Sponsors Link

Apakah Oligomeganefronia?

Sponsors Link

Mungkin, anda sudah mengenal ginjal dengan lebih baik, namun tidak dengan nefron. Nefron merupakan komponen terkecil dari ginjal supaya fungsi ginjal bisa berjalan dengan baik. Orang dewasa yang sehat mempunyai 0.8 hingga 1.5 juta nefron di setiap ginjal yang memiliki berbagai fungsi, seperti:

  • Ekskresi urin.
  • Menyaring darah yang disebut dengan filtrasi dan dilakukan di glomerulus.
  • Menyerap kembali yang disebut dengan reabsorpsi dan dilakukan di tubulus kontortus proksimal.
  • Sekresi zat berlebih atau yang tidak berguna di dalam tubuh yang disebut dengan augmentasi dan dilakukan di tubulus kontortus distal.
  • Mengatur kadar zat dan cairan di dalam tubuh.

Sebagai organ tubuh, tentunya ginjal terutama nefron tidak lepas dari penyakit. Ada banyak macam macam penyakit pada ginjal yang mungkin sudah diketahui, namun kali ini kami akan mengulas tentang oligomeganephronia untuk tambahan informasi anda.

Apakah Oligomeganephronia?

Oligomeganephronia pertama kali dijelaskan Renee Habib seorang ilmuwan Perancis tahun 1962 yang merupakan jenis hipoplasia ginjal yang dihasilkan dari defek kualitatif parenkim ginjal. Dengan berkurangnya jumlah nefron, maka akan terjadi gangguan ginjal sehingga ukurannya mengecil disertai juga dengan jumlah nefron yang sedikit.

Kondisi tersebut berbeda secara histopatologis dari hipoplasia sederhana di mana ada penurunan massa ginjal dengan ukuran normal nefron. Peristiwa pasti dari oligomeganephronia ini sulit ditentukan khususnya karena sedikit anak anak atau orang dewasa muda yang mengalami tanda masalah ginjal seperti hipoplasia akan menjalani biopsi atau pemeriksaan untuk melihat sel ginjal.

Hal ini bisa terjadi karena banyak orang yang baru pergi ke dokter untuk periksa jika terjadi gejala seperti hematuria atau kencing berwarna merah. Apabila gejala tersebut tidak terjadi, maka mungkin tidak akan pergi ke dokter hingga akhirnya gagal ginjal kronis terjadi.

Oligomeganephronia kongenital bisa terjadi karena genetik atau ras seperti Aborigin Australia. Oligomeganephronia juga banyak terjadi pada anak anak dengan masalah pendengaran dan penglihatan, kelainan anggota gerak dan juga keterbelakangan mental.

Ologimeganephronia terjadi lebih banyak pada pria jika dibandingkan dengan wanita. Sebuah penelitian juga ditemukan jika kondisi tersebut bisa terjadi karena transfusi kembar ke kembar dalam kandungan yang menjadi penyebab utama dari pembentukan ginjal abnormal.

Penyebab Oligomeganephronia

Para ahli tidak mengetahui secara pasti penyebab oligomeganephronia, namun ada beberapa faktor yang dianggap bertanggungjawab terhadap terjadinya oligomeganephronia yang merupakan ciri ciri penyakit ginjal ini.

Faktor faktor tersebut diantaranya adalah gangguan pertumbuhan dalam rahim, penyakit ketika ibu mengandung seperti diabetes dan hipertensi, mengkonsumsi obat obatan selama hamil seperti inhibitor sistem renin angiotensin atau obat antiinflamasi non steroid [NSAID] atau kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol ketika sedang hamil.

Kelahiran prematur yakni sebelum minggu ke-36 juga menjadi faktor risiko akibat perkembangan ginjal yang tidak lengkap. Oligomeganephronia bisa terjadi sebagai bagian dari sindrom multi organ seperti sindrom renal colobomayang yang disebabkan karena mutasi pada gen PA X2 atau bisa disebabkan karena gangguan kromosom termasuk sindrom penghapusan 22q11 atau Wolf.

Tanda dan Gejala Oligomeganephronia

Berat lahir seringkali di bawah nilai rata rata. Pasien bisa datang ketika lahir dengan poliuria atau sering buang air kecil dan polidipsia atau sering haus atau tanda tanda penyebab ginjal tidak berfungsi seperti anemia.

Sesudah tahun pertama kehidupan, seseorang dengan oligomeganephronia, maka tanda yang paling sering terjadi adalah perawakan pendek, poliuria dan juga polidipsia atau proteinuria yakni adanya protein dalam urin kaena gangguan ginjal.

Gagal ginjal umumnya akan terjadi selama kanak kanak atau remaja. Namun dalam beberapa kasus, oligomeganephronia juga bisa terjadi.

Penanganan Oligomeganephronia

Hingga sekarang, masih belum ada pengobatan yang ampuh untuk mengatasi oligomeganephronia. Sedangkan perawatan medis hanya bertujuan untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan, memberi dukungan nutrisi dan juga manajemen manifestasi gejala gagal ginjal kronik. Pengobatan dengan obat ACE inhibitor enxim pengonversi angiotensin mungkin bisa bermanfaat untuk memperlambat perkembangannya. Selain itu, rekomendasi pola makan akan tergantung dari derajat gangguan ginjal pada anak atau orang dewasa.

Sponsors Link
>
, , , ,