Sponsors Link

Pengobatan Inkontinensia Urine Bedah dan Non Bedah

Sponsors Link

Inkontinensia urine yang membuat penderita tidak bisa menahan buang kecil dan memiliki gangguan frekuensi buang air kecil normal meski kandung kemih belum terisi penuh bisa terjadi karena beberapa penyebab seperti berat badan berlebih yang membuat tekanan bertambah dan melemahkan otot kandung kemih, pertambahan usia yang menyebabkan otot kandung kemih serta uretra semakin lemah, menderita gejala saluran kemih bawah atau LUTS, diabetes atau penyakit neurologis serta keturunan. Diagnosis Inkontinensia urine ini sangat penting dilakukan untuk pengobatan Inkontinensia urine sebab Inkontinensia sendiri terdiri dari 6 jenis sehingga pengobatan juga harus disesuaikan.

ads

Diagnosis Inkontinensia Urine

Untuk mendiagnosis Inkontinensia urine, dokter umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Analisis urine: Sampel urine pasien akan diteliti untuk mencari tanda infeksi, kandungan darah atau keadaan abnormal lainnya seperti tes urine penyakit ginjal.
  • Uji dipstick: Dokter akan mencelupkan stik khusus yang sebelumnya sudah diolesi dengan bahan kimia khusus ke dalam sampel urine pasien. Stik tersebut akan berubah warna apabila memang ditemukan bakteri atau kandungan abnormal lain dalam sampel urine tersebut.
  • Sistogram: Dokter nantinya akan memasukkan selang kateter dalam uretra dan kandung kemih seperti pemasangan kateter dialisis untuk menyuntikkan cairan warna khusus dan nantinya akan dilihat lewat pencitraan sinar X.
  • Tes sisa urine: Dilakukan untuk melihat jumlah urine yang masih tersisa dalam kandung kemih sesudah pasien buang air kecil.
  • Ultrasonografi pelvis: Dilakukan untuk melihat kelainan struktur kandung kemih.
  • Pemeriksaan urodinamik: Dilakukan dengan cara memasang selang kateter lewat uretra ke kandung kemih lalu diisi dengan air berbeda dengan pemasangan kateter dialisis. Tes tersebut berguna untuk menguji kekuatan kandung kemih pasien dalam menampung cairan dan kekuatan otot uretra.
  • Sistoskopi: Sebuah alat berbentuk selang kecil lengkap dengan kamera akan dimasukkan dalam uretra dan jika kelainan di sepanjang saluran kemih akan terlihat dari kamera tersebut.

Pengobatan Inkontinensia Urine

Pengobatan Inkontinensia urine berbeda beda disesuaikan dengan jenis Inkontinensia urine yang terjadi dan juga tingkat keparahan dari gejala yang dialami penderita. Penanganan untuk Inkontinensia urine ini bisa dilakukan dalam 2 jenis yakni bedah dan non bedah.

  1. Merubah Gaya Hidup

Dokter akan menganjurkan penderita untuk mengurangi kafein seperti makanan pantangan sindrom nefrotik, menyesuaikan cairan yang dikonsumsi setiap hari dan menjaga berat badan yang ideal.

  1. Alat Bantu Medis

Alat bantu medis bisa digunakan seperti alat berukuran sangat kecil seperti penggunaan tampon yang dimasukkan ke dalam uretra sebelum melakukan aktivitas tertentu dan memasang perarium khusus wanita yang bisa mencegah urine bocor.

  1. Senam Kegel

Senam kegel untuk cara mengencangkan otot kandung kemih dan melatih otot panggul bawah dilakukan jika penderita tidak bisa membuat otot otot ini berkontraksi sehingga dokter akan memakai alat bantu seperti stimulasi elektrik atau kerucut vagina.

  1. Terapi Intervensi

Terapi intervensi bisa dilakukan seperti menyuntikan zat sintesis ke dalam jaringan sekitar uretra, menyuntik botox ke dalam otot kandung kemih dan stimulasi saraf yang berguna untuk mengontrol kandung kemih untuk membantu mengatasi Inkontinensia urine.

  1. Latihan Kandung Kemih

Penderita Inkontinensia urine nantinya akan diajarkan teknik untuk menahan buang air kecil. Latihan kandung kemih ini biasanya memerlukan waktu sekitar 1 1/2 bulan untuk cara mengatasi penyakit ginjal ini.

  1. Obat Obatan

Ada beberapa jenis obat yang bisa dikonsumsi penderita Inkontinensia urine seperti obat golongan antimuskarinik, obat penghambat alfa atau alpha blocker, antikolinergik atau obat oles estrogen.

  1. Stimulasi Elektrik

Stimulasi elektrik ke beberapa saraf seperti saraf sacralis di bagian bawah punggung dan saraf posterior tibialis yang ada di sepanjang kaki hingga pergelangan kaki juga bisa dilakukan. 

Sponsors Link

Pengobatan Secara Bedah

Apabila penanganan non bedah masih belum bisa mengatasi inkontinensia urine, maka dokter akan melakukan tindakan pembedahan. Beberapa jenis pembedahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urine diantaranya adalah:

  1. Prosedur Plester

Umumnya dilakukan pasien inkontinensia urine wanita dimana sebuah plester plastik akan diikat ke belakang uretra dengan maksud untuk menopang uretra sehingga posisinya bisa benar dan mengurangi kandung kemih bocor dan kebocoran urine karena tekanan.

  1. Kolposuspensi

Dalam prosedur bedah ini, dokter akan menaikkan leher kandung kemih penderita yang kemudian dijahit untuk mencegah terjadinya kebocoran ketika ada tekanan yang terjadi.

  1. Prosedur Sling

Dokter nantinya akan memasang sling di sekeliling leher kandung kemih untuk menahan dan mencegah kebocoran urine. Sling tersebut ada yang terbuat dari sintesis, jaringan tubuh beberapa bagian tubuh lain, jaringan tubuh milik orang lain atau jaringan tubuh dari hewan.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan