Sponsors Link

Makanan Pantangan dan Anjuran Saat Cuci Darah

Sponsors Link

Umumnya, tujuan cuci darah dilakukan pada saat seseorang sudah mengalami gagal ginjal. Apabila ginjal sudah tidak bisa melakukan tugasnya untuk mencuci darah di dalam tubuh, sehingga cuci darah harus dilakukan dengan memakai alat khusus. Ada beberapa pantangan dan anjuran saat cuci darah yang berhubungan dengan makanan, ini tentunya sangat berhubungan dengan kesehatan ginjal pasien. Lalu, apa saja makanan pantangan dan anjuran saat cuci darah tersebut?, berikut penjelasannya.

Anjuran Makanan Saat Cuci Darah

Makanan paling tepat dikonsumsi saat melakukan salah satu dari macam macam cuci darah nantinya akan sangat membantu kesehatan pasien. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang wajib dikonsumsi lebih banyak pada saat cuci darah.

1. Makanan Kalori Tinggi

Pasien yang sedang menjalani cuci darah butuh asupan kalori yang lumayan tinggi. Hal ini dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap kuat selama sedang menjalani manfaat cuci darah. Selain itu, pada saat sedang melakukan cuci darah, pasien akan lebih rentan mengalami penurunan berat badan. Untuk itu, sebaiknya asupan makanan yang dikonsumsi merupakan makanan padat. Masing masing pasien juga mempunyai kebuutuhan kalori yang berbeda beda, untuk itu akan lebih baik jika dikonsultasikan dengan dokter serta ahli gizi.

2. Makanan Mengandung Protein Tinggi

Pasien yang sedang menjalani cuci darah membutuhkan protein lebih banyak dibandingkan dengan orang yang sehat. Ini dibutuhkan supaya bisa mencegah pasien kekurangan protein ketika cuci darah sedang berlangsung. Proses pencucian darah yang memakai alat khusus tersebut membuat jumlah protein dalam tubuh menurun dengan drastis dan ternyata juga ada efek samping tidak rutin cuci darah. Jika protein tidak segera diganti, maka tubuh bisa mengalami gangguan fungsi organ lain.

Di dalam tubuh, protein berguna untuk membangun sekaligus memperbaiki sel sel termasuk juga otot. Pada saat tubuh kekurangan protein, maka berat badan akan menurun drastis dan massa otot juga akan hilang. Untuk pasien yang melakukan cuci darah, sumber protein yang harus dikonsumsi adalah sekitar 1 hingga 1.2 gram per kilogram berat badan. Contonya jika anda memiliki berat badan 60 kg, maka dalam satu hari harus mengkonsumsi makanan berprotein sebanyak 60 hingga 72 gram. Untuk mengetahui porsi yang paling benar, sebaiknya juga dikonsultasikan dengan ahli gizi sebab kebutuhan protein setiap orang juga berbeda beda.

Pantangan Makanan Cuci Darah

Jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketika sedang mengalami penyakit yang harus cuci darah adalah makanan yang bisa mengganggu atau menambah kerja ginjal seperti makanan mengandung fosfor, kalium dan juga natrium atau garam.

1. Makanan Mengandung Natrium

Bisa dikatakan, natrium merupakan asupan yang harus diwaspadai ketika mengalami gangguan ginjal. Ketika natrium di dalam tubuh terlalu tinggi, maka sel sel akan menyerap cairan lebih banyak seperti sponge. Saat hal tersebut terjadi, maka tekanan darah akan meningkat dan akhirnya juga akan berdampak pada ginjal.

Untuk itulah, pasien yang mengalamisalah satu dari macam macam penyakit ginjal tidak boleh menambahkan garam pada makanannya. Namun sayangnya, natrium tidak hanya terdapat pada garam, namun juga hampir selalu ada di setiap makanan kemasan dan olahan yang mengandung natrium di dalamnya. Untuk itu, sebaiknya hindari semua makanan dan minuman kemasan mulai dari sekarang.

2. Makanan Mengandung Kalium

Ketika di dalam tubuh, kalium bisa mempengaruhi kerja jantung pada saat cuci darah sedang dilakukan. Kadar kalium bisa meningkat yang akhirnya akan berdampak pada jantung. Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi bisa membahayakan jantung yang juga bisa berdampak fatal. Untuk itu, sebaiknya anda menghindari makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti:

  • Gula merah dan sirup maple.
  • Kacang kacangan.
  • Kelapa dan produk berbahan kelapa.
  • Buah buahan seperti pisang, melon dan jeruk.
  • Sayuran seperti tomat, bayam dan labu.

Hampir sebagian sayuran mentah mengandung kalium sehingga sebaiknya konsumsi sayuran yang sudah matang, sebab proses memasak akan mengurangi kadar kalium dalam sayur.

Sponsors Link
>
, , ,