Sponsors Link

6 Penyebab Ada Partikel Putih Pada Urine

Sponsors Link

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan partikel putih muncul pada urine. Kebanyakan dari penyebab tersebut memang masih bisa dengan mudah diobati namun tetap harus diperiksakan ke dokter untuk memastikan jika hal tersebut bukanlah pertanda masalah kesehatan yang serius. Agar tidak salah, teruslah membaca artikel kali ini tentang penyebab ada partikel putih pada urine supaya bisa meningkatkan kewaspadaan anda sekaligus mengetahui bagaimana cara mengelelolanya dengan tepat.

1. Infeksi Saluran Kemih

Penyakit infeksi saluran kemih menjadi salah satu penyebab partikel putih pada urine. Umumnya, bakteri, jamur, parasit dan juga virus tertentu yang bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Sebagian besar ISK bisa mempengaruhi uretra atau kandung kemih di saluran kemih bagian bawah namun juga bisa mempengaruhi ureter dan ginjal di saluran kemih bagian atas. Pada pria dan wanita, keluarnya cairan dari uretra karena ISK ini bisa menyebabkan partikel putih di dalam urin.

Gejala dari infeksi saluran kemih ini meliputi:

  • Sensasi terbakar ketika buang air kecil.
  • Sering buang air kecil melebihi frekuensi buang air kecil normal.
  • Meningkatnya keinginan untuk buang air kecil.
  • Urine berwarna merah atau keruh.
  • Urin berwarna gelap.
  • Urine berbau menyengat.
  • Nyeri panggul pada wanita atau pria.

2. Batu Ginjal

Ketika tingkat zat pembentuk kristal seperti kalsium oksalat atau asam urat terlalu tinggi pada saluran kemih, maka ini bisa menumpuk pada urin dan ginjal anda. Batu ginjal tersebut kemudian bisa pindah ke bagian lain dari saluran kemih anda. Jika anda memiliki batu ginjal yang cukup kecil, anda bisa mengeluarkannya ketika buang air kecil dan terlihat ada partikel putih dalam urine tersebut.

Gejala yang biasanya muncul karena batu ginjal meliputi:

  • Keinginan buang air kecil yang mendesak.
  • Rasa sakit hebat di perut, punggung bagian bawah atau samping.
  • Rasa sakit yang menjalar ke pangkal paha dan perut bagian bawah.
  • Saat buang air kecil terasa panas.
  • Urine berdarah, keruh atau berbau.

3. Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual atau IMS merupakan infeksi yang ditularkan lewat hubungan seks vaginal, anal atau oral. Ada banyak jenis IMS dan beberapa diantaranya bisa menyebabkan keluarnya pastikel putih pada urine termasuk klamidia dan gonore serta trichomoniasis parasit protozoa.

Ketika anda buang air kecil, maka urin akan terlihat keruh seperti ada jaringan putih di dalamnya. Untuk pria biasanya tidak memiliki gejala tambahan seperti saat buang air kecil terasa sakit atau sensasi terbakar ketika buang air kecil. Namun untuk wanita, ada dua gejala yang harus diperhatikan seperti gatal pada vagina dan nyeri panggul.

4. Ovulasi

Lendir serviks diproduksi dan dikeluarkan dari serviks. Baik konsistensi dan jumlah yang dikeluarkan akan berubah ubah tergantung dari siklus bulanan anda. Sebelum dan menjelang ovulasi, anda mungkin akan mengalami lendir ekstra yang lebih lembab dan lebih lembut dari biasanya dan tidak jarang juga mengeluarkan lendir lewat urin tersebut. Jika lendir sudah berbau busuk, berdarah atau berwarna hijau, maka segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan secepatnya.

5. Vaginosis Bakteri

Bacterial Vaginosis merupakan peradangan yang terjadi pada vagina pada saat ada ketidakseimbangan bakteri yang terjadi secara alami. Seringkali, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Namun untuk beberapa wanita juga mengalami keluarnya partikel cairan tipis, abu abu, putih atau hijau dari are vagina. Jika ini keluar ketika anda buang air kecil, maka akan terlihat sekumpulan berwarna putih pada urin anda.

Beberapa gejala yang mungkin terjadi ketika terkena vaginosis bakteri diantaranya adalah:

6. Infeksi Ragi

Infeksi ragi vagina bisa terjadi karena jamur ragi Candida albicans di vagina yang tumbuh terlalu berlebihan. Salah satu gejala yang paling umum adalah keluarnya cairan tebal dan tidak berbau yang sekilas terlihat seperti keju cottage.

  • Beberapa gejala lain yang bisa ditimbulkan karena infeksi ragi diantaranya adalah:
  • Rasa askit ketika berhubungan seks.
  • Kemerahan.
  • Sensasi terbakar ketika buang air kecil atau berhubungan seks.
  • Pembengkakan.
Sponsors Link
>
, , , ,