Sponsors Link

Patofisiologi Gagal Ginjal Akut yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Ginjal merupakan organ di dalam tubuh yang memiliki fungsi tersendiri untuk metabolisme tubuh, yaitu sebagai organ sekresi atau organ pembuangan limbah. Ginjal bertugas untuk menyaring semua limbah cair dari darah dan membuangnya dalam bentuk urine atau air kencing. Ginjal tentunya berperan aktif dalam membersihkan darah sehingga darah yang mengalir di seluruh tubuh menjadi darah yang bersih dan tidak mengandung limbah. Bisa dibayangkan jika organ ginjal tidak bekerja dengan baik, maka tentunya tubuh akan terganggu metabolismenya.

ads

Organ ginjal bisa saja mengalami gangguan. Salah satunya adalah gagal ginjal. Gagal ginjal adalah kondisi dimana ginjal mengalami penurunan fungsi sehingga limbah tidak bisa dibuang secara normal. Gagal ginjal itu sendiri bisa terjadi secara bertahap atau bahkan juga bisa terjadi secara mendadak (akut). Pada artikel kali ini, pembahasan akan dititikberatkan pada gagal ginjal akut.

Baca juga:

Gagal ginjal akut merupakan salah satu jenis penyakit ginjal yang mempengaruhi kinerja ginjal secara tiba-tiba atau mendadak. Gagal ginjal akut atau yang juga sering disingkat sebagai GGA bisa terjadi kepada siapa saja. Namun, orang dengan riwayat penyakit tertentu yang biasanya lebih rentan mengalami gagal ginjal akut ini. Secara umum, penyebab dari gagal ginjal akut di antaranya:

  • Volume darah rendah – bisa terjadi karena penyakit tertentu yang menyebabkan pendarahan, dehidrasi, diare, atau cedera parah.
  • Jumlah darah di bawah normal – bisa terjadi karena penyakit pada jantung atau penurunan fungsi hati
  • Adanya gangguan pembuluh darah – bisa terjadi karena ada penyumbatan atau pembengkakan pada pembuluh darah, terutama yang menuju ginjal
  • Efek obat-obatan – bisa terjadi jika si pasien sebelumnya mengonsumsi obat-obatan tertentu yang bisa mempengaruhi kinerja ginjal
  • Saluran urine tersumbat – bisa mengakibatkan ginjal tidak bisa membuang limbah tubuh
  • Adanya kerusakan pada ginjal – bisa terjadi karena kolesterol, penyakit lupus, atau penggumpalan pada darah yang menyumbat aliran darah

Adapun orang-orang yang lebih rentan terserang gagal ginjal akut di antaranya:

  • Pengidap penyakit liver
  • Pengidap diabetes
  • Infeksi parah
  • Orang yang dehidrasi
  • Usia lebih dari 65 tahun
  • Sedang dirawat di rumah sakit
  • Pengidap penyumbatan pembuluh darah
  • Pengidap penyumbatan saluran urine

Baca juga:

Itulah penyebab secara umum gagal ginjal akut. Namun pada dasarnya, gagal ginjal akut bisa diklasifikasikan berdasarkan patofisiologi gagal ginjal akut menjadi tiga jenis, di antaranya sebagai berikut.

Sponsors Link

1. Gagal ginjal akut pra-renal

GGA pra-renal merupakan salah satu jenis gagal ginjal akut yang terjadi karena hipoperfusi pada ginjal. Hipoperfusi itu sendiri diindetikkan dengan penurunan sirkulasi atau volume sirkulasi. Pada kasus gagal ginjal pra-renal, jaringan pada ginjal masih bekerja dan gangguan tidak cukup parah. Namun tetap saja penderita harus segera diperiksa menegnai penyebab terjadinya GGA pra-renal untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih parah di kemudian hari. Karena jika GGA pra-renal tidak segera ditangani dengan baik, maka tingkatan GGA akan meningkat menuju GGA renal yang lebih sulit untuk disembuhkan.

2. Gagal ginjal akut renal

Jenis gagal ginjal akut berikutnya adalah gagal ginjal akut renal. Gagal ginjal akut jenis ini biasanya disebabkan oleh adanya gangguan vaskuler di dalam tubuh yang mengakibatkan nekrosis tubular akut (NTA). Gangguan dan kelainan pada NTA ini bisa disebabkan beberapa komponen dari vaskuler dan tubuler yang akan dijelaskan di bawah ini.

ads

Kelainan vaskuler

Kelainan vaskuler pada nekrosis tubular akut di antaranya sebagai berikut.

  • Adanya peningkatan Ca2 dan sistosolik pada bagian ateriol afferen glomerulus. Hal ini menyebabkan sensitifitas terhadap substansi vasokonstriktor meningkat. Selain itu juga menyebabkan gangguan pada otoregulasi.
  • Adanya peningkatan stress oksidatif di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan pada endotel vaskuler ginjal. Kondisi ini mengakibatkan angiotensin-II dan Et-I meningkat. Sebaliknya, prostaglandin dan juga NO mengalami penurunan.
  • Adanya peningkatan mediator inflamasi. Hal ini bisa disebabkan oleh tumor necrosis factor. Atau bisa juga disebabkan oleh interleukin-18. Gangguan ini akan mengakibatkan sel radang meningkat. Sel radang yang meningkat akan lengket dan meningkatkan risiko dan potensi dari radikal bebas.

Kelainan tubuler

Selain kelainan vaskuler, ada juga kelainan tubuler, yaitu sebagai berikut.

  • Adanya peningkatan Ca2 dan intrasel. Hal inilah yang mengakibatkan calpain, cystolic, dan phospolipase-A meningkat. Selain itu terjadi juga kerusakan actin yang mengakibatkan penurunan pada reansorbsi Na+. Kondisi ini menyebabkan NaCl meningkat menuju macula densa. Maka dari itu akan terjadi autoregulasi yang menyebabkan ginjal tidak berfungsi dengan baik.
  • Adanya peningkatan NO dan hal ini akan mengakibatkan kondisi apoptosis sel dan juga nekrosis.
  • Terjadi obstruksi tubulus. Kondisi ini disebabkan oleh mikrovilli tubulus proksimal yang membentuk substrat. Substrat tersebut akan membuat sumbatan pada tubulus itu sendiri sehingga saluran ginjal terhambat.
  • Adanya kerusakan pada sel tubulus. Kondisi ini akan mengakibatkan masuknya cairan intratubuler ke dalam sirkulasi peritubuler karena ada kebocoran pada tubulus.

3. Gagal ginjal akut post-renal

Jenis gagal ginjal akut selanjutnya berdasarkan patofisiologi gagal ginjal akut adalah GGA post-renal. Gagal ginjal yang satu ini sudah sangat parah dan berbahaya bagi penderitanya. Penyebab utama dari GGA post-renal ini adalah obstruksi intra-renal maupun ekstra-renal. Kondisi obstruksi intra-renal terjadi jika protein dan juga kristal mengalami deposisi. Sementara itu, obstruksi ekstra-renal terjadi pada bagian pelvis ureter.

Obstruksi ureter terjadi pada fase awal, yaitu dengan meningkatnya aliran darah sehingga tekanan pelvis ginjal jug amengalami peningkatan. Penyebab dari kondisi ini adalah prostaglandin-E2. Setelah fase awal terjadi, maka akan muncul fase selanjutnya hanya dalam hitungan jam (1 hingga 2 jam saja). Kondisi yang terjadi adalah menurunnya aliran darah ginjal. Kondisi ini terjadi karena thromboxane-A2 dan A-II mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan pelvis ginjal tetap mengalami peningkatan tekanan. Kemudian, setelah fase kedua terjasi, fase ketiga akan mulai terjadi. Hal ini akan menyebabkan aliran darah ginjal tetap mengalami penurunan. Namun tejanan pada pelvis ginjal tidak lagi naik, namun menurun setelah beberapa minggu.

Baca juga:

Demikianlah beberapa klasifikasi gagal ginjal akut berdasarkan patofisiologisnya. Selain beberapa klasifikasi gagal ginjal akut di atas, ada juga klasifikasi gagal ginjal akut berdasarkan tahapan atau tingkat keparahan penyakitnya. Berikut ini juga ada penjelasan mengenai tahapan-tahapan dari gagal ginjal akut yang dibagi menjadi beberapa tahap, di antaranya:

1. Gagal ginjal akut stadium awal

Gagal ginjal stadium awal merupakan sebuah fase atau stadium dimana penyakit mulai terjadi dan diakhiri dengan oliguria. Oliguria adalah sebuah kondisi dimana urine keluar dari tubuh kurang dari 1 ml/kg/jam (bayi) dan 400 ml/hari (dewasa).

Sponsors Link

2. Gagal ginjal akut stadium oliguria

Stadium oliguria ditandai dengan jaringan ginjal yang mulai rusak. Dalam hal ini pasien akan memiliki volume urine hanya 75% dari kondisi normal. Kadar kreatinin serum pada staidum ini juga mulai meningkat, bahkan melebihi batasan normal. Pasien juga biasa mengalami azotemia dalam kadar ringan. Selain itu juga akan mengalami nokturia. Pasien juga mulai mengalami perubahan pada pola makan, namun mereka tidak menyadari atau tidak memperhatikannya.

3. Gagal ginjal akut stadium III

Gagal ginjal akut stadium III bisa terjadi pada pasien dengan level keparahan penyakit yang tinggi. Pada gagal ginjal stadium III biasanya si pasien baru menyadari bahwa sedang ada yang tidak beres di dalam tubuhnya. Hal ini dikarenakan gejala fisik baru mulai terlihat secara jelas, misalnya mual dan muntah, insomnia, hilang atau mengalami penurunan pada fungsi otak, pingsan, hingga koma. Pada stadium III ini, gagal ginjal bisa terjadi karena kerusakan sudah menginjak angka 90%.

Baca juga:

Itulah beberapa penjelasan mengenai patofisiologi gagal ginjal akut dan beberapa faktor risiko yang perlu diketahui. Jika Anda merupakan salah satu orang dengan risiko tinggi gagal ginjal akut, sebaiknya mulai menata pola hidup menjadi lebih sehat agar terhindar dari gagal ginjal akut ini. Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan tambahan yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,