebut bisa dibeli secara komersial dan biasanya akan diberikan untuk pasien dialisis.

  1. Osteodistrofi Renal

Renal memiliki arti semua hal yang berkaitan dengan ginjal. Osteodistrofi ginjal atau penyakit tulang gagal ginjal yang merupakan salah satu dari macam macam penyakit ginjal  ini bisa terjadi pada 90% pasien dialisis. Penyakit ini menyebabkan tulang semakin tipis dan melemah, tidak terbentuk dengan baik yang bisa terjadi pada anak anak maupun orang dewasa. Sedangkan untuk gejalanya sendiri akan terlihat dalam pertumbuhan anak dengan penyakit ginjal bahkan sebelum melakukan dialisis. Sementara untuk orang yang lebih tua dan wanita menopause mempunyai risiko lebih tinggi untuk penyakit ini.

  1. Pruritus atau Gatal Gatal

Banyak pasien yang melakukan proses hemodialisis sering mengeluh tentang gatal kulit yang bahkan semakin buruk selama atau sesudah pengobatan. Gatal gatal atau pruritus tersebut memang umum terjadi bahkan juga dialami orang yang tidak memiliki penyakit ginjal. Gatal tersebut bisa bertambah buruk karena limbah yang bercampur dalam aliran darah dimana membran dialyzer tidak bisa membersihkannya dari darah.

Tingginya kadar hormon paratiroid atau PTH juga berkaitan dengan timbulnya gatal atau pruritus dan beberapa orang akan merasakan perbaikan ketika kelenjar paratiroid sudah diangkat. Kelenjar paratiroid memiliki jumlah sebanyak 4 buah yang letaknya ada di permukaan luar kelenjar tiroid, tenggorokan pangkal leher dan tepat diatas tulang selangka. Kelenjar paratiroid tersebut berfungsi untuk mengontrol kadar kalsium dan juga fosfor dalam darah.

Namun hingga saat ini, obat untuk gatal yang bisa digunakan untuk semua orang dengan ciri ciri ginjal bermasalah masih belum ditemukan. Sedangkan pengikat fosfat hanya bisa membantu beberapa orang dimana obat tersebut bekerja seperti spons yang mengikat atau menyerap fosfor saat ada di dalam perut. Beberapa orang juga bisa merasakan perbaikan ketika terpapar sinar ultraviolet, namun sebagian orang lagi merasakan perbaikan dengan suntikan EPO.

Antihistamin seperti Vistaril, Atarax dan Benadryl bisa digunakan untuk penderita tanda tanda ginjal rusak dengan gatal kulit. Sedangkan capcaisin krim bisa dioleskan pada permukaan kulit yang juga bisa mengurangi rasa gatal dengan cara mematikan impuls saraf. Dalam semua kasus, merawat kulit kering menjadi hal penting untuk dilakukan sehingga menerapkan krim yang mengandung lanolin atau kamper bisa sangat membantu. 

Sponsors Link

  1. Gangguan Tidur

Pasien dialisis juga seringkali mengalami insomnia dan juga masalah tertentu bernama sindrom apnea tidur yang terlihat dari mendengkur dan mendengkur yang terhenti secara tiba tiba yang disebabkan karena proses bernafas terhenti ketika tidur. Dengan berjalannya waktu, maka gangguan tidur tersebut bisa menyebabkan insomnia di malam hari namun mengantuk saat siang, depresi, sakit kepala dan menurunnya tingkat kewaspadaan.

Apnea juga dikaitkan dengan efek dari gagal ginjal kronis pada pernapasan. Sedangkan pengobatan terbaik untuk seseorang dengan sleep apnea akan tergantung pada ada atau tidaknya masalah gagal ginjal termasuk menurunnya berat badan, mengubah posisi tidur serta memakai alat seperti pompa udara lembut yang akan terus memompa udara ke dalam hidung. 

Sponsors Link

Banyak orang yang melakukan dialisis akan mengalami sulit tidur di malam hari sebab rasa tidak nyaman, sakit, gelisah atau restless leg syndrome dimana dorongan kuat untuk menghentakkan kaki sering terjadi ketika tidur yang termasuk dalam kerusakan saraf atau kimia yang tidak seimbang. Untuk pengobatan komplikasi gagal ginjal atau efek samping gagal ginjal ini, olahraga ketika siang hari kemungkinan bisa banyak membantu namun tidak dilakukan beberapa jam sebelum tidur karena bisa berdampak buruk. Seseorang dengan restless leg syndrome juga harus menghindari alkohol, kafein serta tembakau. Sedangkan sebagian orang lagi merasakan perbaikan dengan mandi air hangat atau pijat.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan