Sponsors Link

5 Pengobatan Kandung Kemih Overaktif Secara Medis

Sponsors Link

Kandung kemih overaktif atau overactive bladder merupakan salah satu gangguan buang air kecil yakni kehilangan kontrol terhadap keinginan buang air kecil dan juga dengan terpaksa harus sesegera mungkin buang air kecil. Kandung kemih overaktif ini bisa terjadi karena kontraksi abnormal dari otot di kantung kencing yakni otot detrusor atau otot sphincter yang kemudian menyebabkan keinginan buang air kecil datang tiba tiba dan tidak bisa tertahankan meski urin yang ada dalam kandung kemih belum penuh. Masalah ini bisa terjadi pada semua orang meski lebih sering dialami manula. Untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa pengobatan kandung kemih overaktif yang bisa dilakukan dan akan kami jelaskan berikut ini.

ads
  1. Pemberian Obat Obatan

Beberapa jenis obat nantinya akan diberikan untuk membuat kandung kemih rileks sehingga bisa meringankan gejala kandung kemih overaktif sekaligus mengurangi episode inkontinensi dorongan sesudah pemeriksaan kandung kemih overaktif dilakukan oleh dokter. Beberapa jenis obat tersebut diantaranya adalah:

  • Oxybutynin yang akan digunakan sebagai koyo kulit
  • Tolterodine
  • Oxybutynin gel
  • Trospium
  • Solifenacin
  • Darifenacin
  • Mirabegron
  • Fesoterodine.
  1. Injeksi Kandung Kemih

OnabotulinumtoxinA atau disebut juga dengan Botox merupakan protein dari bakteri penyebab penyakit botulism. Botox ini nantinya akan digunakan dalam dosis kecil dan langsung disuntikkan dalam jaringan kandung kemih yang akan sedikit melumpuhkan otot yang juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi kandung kemih. Dalam penelitian klinis memperlihatkan jika injeksi kandung kemih mungkin akan berguna untuk inkontinensia dorongan yang parah.

  1. Stimulasi Saraf

Meregulasi impuls saraf pada kandung kemih pasien juga bisa digunakan dalam pengobatan kandung kemih overaktif yang juga bisa dilakukan untuk penderita penyakit infeksi saluran kemih. Prosedur ini nantinya akan memakai kabel tipis yang ditempatkan dekat dengan saraf sacral pembawa sinyal ke kandung kemih dimana saraf tersebut akan melewati dekat tulang ekor.

Prosedur bedah ini biasanya sering dilakukan untuk menguji kabel temporer atau dalam prosedur lain yang lebih maju. Elektroda permanen akan ditanamkan dan pengujian lebih lama akan dilakukan sebelum penempatan generator denyut bertenaga baterai secara bedah dilakukan. Dokter kemudian akan memakai alat yang tersambung ke kabel untuk mengirimkan impuls listrik ke kandung kemih pasien seperti yang dilakukan pada pacu jantung untuk masalah jantung. Apabila ini benar benar bisa mengurangi gejala kandung kemih overaktif, maka kabel akan disambungkan ke alat baterai kecil yang kemudian ditempatkan pada bagian bawah kulit.

  1. Operasi Meningkatkan Kapasitas Kandung Kemih

Operasi untuk meningkatkan kapasitas kandung kemih ini memakai potongan usus pasien sebagai pengganti sebagian kandung kemih pada anatomi saluran kemih. Operasi ini hanya akan dipakai untuk kasus inkontinensia dorongan yang kronis dan sudah tidak lagi merespon pada cara pengobatan lain yang lebih konservatif. Apabila operasi ini memang harus dilakukan, maka kemungkinan pasien akan memakai kateter seumur hidup untuk mengosongkan kandung kemih.

  1. Pengangkatan Kandung Kemih

Prosedur pengangkatan kandung kemih ini dilakukan sebagai cara terakhir yang melibatkan pengangkatan kandung kemih dan secara bedah membentuk pengganti atau bukaan di tubuh atau stoma untuk memasang kantong pada kulit yang dilakukan untuk mengumpulkan urin.

Perawatan Rumahan

Sesudah melakukan salah satu dari beberapa pengobatan kandung kemih overaktif, maka perubahan gaya hidup dan perawatan rumahan juga harus dilakukan. Perubahan gaya hidup yang bisa mengurangi gejala kandung kemih overaktif diantaranya adalah:

  1. Mempertahankan Berat Badan Sehat

Apabila anda mengalami kelebihan berat badan, maka menurunkan berat badan bisa meringankan gejala sekaligus mencegah ciri ciri kandung kemih bermasalah. Seseorang yang kelebihan berat badan nantinya juga berisiko terkena inkontinensia tekanan urin yang bisa berkurang jika berat badan juga diturunkan. 

Sponsors Link

  1. Mengikuti Jadwal Cairan

Tanyakan pada dokter mengenai banyak cairan yang dibutuhkan setiap hari sebab kebutuhan cairan untuk setiap pasien kandung kemih overaktif juga berbeda beda. Seorang penderita umumnya bisa mengurangi asupan cairan sekitar 25% untuk menurunkan gejala kandung kemih overaktif.

  1. Menghindari Alkohol dan Kafein

Minuman yang mengandung kafein dan juga alkohol bisa membuat gejala kandung kemih overaktif semakin memburuk sehingga menghindari kedua jenis minuman ini menjadi langkah bijak yang harus dilakukan agar frekuensi buang air kecil normal bisa kembali pulih.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan