Sponsors Link

Tes dan Pemeriksaan Kandung Kemih Overaktif

Sponsors Link

Kandung kemih overaktif setidaknya bisa mempengaruhi sekitar 33 juta orang di setiap tahunnya. Angka ini kemungkinan lebih tinggi sebab banyak penderita yang tidak berobat ke dokter. Kandung kemih overaktif tentunya sangat mengganggu aktivitas sehari hari sampai bisa menurunkan kualitas hidup seseorang sehingga secepat mungkin harus segera mendapat penanganan serius. Masalah kandung kemih overaktif ini memang lebih umum dialami orang tua, akan tetapi bukan bagian normal dari penuaan namun risikonya bisa meningkat karena pertambahan usia. Supaya tidak semakin parah, berikut akan kami berikan beberapa jenis pemeriksaan kandung kemih overaktif yang biasanya akan dilakukan oleh dokter spesialis untuk melihat penyebab dari kandung kemih overaktif sekaligus memberikan pengobatan terbaik.

ads

Diagnosis Kandung Kemih Overaktif

Apabila tidak terjadi dorongan mendesak untuk buang air kecil yang terasa seperti kantung kemih cepat penuh, maka dokter terlebih dahulu akan memeriksa untuk memastikan jika pasien tidak mengalami infeksi atau darah bercampur dengan urin. Dokter kemungkinan juga akan memastikan jika pasien sepenuhnya bisa benar benar mengosongkan kandung kemih pada saat buang air kecil.

Dokter nantinya akan mencari petunjuk sehingga bisa memperoleh indikasi faktor yang berkaitan. Pemeriksaan kandung kemih overaktif yang biasanya akan dilakukan meliputi:

  • Riwayat medis
  • Pemeriksaan fisik fokus pada perut serta alat kelamin
  • Sampel urine yang juga akan diuji untuk melihat infeksi, jejak darah atau kelainan lain seperti tes urine penyakit ginjal
  • Pemeriksaan neurologis yang fokus untuk identifikasi masalah atau refleks abnormal.

Tes Kandung Kemih Overaktif

Dokter nantinya juga mungkin akan melakukan tes urodinamik sederhana yang bertujuan untuk menilai fungsi kandung kemih serta kemampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara teratur. Tes tersebut umumnya membutuhkan rujukan ke dokter spesialis yang meliputi beberapa macam tes, seperti:

  1. Pengukuran Sisa Urin Dalam Kandung Kemih

Tes ini sangat penting dilakukan apabila kandung kemih pasien tidak bisa kosong seluruhnya ketika sedang buang air kecil yang tidak sesuai dengan frekuensi buang air kecil normal atau mengalami inkontinensia urin. Sisa urin sesudah buang air kecil yang tidak terbuang bisa menyebabkan gejala serupa dengan kandung kemih overaktif. Untuk mengukur sisa urin sesudah pasien buang air, maka ultrasound scan akan dilakukan pada kandung kemih untuk mengeringkan sekaligus mengukur sisa urin.

  1. Pengukuran Laju Aliran Urin

Untuk mengukur volume dan juga kecepatan buang air kecil, pasien kemungkinan akan diminta untuk buang air dalam uroflowmeter yang nantinya akan menerjemahkan darah ke dalam bentuk grafik perubahan pada laju aliran urin pasien sekaligus memeriksa infeksi sistem urin.

  1. Pengujian Tekanan Kandung Kemih

Cystometry nantinya akan mengukur tekanan pada kandung kemih serta area sekitarnya selama pengisian kandung kemih. Dalam tes tersebut, dokter akan memakai selang tipis atau kateter untuk mengisi kandung kemih secara perlahan dengan air hangat. Sedangkan kateter lain lengkap dengan sensor pengukuran tekanan akan diposisikan di rektum atau jika pasien adalah seorang wanita, maka akan ditempatkan di vagina.

Prosedur ini nantinya bisa mengidentifikasi apakah pasien mengalami paksaan kontraksi otot atau memiliki kandung kemih kaki sehingga tidak bisa menyimpan urin pada tekanan yang rendah. Pasien akan diminta untuk buang air kecil dalam studi tekanan aliran yang juga bisa mengukuran tekanan yang dipakai untuk mengosongkan kandung kemih sekaligus mengindikasi apakah pasien mengalami penyumbatan kandung kemih atau obstruksi serta ciri ciri kandung kemih bermasalah lainnya. 

Sponsors Link

Penyumbatan dari pembesaran prostat untuk pria sampai prolaps organ panggul untuk wanita juga bisa menyebabkan gejala kandung kemih overaktif dan radang kandung kemih. Tes ini biasanya dilakukan untuk bagi pasien dengan penyakit neurologis yang mengenai tulang belakang. Dokter kemudian akan mengulas hasil dari setiap tes dan menganjurkan pengobatan kandung kemih overaktif terbaik untuk pasien tersebut.

Pemeriksaan kandung kemih overaktif sebenarnya tidaklah rumit dan sebagian besar kasus kandung kemih overaktif biasanya sudah bisa ditegakkan dari anamnesis. Sedangkan untuk pemeriksaan rutin lainnya seperti urinalisis atau pemeriksaan penunjang sederhana yang tidak invasif seperti Ultrasonografi atau USG kandung kemih juga bisa dilakukan untuk menghilangkan kelainan di saluran kemih lainnya.

Sponsors Link
>
, , ,