Sponsors Link

Oliguria : Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Sponsors Link

Urine adalah air limbah yang diekskresikan oleh tubuh dan dibentuk di dalam organ ginjal. Urine dari ginjal akan diteruskan ke saluran kemih, seperti kandung kemih dan uretra, baru kemudian terbuang ke luar tubuh. Kondisi urine secara tidak langsung bisa dijadikan acuan terhadap masalah kesehatan tubuh, khususnya organ di sistem ekskresi. Bukan hanya dari warna urine saja, Perbedaan Urine Normal dan Abnormal juga bisa dilihat dari volume dan frekuensi pembuangan urine dalam sehari.

ads

Salah satu permasalahan yang bisa saja terjadi terkait dengan urine adalah kondisi dimana tidak banyak urine yang dikeluarkan dalam kurun waktu 24 jam. Kondisi ini disebut dengan oliguria. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai permasalahan ini, berikut beberapa penjelasannya.

Pengertian

Kondisi oliguri terjadi jika keluarnya urine dari tubuh kurang dari volume yang seharusnya, yaitu kurang dari 400 ml per hari pada orang dewasa, kurang dari 1 ml/kg/jam pada bayi, dan kurang dari 0,5 ml/kg/jam pada anak-anak. Kondisi tersebut bukan kondisi yang normal karena selalu dikaitkan dengan kesehatan fungsi ginjal dan saluran kemih lainnya.

Bahkan gejala oliguria merupakan salah satu tanda utama dari kemunduran fungsi ginjal atau permasalahan di organ saluran kemih. Sehingga jika terjadi kepada Anda, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara lebih menyeluruh.

Penyebab

Penyebab dari kondisi oliguri ini bisa bermacam-macam karena faktor menurunnya volume urine juga bermacam-macam. Berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan oliguria terjadi.

  1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi dimana tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup sehingga volume air yang dikeluarkan juga akan menurun dari biasanya. Dehidrasi bisa terjadi jika seseorang tidak mencukupi asupan air secara cukup. Atau bisa juga terjadi jika seseorang berada di lingkungan yang panas namun jarang minum.

  1. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan salah satu jenis gangguan di saluran kemih yang disebabkan oleh adanya material padat di dalamnya. Batu ginjal memang tidak selalu memiliki ukuran yang besar. Namun jika ukuran batu ginjal di dalam tubuh semakin membesar, maka saluran kemih akan tersumbat. Hal ini menyebabkan urine tidak lancar keluarnya. Permasalahan ini terjadi jika ada zat sisa limbah yang mengendap di dalam tubuh dan lama kelamaan mengeras membentuk kristal.

  1. Gagal ginjal

Kondisi oliguria juga bisa terjadi karena gagal ginjal, baik gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronis. Gagal ginjal adalah penurunan fungsi ginjal. Karena ginjal adalah organ yang berperan dalam proses pembentukan urine, maka jika fungsi ginjal menurun, tentunya volume urine juga akan menurun. Hal ini yang bisa memicu kondisi oliguri pada seseorang. Jika oliguri terjadi, biasanya itu adalah Kapan Cuci Darah Harus Dilakukan pada gagal ginjal.

Sponsors Link

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu jenis infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri E. coli yang berhasil menginfeksi di area saluran kemih. Kebanyakan penyakit ini terjadi kepada wanita. Salah satu gejala dari Infeksi Saluran Kemih Jika Tidak Diobati adalah anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil, namun volume air kencing yang dikeluarkan tidak bisa banyak.

  1. Penyempitan

Urine yang dikeluarkan dari tubuh tentu melewati sebuah saluran. Jika saluran tersebut mengalami penyempitan, dan menghambat jalannya urine, makan volume urine yang akan dihasilkan akan berkurang. Penyempitan saluran ini bisa karena gangguan prostat pada pria. Atau bisa juga disebabkan oleh penyempitan ureter juga uretra.

ads
  1. Tumor

Tumor, baik yang jinak maupun yang ganas juga bisa menjadi penyebab dari volume urine yang berkurang. Tumor yang berada di ginjal atau saluran kemih bisa mempengaruhi proses produksi atau pengeluaran urine dari tubuh sehingga dapat menghambat keluarnya air kencing.

  1. Faktor lain

Selain Penyakit Sistem Kemih, faktor lainnya yang bisa menyebabkan penurunan volume urine antara lain gangguan pada persyarafan, efek samping dari obat-obatan tertentu, gangguan hormon, dan sebagainya. Untuk mengetahui penyebab pasti kondisi oliguri yang Anda alami, sebaiknya berkunjung ke dokter untuk melakukan sejumlah pemeriksaan.

Pengobatan

Pengobatan untuk kondisi oliguria tentunya perlu dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Maka dari itu perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui diagnosis yang pasti dari kondisi tersebut. Sebelum melakukan diagnosis, dokter pasti akan melakukan sejumlah pemeriksaan, misalnya:

  • Tes urine untuk melihat senyawa apa saja yang ada pada urine
  • Tes darah untuk mengetahui kandungan darah normal atau tidak, mengingat darah juga berpengaruh terhadap ginjal
  • Biopsi ginjal yaitu pengambilan sejumlah jaringan sebagai sampel
  • Pencitraan untuk mengetahui kondisi ginjal dengan lebih jelas

Tujuan dari beberapa tes di atas adalah untuk mengetahui kondisi ginjal dan saluran kemih secara lebih jelas dan lengkap lagi sehingga bisa ditemukan penyebab dari kondisi oliguri yang ada.

Jika sudah diketahui penyebabnya, maka pengobatan perlu dilakukan sesuai dengan penyakit yang melatarbelakanginya. Misalnya jika dehidrasi adalah penyebabnya, maka disarankan untuk memenuhi konsumsi cairan yang cukup setiap harinya. Namun jika penyebabnya adalah penyakit batu ginjal, apa lagi jika ukurannya besar, maka penanganan yang mungkin dilakukan adalah operasi pengangkatan batu ginjal.

Jika penyebabnya adalah gagal ginjal, penanganan umum yang dilakukan adalah cuci darah dengan tujuan untuk membesihkan limbah di tubuh akibat fungsi ginjal yang tidak bekerja. Obat diuretik juga mungkin dibeikan untuk meringankan gejala dari penumpukan cairan di dalam tubuh.

Sponsors Link

Pencegahan

Sebelum semua itu terjadi, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala oliguri itu sendiri, yaitu dengan menjaga kesehatan tubuh terutama ginjal dan saluran kemih. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan.

  • Cukupi asupan cairan setiap hari secara cukup setidaknya 8 gelas per hari.
  • Hindari menahan kencing terlalu lama karena tidak baik untuk kesehatan tubuh.
  • Konsumsi makanan yang sehat dengan pola makan yang sehat setiap hari.
  • Cek gula darah dan tekanan darah secara berkala untuk mencegah diabetes dan hipetensi. Hal ini dikarenakan kedua hal ini adalah penyebab utama dari gagal ginjal kronis yang kerap kali terjadi.
  • Cuci kemaluan dengan cara dan teknik yang benar setelah buang air besar dan buang air kecil agar bakteri tidak berpindah dari anus ke saluran kemih, terutama bagi wanita yang memiliki saluran uretra lebih pendek daripada pria.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai oliguria yang perlu diketahui. Ketahui juga beberapa Cara Menjaga Kesehatan Ginjal agar ginjal tetap dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sebagaimana mestinya. Hindari segala kemungkinan yang dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , , ,