Sponsors Link

6 Pengobatan Kandung Kemih Neurogenik Terbukti Ampuh

Sponsors Link

Kasus penyakit ginjal saat ini di Indonesia semakin meningkat.Hal ini terjadi karena disebabkan taraf kesehatan masyarakat di Indonesia kurang baik. Masyarakat tidak menyadari akan pentingnya kesehatan. Sehingga terbiasa dengan pola hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan junk food , tidak pernah olah raga dan lain sebagainya. Hal tersebut akan meningkatkan resiko mudahnya terserang penyakit tertular maupun tidak terrtular.

ads

Contohnya saja dari beberapa kasus penyakit ginjal seperti batu saluran kemih ,kandung kemih hiperaktif , gagal ginjal usia muda serta infeksi ginjal dan saluran kemih dan masih banyak lagi. Kondisi-kondisi tersebut merupakan beberapa kondisi dampak dari masyarakat yang tidak peduli akan kesehatan. Maka perlunya pengetahuan mengenai kesehatan itu sangat penting, serta mengetahui beberapa penyakit ginjal itu sangat penting sehingga masyarakat Indonesia akan lebih tahu bagaimana untuk mmenjaga kesehatannya. Salah satu contoh penyakit ginjal lainnya adalah kandung kemih neurogenik. Berikut mengenai beberapa penjelasan tentang kandung kemih neurogenik serta pengobatannya.

Pengobatan Kandung Kemih Neurogenik

Sebelum kita mengetahui pengobatan apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kendung kemih neurogenik ini , lebih baiknya kita mengetahui tentang kandung kemih neurogenik itu sendiri.

Pengertian dari kandung kemih neurogenik adalah kondisi yang menyerang sistem kandung kemih akibat dari kerusakan atau adanya penyakit pada area sistem saraf pusat maupun sistem saraf perifer serta otonom. Kondisi kandung kemih neurogik ini bisa berupa kandung kemih yang tidak mampu berkontraksi secara makasimal maupun kondisi kandung kemih yang terlalu aktif untuk melakukan pengosongan kemih karena refleks yang tidak terkendali (Overactive baldder). Jadi dapat disimpulakan bahwa kandung kemih neurogenik atau neuregenic bladder merupakan kelainan fungsi dari kandung kemih akaibat gangguan pada sistem saraf.

Gejala pada kondisi ini pun dapat meliputi adanya penyakit infeksi saluran kemih , batu ginjal , mengalami inkontinensia urin, volume urin yang kecil saat berkemih, hilangnya sensasi saat kandung kemih penuh, gangguan kontraksi destrussor dan lain sebagainya. Adanya gejala tersebut tentunya akan membuat seseorang terhambat dallam melakukan aktivitasnya sehari-hari , sehingga diperlukan melakukan pengobatan baik medis maupun non medis. Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan yang dibedakan menjadi dua jenis yaitu pengobatan dengan terapi farmakologi dan terapi non farmakaologi :

Terapi Farmakologi

Pengobatan ini merupakan salah satu cara penanganan kandung kemih neurogenik dengan memanfaatkan berbagai obat-obatan. Tentunya obat-obatan yang dikonsumsi yaitu obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter. Makanan yang baik untuk penderita sindrom nefrotik tentunya juga perlu kita ketahui untuk meningkatkan proses pengobatan dengan metode terapi farmakologi ini. Berikut beberapa pengobatan dengan terapi farmakologi :

1. Anti Spasmodik

Ati spasmodik ini merupakan cara untuk melepaskan otot polos pada kandung kemih. Obat-obatan anti spasmodik ini dipercaya dapat meningkatatkan kapasitas kandung kemih serta dapat digunakan untuk menghilangkan ataupun mengurangi inkontensia. Salah satu contoh dari obat anti spasmodik ini adalah Oksibutinin dan Tolterodin. Dalam penggunaan obat ini sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar tidak salah menggunakannya.

Sponsors Link

2. Anti Kolinergik

Anti kolinergik ini mampu berperan dalam mengobati inkontinensia karena cara kerja dari anti kolinergik ini yaitu menghambat kontraksi dari kandung kemih yang involunter. Selain itu obat ini jugan mampu memperbaiki fungsi penampungan air kemih yang dilakukan oleh kandung kemih. Obat antikolinergik ini contohnya antara lain yaitu Hiosiamin dan Dicyclomine Hydrochloride. Untuk pemanfaatan obat ini sebaiknya juga saran atau anjuran dosos dari dokter, agartidak salah dalam penggunaannya. Sehingga tidak terjadi hal yang diinginkan seperti efek samping maupun adanya komplikasi lainnya.

ads

3. Obat Betanekol Klorida

Obat ini merupakan obat kolinergik yang mampu bekerja langsung pada reseptor , terutama obat ini mampu dipakai untuk meningkatkan dalam berkemih serta dapat mengobati retensi urin. Tidak hanya itu obat ini juga digunakan dalam meningkatkan kontraksi destrusor serta membantu menstimulasi kontraksi bladder pada pasien yang menyimpan urin. Penggunaan Betanekol Klorida ini 3 sampai 4 kali dalam sehari. Namun kita juga perlu melakukan konsultasi dengan dokter , terkait dengan gejala yang dialami kandung kemih neurogenik.

Selain dengan pengobatan terami farmakologi , kita juga dapat melakukan terapi dengan cara non farmakologi. Berikut mengenai beberapa penjelasan terapi nonfarmakologi :

Terapi Non Farmakologi

Cara mengosongkan kandung kemih mungkin dapat melakukan dengan cara terapi nonfarmakologi. Terapi Non-Farmakologi merupakan metode terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah kandung kemih neurogenik yang tidak memanfaatkan obat-obatan. Adapun beberapa cara terapi nonfarmakologi sebagai berikut :

4. Bladder Training dengan Kegel Exercise

Metode bladder ini merupakan latihan yang bertujuan untuk mengembalikan tonus otot kandung kemih agar fungsinya kembali normal seperti awal sebelum mengalami masalah kandung kemih neurogenik. Metode yang pertama yaitu dengan senam kegel , cara ini dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik yangterseusun secara terprogram secara berulang untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Latihan dasar otot dasar panggul dapa membantu seseorang untuk memperkuat otot dasar panggul sehingga mampu memperkuat penutupan uretra dan secara refleks mampu menghambat kontraksi kandung kemih.

5. Bladder Training dengan Delay Urination

Delay Urination digunakan untuk menunda seseorang saat berkemih. Bladder trraining dengan metode ini dilakukan dengan latihan menahan kencing. Biasanya metode ini menggunakan kateter dengan mengklem aliran urin ke urin bag. Bladdertraining yang satu ini dilakukan sebelum katerisasi di hilangkan atau diberhentikan. Biasanya tindakan yang dilakukan juga dengan cara menjepit kateter dengan klem kemudian jepitan kateter tersebut dilepas setiap beberapa jam sekali.

6. Bladder Training dengan Scheduled Bathroom Trips

Metode ini juga tidak jauh berbeda dengan metode delay urination , jika pada metode delay urination digunakan untuk menunda waktu berkemih. Maka berbeda dengan metode scheduled bathroom yang lebih memfokuskan pada jadwal berkemih. Jadi pasien dalam berkemih diberikan jadwal untuk mengaturwaktu berkemih, agar tidak terjadi OAB maupun penurunan frekuensi berkemih. Namun metode ini pun perlu adanya latihan yang berulang , sehingga pasien dapat berkemih secara maksimal sesuai dengan fungsi kandung kemih secra normal.

Setiap pengobatan perlu adanya kedisiplinan , maka sangat dianjurkan sekali untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin dan melakukan konsultasi dengan dokter.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan