Sponsors Link

Pengaruh Kafein pada Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Sponsors Link

Organ ginjal merupakan organ tubuh yang cukup vital pernannya dalam metabolisme tubuh. Hal ini dikarenakan ginjal berhubungan langsung dengan darah untuk menyaring darah dan membuang limbah yang sudah tidak lagi dibutuhkan tubuh. Ginjal bekersa bersama saluran kemih memproduksi urine dan membuang cairan dalam tubuh. Sehingga kesehatannya perlu dijaga. Namun, mungkin Anda pernah mendengar bahwa ada beberapa makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, karena bisa mempengaruhi ginjal dan menjadi Penyebab Ginjal Rusak, seperti pengaruh kafein pada ginjal. Benarkah demikian?

ads

Efek Kafein pada Ginjal

Kafein adalah salah satu zat yang banyak terkandung pada sejumlah minuman, seperti teh, kopi, dan cokelat. Pada kadar tertentu, kafein memiliki fungsi atau manfaat untuk tubuh. Akan tetapi, semua yang berlebihan memang tidak baik. Termasuk kafein ini. Kafein yang dikonsumsi berlebihan oleh tubuh bisa menunjukkan pengaruh kafein pada ginjal, dan bahkan menjadi Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Ginjal, seperti berikut.

  1. Kafein Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Salah satu efek samping kafein pada tubuh adalah dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. Hal ini tertuang dalam sebuah penelitian yang terbit di Journal of Urology. Dalam penelitian tersebut, kafein diberikan kepada para peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urine peserta mengalami peningkatan pada unsur kalsium.

Perlu diketahui bahwa kalsium itu sendiri adalah salah satu senyawa yang bisa mengeras menjadi batu ginjal jika berlangsung dalam jangka panjang. Selain itu, minuman berkafein seperti kopi ternyata juga mengandung senyawa oksalat. Oksalat ini jika bereaksi dengan kalsium di dalam saluran kemih dapat membentuk kalsium oksalat. Dan hal inilah yang nantinya akan mengeras sehingga menjadi batu ginjal.

  1. Kafein Bersifat Diuretik

Pengaruh kafein pada ginjal juga berkaitan dengan efek diuretik yang ditimbulkan. Pada sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Human Nutrition and Diabetics disebutkan bahwa dosis besar kafein bisa merangsang tubuh agar memproduksi urine lebih cepat. Dengan demikian kafein memiliki sifat diuretik alami, yang mempercepat pembentukan urine, sehingga tubuh akan menjadi lebih cepat kehilangan cairan dari urine. Dan ini bisa menyebabkan dehidrasi.

  1. Kafein bisa Memperparah Gagal Ginjal

Mungkin sudah ada beberapa orang yang berpendapat bahwa kafein adalah senyawa yang sebaiknya dihindarkan dari orang-orang yang sudah memiliki riwayat sakit ginjal. Hal ini dikarenakan kafein bisa menjadi Penyebab Gagal Ginjal semakin buruk. Sehingga, pasien gagal ginjal sebaiknya memang tidak mengonsumsi kafein. Atau bisa menanyakan pada dokter mengenai batas kafein yang direkomendasikan oleh masing-masing pasien, karena masing-masing pasien tentu berbeda kondisi fisiknya.

Sponsors Link

  1. Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Pengaruh kafein pada ginjal lainnya walau secara tidak langsung adalah kafein diduga mampu meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau Hipertensi Sekunder, terutama bagi mereka yang memang memiliki riwauat hipertensi. Kafein yang dikonsumsi seseorang diduga bisa mempengaruhi kinerja hormon pada tubuh, yaitu hormon yang berperan dalam menjaga pembuluh darah tetap lebar.

Jika hormon tersebut terganggu, maka tentu saja pembuluh darah bisa menyempit. Dan inilah yang bisa meningkatkan tekanan darah tinggi. Selain itu konsumsi kafein juga bisa memacu hormon adrenalin di kelenjar adrenal menjadi lebih banyak. Kondisi ini juga bisa memicu tekanan darah tinggi pada seseorang. Terutama pada mereka yang manula (di atas 70 tahun) dan mereka yang menderita obesitas.

Sponsors Link

Seperti yang diketahui bersama, Hubungan Gagal Ginjal dan Hipertensi itu juga sangat erat kaitannya. Sehingga jika seseorang yang memiliki riwayat hipertensi, dan terus mengonsumsi kafein setiap harinya secara berlebihan, tentu saja risiko untuk terkena gagal ginjal kronis juga meningkat. Maka dari itu, bagi penderita hipertensi yang suka minum kopi, segera lakukan pemeriksaan atau konsultasi pada dokter mengenai kadar kafein yang diperbolehkan untuk Anda. Tujuannya tentu untuk mencegah risiko atau penyakit berbahaya di kemudian hari.

Kadar Kafein yang Dibolehkan

Secara normal, kafein memang boleh dikonsumsi, asalkan tidak berlebihan. Pada manusia normal, kadar kafein yang diperbolehkan adalah kurang lebih 200 sampai 300 miligram kafein dalam satu hari. Jumlah ini setara dengan 2 cangkir kopi, 3 soft drink, atau 3 cangkir teh. Akan tetapi, setiap minuman kafeinnya juga berbeda-beda. Jadi perlu diperhatikan lagi.

Sementara itu, bagi orang yang menderita penyakit ginjal, konsumsi kafein perlu diperhatikan lebih lanjut. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengatur kebiasaan minum kopi atau teh dalam sehari agar tidak memperparah kondisi Anda.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai pengaruh kafein pada ginjal yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Makanan dan Minuman