Sponsors Link

Pengobatan Alternatif Hidronefrosis yang Wajib Dilakukan

Sponsors Link

Hidronefrosis adalah pembengkakan pada ginjal yang disebabkan oleh tekanan urin di dalam ginjal. Normalnya, urin akan keluar dari ginjal dan mengalir melalui ureter menuju kandung kemih. Namun dalam kasus hidronefrosis, urin terperangkap pada ginjal karena urin tidak dapat mengalir ke kandung kemih. Apabila hal ini dibiarkan, maka hal yang terjadi selanjutnya adalah terjadi akumulasi urin pada ginjal. Semakin banyak urin, maka tekanan urin pada ginjal akan semakin kuat. Akhirnya, terjadilah pembengkakan karena ginjal tidak mampu lagi menampung urin.

ads

Sebelum kita mengetahui bagaimana cara pengobatan hidronefrosis, ada baiknya kita lebih mengenal apa penyebab dan gejala umum saat seseorang mengalami hidronefrosis, supaya tidak terjadi kesalahan dalam mendiagnosa dan tidak keliru dalam melakukan pengobatan.

Hidronefrosis bukanlah suatu penyakit, melainkan komplikasi yang disebabkan gangguan lain dalam tubuh seseorang. Artinya, hidronefrosis bukan gangguan yang terjadi dengan sendirinya, melainkan ada penyebab lain yang memicu adanya pembengkakan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penyebab hidronefrosis adalah karena tidak lancarnya aliran urin. Dan penyebab inilah yang perlu diatasi terlebih dahulu.

Hidronefrosis dapat terjadi di salah satu ginjal atau kedua ginjal. Apabila hanya terjadi di salah satu ginjal maka disebut dengan hidronefrosis unilateral dan apabila terjadi di kedua ginjal dinamakan dengan hidronefrosis bilateral.

Gangguan atau penyakit yang dapat menyebabkan hidronefrosis dapat bermacam-macam. Bisa terjadi karena bawaan dari lahir maupun terkena pada saat dewasa.

  1. Bawaan lahir

Apabila seseorang menderita hidronefrosis karena bawaan sejak lahir, ada beberapa gangguan yang mungkin terjadi pada ginjal orang tersebut. Misalnya, adanya penyempitan saluran urin yang mengalirkan urin dari ginjal menuju kandung kemih. Apabila penyempitan tak kunjung ditangani, maka urin akan menumpuk pada ginjal dan menimbulkan tekanan yang akibatnya akan menyebabkan pembengkakan pada ginjal. Contoh lainnya adalah adanya jaringan ikat pada saluran urin. Hal ini juga dapat menyebabkan aliran urin tersumbat. Namun sebenarnya kasus hidronefrosis karena bawaan dari lahir ini cukup jarang ditemukan.

  1. Saat dewasa

Kasus hidronefrosis umumnya terjadi saat sudah dewasa. Penyebab hidronefrosis bisa karena gangguan pada saluran urin atau bisa juga karena gangguan pada struktur lain yang mengganggu aliran urin, misalnya :

  • Memiliki penyakit batu ginjal yang berpotensi menyumbat saluran urin.
  • Pembesaran rahim pada wanita yang sedang hamil dapat menekan ureter sehingga aliran urin terblokir dan akibatnya terjadi penumpukan urin pada ginjal.
  • Adanya parut karena infeksi atau operasi dapat menyebabkan penyempitan saluran urin.
  • Pembengkakan kelenjar prostat
  • Kanker pada saluran kemih, misalnya kanker ovarium, kanker prostat, kanker ginjal, atau kanker kandung kemih.
  • Kerusakan pada saraf-saraf kemih.
  • Adanya arus balik urin dimana urin di dalam kandung kemih kembali ke ginjal. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan arus balik ini, diantaranya, pembesaran prostat atau impaksi tinja di usus besar dan kontraksi yang tidak normal pada otot kandung kemih yang disebabkan gangguan otot atau disfungsi neurologis.
    Sponsors Link

Ada beberapa gejala saat seseorang mengalami pembengkakan pada ginjal, yaitu :

  • Sakit punggung
  • Rasa sakit pada satu sisis tubuh
  • Demam
  • Mual
  • Perut yang bertambah besar.
  • Darah pada urine.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  • Sering kebelet.
    ads

Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan apakah Anda mengalami pembengkakan ginjal atau justru penyakit lain. Dan apabila dokter sudah mendiagnosa bahwa Anda memiliki hidronefrosis, segeralah lakukan pengobatan. Karena apabila dibiarkan, maka Anda memberi peluang adanya penyakit lainnya, seperti penyakit infeksi saluran kemih, penyakit uremia, infeksi ginjal, bahkan sampai gagal ginjal.

Pada dasarnya, tujuan penanganan hidronefrosis dilakukan untuk mengeluarkan urin yang menumpuk pada ginjal dan saluran urin supaya dapat mengurangi tekanan urin pada ginjal. Hal ini harus segera dilakukan supaya tidak menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal.

Dan dalam artikel ini, kami akan membagikan beberapa tips menyangkut pengobatan hidronefrosis. Berikut beberapa cara pengobatan hidronefrosis yang dapat Anda lakukan :

  1. Penanganan dokter

Ada langkah penting yang perlu Anda pastikan sebelum melakukan pengobatan hidronefrosis, yaitu konsultasi dengan dokter agar dokter mengetahui secara detail jenis hidronefrosis yang Anda alami. Karena hidronefrosi terbagi menjadi dua kondisi, yaitu hidronefrosis kronis dan akut. Dan masing-masing memiliki cara pengobatan yang berbeda. Jenis penanganan yang dilakukan tergantung pada tingkat keparahan hidronefrosis yang dialami. Untuk memastikan, biasanya dokter akan melakukan beberapa tes berikut berikut :

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui gangguan pada fungsi ginjal, yang meliputi peningkatan ureum atau kreatinin. Anda juga dapat menambah wawasan mengenai macam-macam penyakit yang bisa diketahui melalui tes darah dalam artikel penyakit yang bisa dideteksi dengan darah.

  • Tes urin

Bertujuan mengetahui kondisi ginjal melalui pH urin. Untuk mengetahui penyakit apa saja yang dapat dideteksi dengan tes urin, Anda dapat membaca artikel penyakit yang bisa dideteksi dengan urin.

  • USG
  • CT
  • MRI Scan
  • X-ray

Ada beberapa penanganan yang biasanya dilakukan dokter setelah mengetahui jenis hidronefrosis yang Anda alami, yaitu :

  • Menyisipkan tabung nefrostomi

Apabila gangguan yang dialami adalah hidronefrosis akut pada bagian atas, biasanya dokter akan menyisipkan tabung nefrostomi.

  • Menyisipkan stent ureter

Sedangkan untuk hidronefrosis kronis bagian atas akan diobati dengan menyisipkan stent ureter. Hal ini dilakukan pada ureter yang menyempit.

  • Memasukan kateter

Menyisipkan kateter dilakukan apabila pembengkakan yang terjadi terletak pada kandung kemih bagian bawah. Contohnya, memasukkan kateter pada penderita hipertrofi prostat. Kateterisasi merupakan pengobatan yang biasanya dilakukan oleh sebagian besar mereka yang mengalami hidronefrosis. Tujuan dari kateterisasi ini adalah untuk mengeluarkan urin yang menumpuk pada ginjal.

Setelah beberapa penanganan diatas dilakukan, masih ada beberapa penanganan untuk memulihkan organ yang luka, diantaranya adalah memberikan antibiotik untuk mencegah adanya infeksi.

Sponsors Link

  1. Operasi

Operasi memang bukan pengobatan yang mutlak harus dilakukan. Namun, apabila kasus hidronefrosis sudah cukup parah, mungkin beberapa penanganan di atas tidak mampu untuk menangani hidronefrosis. Sehingga, dibutuhkan operasi pengangkatan ginjal yang rusak dan terinfeksi agar kondisi tidak semakin memburuk dan dapat dilakukan pengobatan selanjutnya. Maka dari itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang sebelumnya disebutkan, jangan ragu untuk segera ke dokter. Contoh pengobatan dengan operasi adalah pengangkatan prostat untuk menangani pembengkakan prostat.

  1. Radioterapi dan kemoterapai

Apabila penyebab Anda mengalami hidronefrosis adalah karena kanker, maka langkah utama yang perlu Anda lakukan adalah menangani penyakit kanker tersebut. Penanganannya tergantung pada kondisi dan jenis kanker, bisa dengan radioterapi atau kemoterapi. Namun, apabila kanker sudah ganas, mungkin operasi menjadi satu-satunya jalan keluar.

Sekian artikel mengenai pengobatan hidronefrosis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan