Sponsors Link

Pembesaran Ginjal Pada Janin – Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Sebagai salah satu organ yang punya peranan penting di dalam tubuh, kesehatan ginjal akan selalu dijaga oleh siapa saja. Namun datangnya penyakit ginjal memang tidak terduga. Meskipun kita sudah melakukan yang terbaik, tetap saja tidak bisa menghindar dari penyakit seperti batu ginjal, kista ginjalinfeksi ginjal, atau ginjal bengkak. Semua penyakit tersebut akan menyebabkan ginjal rusak secara permanen, hingga akhirnya organ tersebut tidak bisa berfungsi sama sekali.

ads

Adanya penyakit yang menyerang ginjal biasanya diawali dengan gangguan ginjal, sebagai tanda bahwa ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Jika mendapatkan penanganan yang tepat, maka gangguan ini dapat segera diatasi dan tidak sampai menyebabkan penyakit yang serius pada ginjal. Tetapi penyakit ginjal bukanlah penyakit sederhana. Kondisi kelainan ginjal pada seseorang juga bisa memicu datangnya penyakit. Tidak perlu menunggu besar, kasus kelainan ginjal pada bayi baru lahir.

Ada macam macam penyakit ginjal bawaan yang harus dipahami, salah satunya adalah pembesaran ginjal pada janin. Hal ini tentu terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan ibu dan belum lahir. Apa saja yang menyebabkan pembesaran ginjal pada janin, serta bagaimana gejala dan cara mengatasinya? Yuk kita simak bersama.

Penyebab

1. Radiasi yang Diterima Ibu Hamil

Radiasi dapat diartikan sebagai pancaran gelombang atau cahaya yang diterima oleh tubuh manusia. Radiasi tersebut berasal dari benda tertentu. Seperti yang sudah diketahui, efek samping radiasi sangat besar dan mengancam kesehatan tubuh manusia secara langsung. Jika seorang ibu yang sedang hamil menerima radiasi, maka dampaknya akan langsung diterima oleh janin yang dikandung.

Penggunaan gadget yang terlalu lama adalah sumber radiasi nomor satu pada ibu hamil. Sinar yang dipancarkan oleh handphone atau tablet akan berpengaruh langsung pada bayi. Oleh karena itu ibu hamil sebaiknya mengurangi penggunaan gadget, tidak tidur berdekatan dengan gadget dan tidak terlalu lama bertelepon.

Sumber radiasi kedua yang terbesar adalah ketika seseorang menjalani kemoterapi. Kemoterapi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh manusia dan menghambat pertumbuhannya. Kemoterapi ginjal biasanya dilakukan untuk mengobati pasien kanker ginjal. Tetapi jika prosedur kemoterapi dilakukan pada ibu hamil, bisa meningkatkan resiko kelainan ginjal pada janin yang belum lahir.

2. Pembentukan Embrio Tidak Sempurna

Pembesaran ginjal yang terjadi pada janin di dalam kandungan juga bisa disebabkan oleh pembentukan embrio yang tidak sempurna. Pembentukan yang tidak sempurna bisa dipicu oleh kelainan genetik yang dibawa oleh ayah dan ibu. Masalah ini muncul di awal kehamilan, di mana embrio masih berada dalam tahap awal pembentukan organ tubuh. Bukan hanya beresiko pada ginjal saja, pembentukan organ yang tidak sempurna ini juga bisa mempengaruhi organ yang lainnya.

3. Penggunaan Kosmetik Oleh Ibu Hamil

Kosmetik dan produk perawatan kulit biasanya mengandung bahan kimia yang tidak baik bagi janin di dalam kandungan. Ibu yang sedang hamil harus menghindari penggunaa kosmetik berlebihan, apalagi yang mengandung banyak bahan kimia.

Bagi ibu hamil, dampak dari bahan kimia yang berasal dari kosmetik dan produk perawatan kulit akan berdampak langsung pada bayi. Bayangkan jika bahan kimia yang meresap ke dalam kulit ini ikut diserap oleh janin melalui plasenta. Perhatikan dengan baik kandungan yang ada di dalam kosmetik sebelum menggunakannya. Tanyakan kepada dokter apakah kandungan yang ada aman untuk kehamilan atau tidak.

Gejala

Penyakit yang menyerang janin di dalam kandungan, apapun itu, gejalanya sering tidak terasa oleh ibu. Kelainan yang terjadi pada janin, termasuk jika terjadi pembesaran ginjal akan terdeteksi melalui USG 4D yang dilakukan oleh ibu hamil.

Sponsors Link

Kelainan akan bisa terdeteksi saat usia janin sudah cukup besar, setidaknya saat masuk tri semester ketiga. Oleh karena itu, inilah pentingnya memeriksakan kesehatan janin secara rutin, sehingga penyakit pada janin bisa ditangani lebih awal.

Cara Mengatasi

Setelah ditemukan ada pembesaran ginjal pada janin, ibu hamil tentu harus melakukan semua cara terbaik untuk memperkecil resikonya. Jika pembesaran ini diketahui lebih awal, masih ada banyak kesempatan untuk mencegah ginjal semakin membesar. Selagi organ bayi masih bisa terus berkembang sampai tiba saatnya dilahirkan. Berikut ini adalah cara untuk mengatasinya

  • Ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke tubuhnya.
  • Perbanyak konsumsi makanan sehat untuk ginjal dan jantung agar dapat membantu tumbuh kembang janin.
  • Hindari semua makanan penyebab sakit ginjal yang bisa mempengaruhi kondisi bayi.
  • Selain itu periksakan kondisi janin ke dokter secara rutin agar bisa mengetahui perkembangan janin. Jadi apabila ditemukan sesuatu yang tidak beres pada janin dokter dapat segera memberikan tindakan cepat.

Itulah penjelasan mengenai pembesaran ginjal pada janin yang mungkin terjadi pada siapa saja. Penyakit ginjal tidak pandang bulu, bahkan bisa menyerang janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, setiap orang harus menyadari betapa pentingnya mengetahui cara merawat ginjal dengan baik agar terhindar dari segala macam penyakit. Termasuk juga bagi ibu hamil, rawat kandungan sebaik mungkin agar janin tidak terkena penyakit apapun bahkan sebelum lahir.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :