Sponsors Link

7 Jenis Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Ginjal Paling Lengkap

Sponsors Link

Organ ginjal mempunyai peran penting untuk menyaring segala macam benda yang tidak berguna untuk tubuh dan kemudian akan dibuang bersama dengan urin. Ureum dan juga kreatinin adalah zat toksik hasil dari metabolisme protein yang harus dikeluarkan organ ginjal. Jika organ ginjal bekerja terlalu keras, maka bisa menyebabkan ciri ciri ginjal rusak. Lalu, apa saja sebenarnya pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal yang sesuai untuk memeriksa kinerja dari organ ginjal?, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Ginjal

Pemeriksaan laboratorium berguna untuk mengetahui jika terjadi gangguan pada fungsi ginjal selain dilakukan juga pemeriksaan fisik, radiologi dan beberapa jenis pemeriksaan lainnya. Sebagai tahap awal untuk memeriksa gangguan ginjal atau tanda tanda ginjal rusak, maka akan dilakukan pemeriksaan urin lengkap, kreatinin dan juga ureum dengan eGFR [Estimated Glomerular Fitration Rate]. Sedangkan untuk pemeriksaan lanjutan akan dilakukan jika terjadi indikasi seperti test bersihan kreatinin atau clearence creatinin, mikroalbumin urin, rasio albumin kreatinin, cystatin C dan sebagainya.

  1. Analisa Urin Lengkap

Analisa urin lengkap dilakukan dengan memakai urin yang pertama atau kedua kali sesudah bangun tidur. Urin pada porsi tengah atau urin yang dikeluarkan pada pertengahan kencing akan ditampung pada tempat bersih dan pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui infeksi ginjal kiri atau kanan atau saluran kencing seperti leukosit yang meningkat, bakteri positif, estrase positif, dugaan batu ginjal, kerusakan atau kebocoran ginjal seperti protein dan silinder positif, kurang minum yang menyebabkan urin berwarna kuning tua dan berat jenis meningkat, dugaan diabetes dan juga penyakit hati.

  1. Pemeriksaan Ureum

Ureum merupakan sisa metabolisme protein yang dibuang lewat ginjal dimana jika kadarnya terlalu tinggi maka akan terjadi gangguan fungsi ginjal atau ciri ciri ginjal bermasalah. Meningkatnya ureum bisa terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi protein, dehidrasi dan juga gagal jantung. Sedangkan untuk nilai normal ureum dalam darah adalah 10 hingga 40 mg/dl.

  1. Pemeriksaan Kreatinin

Kreatinin berasal dari pemecahan keratin fosfat dalam otot untuk menggambarkan fungsi ginjal yang lebih tepat karena tidak terpengaruh dengan diet protein namun hanya dipengaruhi dengan massa otot. Kreatinin ini nantinya akan dibuang dari tubuh lewat ginjal. Namun jika terjadi ginjal rusak atau fungsi ginjal yang menurun, maka kadar kreatinin akan meningkat di dalam darah. Sedangkan untuk nilai normal kreatinin dalam darah lebih kurang 1.3 mg/dl.

  1. Pemeriksaan eGFR Kreatinin

Estimated Glomerular Fitratin Rate [eGFR] merupakan perkiraan yang dilakukan untuk menentukan kemampuan dari fungsi ginjal pada saat menyaring atau membersihkan darah memakai perhitungan rumus atau formula Modification of Diet in Renal Disease [MDRD] dan juga Chronic Kidney Disease Epidemimology Collaboration [CKD-EPI] berdasarkan dari kreatinin darah, jenis kelamin dan juga umur.

Akan tetapi, penghitungan eGFR ini tidak bisa dilakukan saat wanita dalam masa kehamilan, orang yang sangat kurus, obesitas, asites, anak anak dan juga seseorang yang sudah berumur diatas 65 tahun. Sedangkan untuk beberapa kondisi ini, nantinya Creatinin Clearence Test [CCT] akan dilakukan sebagai penggantinya. 

Sponsors Link

  1. Tes Bersihan Kreatinin

Test bersihan kreatinin atau Creatinin Clearence Test [CCT] merupakan tes yang dilakukan untuk menentukan kemampuan dari fungsi ginjal dengan lebih teliti dalam menyaring dan juga membersihkan darah. Dalam tes pemeriksaan massa ginjal ini akan dipakai perhitungan berdasarkan ukuran kadar kreatinin darah, kreatinin urin 24 jam, tinggi badan, berat badan dan juga volume urin yang sudah dikumpulkan dalam 24 jam yang tidak boleh dibuang. Sedangkan untuk nilai bersihan kreatinin normal adalah 80 hingga 110 ml/menit.

  1. Mikroalbumin Urin

Pemeriksaan mikroalbumin urin ini dilakukan untuk memeriksa sejumlah kecil albumin pada urin dimana pada orang sehat, maka kadarnya berada dibawah 30 mg/ urin selama 24 jam. Pemeriksaan ini juga sering dilakukan untuk melihat jika ada gangguan ginjal untuk penderita hipertensi atau gangguan ginjal. Jika hasil dari pemeriksaan albumin urin ini masih negatif, maka pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan memakai urin yang sudah dikumpulkan selama 24 jam. 

Sponsors Link

  1. Albumin Kreatinin Rasio

Ini merupakan pemeriksaan untuk menentukan ada atau tidaknya albumin pada urin dengan cara membandingkan dengan kreatinin pada urin. Pemeriksaan ini nantinya akan dilakukan dengan memakai urin satu waktu dan tidak membutuhkan urin 24 jam yang jauh lebih praktis. Sedangkan untuk nilai normal albumin kreatinin rasio untuk pria adalah lebih kurang 17 mg albumin/gram kreatinin. Sedangkan untuk wanita adalah kurang lebih 25 mg albumin/ gram kreatinin untuk memeriksa gangguan ginjal pada anak dan orang dewasa.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan