Sponsors Link

Patofisiologi Gagal Ginjal Kronik Karena Diabetes (#Wajib Diketahui)

Sponsors Link

Sebelum membahas lebih jauh mengenai patofisiologi gagal ginjal kronik karena diabetes melitus, kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan patofisiologi itu sendiri. Patofisiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang perubahan fisiologi yang dialami oleh suatu organisme karena proses patologis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, patologis didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan ilmu tentang penyakit atau dalam keadaan sakit/abnormal. Pemeriksaan patologis sangat diperlukan untuk membuat patofisiologi seseorang yang terkena penyakit.

ads

Seperti yang kita ketahui, diabetes melitus adalah salah satu penyebab penyakit gagal ginjal pada seseorang. Gagal ginjal muncul sebagai akibat dari komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes yang mengganggu organ ginjal. Sehingga ginjal tidak lagi bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Bersama dengan hipertensi, diabetes dan gagal ginjal menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Berikut penjelasan mengenai patofisiologi diabetes melitus yang berkelanjutan dengan patofisiologi gagal ginjal karena diabetes.

Patofisiologi Diabetes Melitus

Bagaimana seseorang bisa terkena diabetes melitus? Apa saja faktor resiko diabetes melitus? Bagi sebagian orang, jawaban atas pertanyaan tersebut masih awam. Padahal pengetahuan akan penyakit diabetes sangatlah penting. Diabetes kini tidak hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit itu di keluarganya. Gaya hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit diabetes.

Organ-organ tubuh manusia memerlukan makanan sebagai sumber energi untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diolah menjadi bahan bakar di dalam tubuh agar seseorang mampu menjalankan aktivitasnya dengan baik. Segala nutrisi yang masuk ke dalam tubuh seperti karbohidrat, lemak, dan protein adalah sumber dari bahan bakar tersebut. Semua gizi yang masuk ke dalam tubuh akan diolah oleh proses metabolisme tubuh yang rumit menjadi energi. Sumber utama pembentukan energi berasal dari glukosa. Untuk bisa bekerja dengan baik, glukosa harus didistribusikan ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh oleh insulin.

Pada tubuh yang sehat, insulin akan mengatur kadar glukosa yang masuk ke dalam sel dalam batas yang normal. Sehingga kadar glukosa dalam darah tidak melebihi 70-140 mg/dl. Insulin sendiri merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas. Hormon insulin memang memiliki peran yang vital dalam mengatur kadar glukosa dalam darah. Tanpa adanya insulin, glukosa tidak akan bisa masuk ke dalam sel dan tidak tubuh tidak bisa bermetabolisme membentuk energi.

Kekurangan insulin atau kondisi insulin yang tidak normal sehingga tidak dikenali oleh reseptor sel akan menghalangi masuknya glukosa ke dalam sel. Keadaan ini menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah sehingga kadar glukosa akan semakin meningkat. Seseorang yang mengalami hal ini akan merasa sangat lemas karena tubuhnya tidak bisa menghasilkan energi.

Kondisi inilah yang dialami oleh penderita diabetes. Tubuh penderita diabetes kekurangan banyak insulin sehingga mengacaukan proses distribusi glukosa ke dalam sel. Jika tidak segera ditangani, kadar insulin dalam tubuh terus menurun sementara produksi glukosa tidak dapat dihentikan. Kadar glukosa dalam darah akan terus naik dan menjadi tidak terkontrol. Pada keadaan ini penderita diabetes harus segera mendapatkan penanganan.

Patofisiologi Gagal Ginjal Karena Diabetes

Patofisiologi gagal ginjal kronik karena diabetes dialami oleh penderita diabetes yang juga menderita gagal ginjal. Banyak pertanyaan mengenai kenapa diabetes menyebabkan gagal ginjal. Penyakit diabetes akan menyebabkan komplikasi di seluruh tubuh yang tidak bisa dihindari. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah serangan jantung, stroke, hipertensi, dan gagal ginjal.

Sponsors Link

Gagal ginjal yang sudah parah akan menjadi gagal ginjal kronis. Yaitu sebuah keadaan di mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik karena mengalami kerusakan yang bertahap dan terus menerus. Gagal ginjal kronis adalah hasil dari rusaknya jaringan nefron yang berfungsi untuk menyaring darah kotor pada tubuh. Jaringan nefron rusak akibat berbagai penyebab gagal ginjal kronis yang mungkin terjadi.

Fungsi utama dari organ ginjal adalah menyaring semua limbah dan zat sisa hasil metabolisme yang terbuang. Dalam proses ini, ginjal memiliki jaringan nefron yang terdiri dari jutaan sel untuk melakukan penyaringan tersebut. Untuk bisa bekerja dengan baik, nefron membutuhkan asupan oksigen dan darah bersih yang cukup dari pembuluh arteri yang ada pada ginjal. Pada tubuh yang sehat, aliran darah bersih dan oksigen berjalan lancar sehingga ginjal bisa berfungsi dengan baik. Namun ada dua kondisi yang menyebabkan terhambatnya aliran oksigen menuju nefron: tekanan darah yang terlalu tinggi dan kadar glukosa dalam darah yang terlalu banyak.

ads

Pada penderita diabetes, kadar glukosa yang ada dalam darah melebihi batas normal sehingga bisa melukai dan akhirnya merusak pembuluh darah kapiler yang ada pada ginjal. Akibatnya, nefron akan mengalami kekurangan asupan oksigen dan darah bersih. Darah kotor yang ada dalam tubuh tidak dapat tersaring dengan sempurna. Hal ini menganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan karena akan terjadi penumpukan cairan dan garam yang tidak bisa disaring oleh ginjal. Tingginya kadar garam dalam tubuh akan berakibat pada komplikasi lain yaitu hipertensi.

Adanya penumpukan cairan dalam tubuh menyebabkan penderita mengalami kenaikan berat badan yang signifikan dan terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh seperti kaki dan tangan. Menurunnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah kotor dengan sempurna akan melepaskan protein ke dalam urine Anda. Urine akan berbusa, limbah dan kotoran akan menumpuk pada tubuh yang berujung pada tanda tanda ginjal mulai rusak.

Diabetes akan merusak sistem saraf dalam tubuh, termasuk sistem saraf yang ada pada organ ginjal. Kerusakan ini menyebabkan penderita kesulitan buang air kecil karena tubuh tidak bisa mengosongkan kandung kemih. Akibatnya terjadi penumpukan urine pada kandung kemih yang semakin menekan posisi ginjal. Tekanan ini menyebabkan ginjal terluka dan mengalami penurunan fungsi.

Banyaknya jumlah urine yang tertahan pada urine adalah awal dari infeksi ginjal karena pertumbuhan bakteri yang meningkat pesat, terlebih jika terdapat kadar glukosa yang cukup tinggi pada urine. Itulah patofisiologi gagal ginjal karena diabetes yang bisa dialami oleh seseorang.

Tanda-tanda Gagal Ginjal Karena Diabetes

Meski tergolong penyakit yang serius, tidak ada gejala yang signifikan ketika seseorang terkena gagal ginjal karena diabetes. Pertanda yang paling umum adalah adanya busa di dalam urine karena tingginya kadar protein. Jika protein sudah tercampur dengan urine, menandakan kondisi ginjal yang sudah rusak. Gagal ginjal karena diabetes juga bisa terdeteksi oleh hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan tingginya tingkat kreatinin dalam tubuh. Tetapi jika Anda teliti mengenali gejala awalnya, komplikasi ini bisa dicegah sedini mungkin. Bagaimana cara mengenali tanda-tanda gagal ginjal karena diabetes yang sebenarnya tidak nampak itu?

  • Penderita mengalami mual dan muntah yang sangat hebat.
  • Nafsu makan menurun namun berat badan naik.
  • Kaki dan tangan membengkak.
  • Sering merasakan kram di kaki.

Komplikasi yang bisa disebabkan oleh penyakit gagal ginjal karena diabetes memang sangat berbahaya bagi tubuh. Inilah alasan yang menjelaskan patofisiologi gagal ginjal kronik karena diabetes. Sebelum menjadi semakin parah lakukan berbagai pencegahan untuk menghindari kerusakan organ tubuh yang lain. Berikut pola hidup sehat bagi penderita diabetes yang wajib dilakukan:

Sponsors Link

Demikian penjelasan mengenai patofisiologi gagal ginjal kronik karena diabetes. Kini Anda tidak lagi bertanya-tanya bagaimana diabetes bisa berujung pada gagal ginjal. Peringatkan keluarga, saudara, atau kerabat yang menderita diabetes melitus agar waspada terhadap komplikasi gagal ginjal. Menjaga kesehatan organ tubuh sangat penting, karena jika sudah terjangkit penyakit, kondisi kesehatan tidak akan bisa kembali seperti sedia kala.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :