Sponsors Link

Operasi Perbaikan Pelvis Ginjal – Cara Kerja – Manfaat – Komplikasi

Sponsors Link

Operasi perbaikan pelvis ginjal merupakan prosedur intervensi medis untuk memperbaiki pelvis ginjal yang merupakan bentuk pengobatan ureteropelvic junction obstruction [UPJO] yang biasanya dialami anak anak yang menjadi salah satu dari macam macam penyakit ginjal. Sementara untuk prosedurnya sendiri juga biasa disebut dengan nama pyeloplasty. Sumbatan pada saluran ginjal memang sering terjadi namun UPJO ini sedikit berbeda karena merupakan penyumbatan yang terjadi pada persimpangan uteropelvik yakni bagian dasar tempat ginjal dan ureter bertemu. Sumbatan tersebut nantinya bisa menyebabkan urin naik menuju ginjal yang dinamakan dengan hidroneprosis yang akhirnya membuat organ ginjal tertekan kemudian rusak. Lalu, apa saja manfaat dari operasi perbaikan pelvis ginjal, cara kerja dan apa saja hasil yang bisa diperoleh?, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

Manfaat Operasi Perbaikan Pelvis Ginjal

Rekonstruksi pelvis ginjal bisa dilakukan untuk membuka sumbatan sekaligus menghilangkan tekanan yang terjadi pada ginjal selama proses. Operasi perbaikan pelvis ginjal ini dilakukan untuk mereka yang sudah didiagnosa terkena UPJO yang bisa terjadi pada siapa saja meski anak anak usia dini dan juga bayi dalam kandungan yang lebih sering terkena UPJO tersebut.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan penyumbatan pada persimpangan uteropelvik seperti contohnya tumor atau polip, letak pemuluh darah yang salah, luka pada perut dan juga batu ginjal. Akan tetapi untuk penyebab yang sering terjadi pada bayi dalam kandungan umumnya disebabkan karena perkembangan abnormal seperti saluran ginjal yang mengalami penyempitan.

Meski bisa terdeteksi dengan USG, akan tetapi untuk anak usia dini yang tidak memperlihatkan gejala, maka tetap akan sulit terdeteksi. Namun jika masalah ginjal ini sudah terjadi cukup lama, maka biasanya anak akan mengeluh nyeri di bagian punggung bawah dekat dengan ginjal, terjadi pendarahan dan nyeri saat buang air kecil dan menderita penyakit infeksi saluran kemih atau ISK.

Berhasil atau tidaknya operasi ini tergantung dari tingkat keparahan kondisi yang terjadi pada pasien. Apabila belum kronis, maka peluang ginjal bisa diselamatkan akan lebih besar. Namun, operasi ini bukan bertujuan untuk mencegah kambuhnya UPJO atau ciri ciri penyakit ginjal lain di kemudian hari. 

Sponsors Link

Cara Kerja Pyeloplasty

Cara kerja pyeloplasty atau operasi perbaikan pelvis ginjal bisa dilakukan dengan cara bedah terbuka untuk membuat satu sayatan besar di bagian samping dekat ginjal atau bisa juga secara laparoskopi yakni dengan tiga sayatan kecil pada area yang saling berdekatan. Dalam laparoskopi ini, alat berbentuk tabung panjang yang fleksibel akan dimasukkan lengkap dengan kamera dan penerangan di bagian ujung. Kegunaan dari alat ini adalah untuk memberikan gambaran langsung pada organ yang akan di operasi dan juga jaringan sekitarnya.

Sesudah gambaran didapatkan, maka sayatan akan dibuat di persimpangan uteropelvik kemudian dokter bedah akan memperbaiki atau merekonstruksi anatomi saluran kemih yakni pelvis ginjal dengan cara membuang sumbatan dan menghubungkan ujung ureter. Dalam prosedur ini tidak memerlukan bahan artifisial untuk memperbaiki ginjal. Sesudah sayatan selesai, maka akan kembali dijahit dengan benang yang bisa larut. 

Sponsors Link

Dokter juga akan memasukkan kateter ke kandung kemih lewat uretra agar nantinya pasien bisa buang air kecil selama prosedur sedang dilakukan atau mengeluarkan penumpukan air seni sesudah prosedur selesai dilakukan. Cincin atau ring nantinya akan dipasang pada ureter untuk menjaganya agar tetap terbuka dan kateter harus dipasang selama beberapa minggu sampai pelvis ginjal sudah sembuh total. Prosedur ini umumnya akan dilakukan selama 3 hingga 4 jam dengan bius total sehingga pasien bisa tidur dengan nyaman selama operasi sedang dilakukan.

Komplikasi

Proses memasukkan kateter pada kandung kemih nantinya akan mengubah warna urin menjadi coklat atau merah muda. Selain itu, pasien akan lebih sering merasa ingin buang air kecil, kandung kemih terasa gatal dan timbul sensasi tidak nyaman atau nyeri. Infeksi juga bisa terjadi dan berkembang sehingga dokter umumnya juga akan meresepkan antibiotik serta obat pereda nyeri untuk pasien.

 

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan