Sponsors Link

Proses Terjadinya Pendarahan Pada Penderita Penyakit Ginjal Kronis

Sponsors Link

Penyakit ginjal kronis atau PGK adalah masalah kesehatan yang bisa sangat berpengaruh pada kehidupan penderita. Pasien dengan ciri ciri ginjal kronis nantinya juga meningkatkan risiko berbagai komplikasi seperti salah satunya pendarahan yang bahkan meningkat hingga 2 kali lipat. Setidaknya sekitar 40 hingga 50% kasus pendarahan terjadi pada pasien penyakit ginjal kronis atau pasien yang menjalani proses hemodialisis. Penyakit ginjal kronis sendiri merupakan penyakit nonkomunikabel yang terjadi secara global dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyakit ginjal kronis ini akan mengganggu hidup seseorang sebab diharuskan melakukan terapi jangka panjang serta bisa menyebabkan komplikasi yang cukup berat seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, hipertensi dan sebagainya. Lalu, bagaimana proses terjadinya pendarahan pada penderita penyakit ginjal kronis?, berikut penjelasannya untuk anda.

ads
  1. Uremia

Penyakit ginjal kronis biasanya terlihat dari penurunan fungsi ginjal drastis sehingga uremia terjadi. Toksin uremia seperti asam fenolat, fenol dan asam guanidinosurccinic acid bisa mengganggu hemostatis yang disebabkan penurunan aktivitas faktor III, agregasi platelet yang tak normal dan juga konsumsi protrombit yang mengalami gangguan. Uremia nantinya juga akan meningkatkan fostatidilsering di permukaan eritrosit sehingga terjadi penurunan aktivitas platelet dan akhirnya membuat pasien penderita penyakit ginjal kronis lebih rentan mengalami pendarahan.

  1. Disfungsi Platelet

Disfungsi platelet juga menjadi penyebab pendarahan pada penderita penyakit ginjal kronis yakni salah satu dari macam macam penyakit ginjal yang biasanya bisa terjadi karena toksin uremia. Disfungsi platelet ini bisa terjadi karena menurunnya fungsi granul platelet karena meningkatnya radio adenosine triphosphatel adenosine diphosphate sekaligus menurunnya serotonin. Metabolisme asam arakidonat dan juga prostaglandin nantinya juga akan terganggu dan akhirnya juga menyebabkan gangguan pada platelet. Hal inilah yang nantinya menyebabkan kemampuan adhesi dan agregasi platelet semakin menurun dan gangguan pendarahan atau bleeding disorders pada penderita penyakit ginjal kronis juga terjadi.

  1. Interaksi Platelet Dinding Pembuluh Darah

Platelet biasanya terjadi saat dinding pembuluh darah mengalami kerusakan sehingga kaskade adhesi dan agregasi terjadi penyebab ginjal tidak berfungsi. Fungsi tersebut nantinya akan terganggu pada penderita penyakit ginjal kronis sehingga adhesi platelet ke dinding pembuluh darah juga mengalami gangguan. Untuk penyakit ginjal kronis, peningkatan nitrit oksida juga bisa terjadi sehingga tonus vaskular dan agregasi platelet juga ikut terganggu dan pendarahan pun terjadi.

  1. Anemia

Anemia adalah salah satu komplikasi hematologik dari penyakit ginjal kronis sebab penurunan hemoglobin dan eritrosit akan dialami penderita. Fungsi platelet sendiri umumnya juga akan mengganggu fungsi dari platelet dan hemoglobin juga penting untuk menurunkan kadar NO. Beberapa hal tersebut yang nantinya bisa menyebabkan gangguan pendarahan sebab juga akan berpengaruh pada bleeding time secara langsung. Anemia nantinya mengakibatkan fungsi platelet menurun, interaksi platelet dengan dinding pembuluh darah menurun, ADP menurun dan juga aktivasi dari prostaglanding serta NO yang semakin meningkat sehingga gangguan pada bagian organ ginjal terjadi. 

Sponsors Link

  1. Jenis Obat Obatan

Obat obatan yang dikonsumsi penderita penyakit ginjal kronis juga bisa menyebabkan pembekuan darah menjadi terganggu. Beberapa jenis obat yang bisa berpengaruh terhadap pendarahan pada penderita penyakit ginjal kronis dan gangguan ginjal pada anak diantaranya adalah:

  • Beta laktamase: Bisa mengganggu fungsi membran platelet dengan cara bereaksi terhadap reseptor ADP.
  • Sefalosporin generasi ketiga: Obat ini bisa mengganggu fungsi dari platelet sekaligus menyebabkan agregasi platelet abnormal.
  • Antiplatelet: Obat ini bisa menyebabkan waktu pendarahan semakin lama dan meningkatkan risiko pendarahan pada pasien. Akan tetapi, aspirin tetap harus diberikan untuk pasien yang melakukan dialisis agar trombosis disaat akses pembuluh darah bisa berkurang.
  • Antikoagulan: Heparin berat molekular rendah juga bisa menyebabkan risiko pendarahan semakin meningkat karena inhibisi direk di faktor Xa.
  • Obat anti inflamasi non steroid: Obat anti inflamasi non steroid atau OAINS bisa menyebabkan gangguan pada fungsi platelet. 
    Sponsors Link

Pendarahan memang masih menjadi masalah medis serius yang dialami pasien penyakit ginjal kronis yang bahkan bisa semakin meningkat karena gangguan fungsi platelet dan juga beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhi. Sedangkan untuk pendarahannya sendiri lebih sering dilakukan pada saluran gastrointestinal atas dan juga stroke hemoragik.

Sponsors Link
>
, , ,