Sponsors Link

Apakah Benar Jika Olahraga Keras Menyebabkan Gagal Ginjal Akut?

Sponsors Link

Olahraga memang merupakan aktivitas yang harus dilakukan secara teratur. Namun jika olahraga yang dilakukan terlalu keras maka bisa mengancam kesehatan dan bukan menyehatkan tubuh anda khususnya bisa berakibat fatal untuk organ ginjal. Ini menjadi perhatian penting khususnya bagi anda yang senang melakukan olahraga intensitas tinggi seperti crossfit, marathon dan sebagainya karena kemungkinan gagal ginjal akut bisa saja terjadi dan lebih baik lakukan jenis olahraga penderita ginjal kronis. Agar lebih jelas, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

Olahraga Keras Penyebab Otot Rangka Tubuh Pecah

Ketika olahraga dengan intensitas tinggi dilakukan, maka risiko pecahnya otot rangka bisa terjadi sehingga membuat komponen otot akan masuk ke dalam aliran darah yang dalam istilah medis disebut dengan rabdomiolisis. Rabdomiolisis bisa terjadi pada saat otot benar benar kelelahan dalam bekerja sehingga jaringan yang ada di bagian dalamnya akan mulai menghancurkan diri sendiri sehingga menyebabkan gangguan ginjal.

Hal ini nantinya akan membuat enzim mioglobin dan juga produk dalam serat otot bisa terlepas masuk ke dalam aliran darah. Komponen tersebut kemudian akan menyebabkan komplikasi sehingga menimbulkan ciri ciri ginjal rusak seperti gagal ginjal akut.

Gejala dari rabdomiolisis biasanya akan sulit terdeteksi tergantung dari penyebabnya. Gejala bisa terjadi di satu bagian tubuh atau juga dapat berpengaruh pada seluruh tubuh. Akan tetapi gejala rabdomiolisis yang biasanya terjadi sesudah olahraga berat adalah nyeri di otot bahu, punggung bawah dan juga paha. Nyeri tersebut bahkan bisa membuat penderita kesulitan ketika menggerakan kaki atau lengan mereka. Namun biasanya, pelaku olahraga berat terlalu menyepelekan gejala tersebut hingga akhirnya pembengkakan di salah satu bagian tubuh terjadi dan menyebabkan rasa nyeri yang sangat kuat.

Abdomiolisis Menyebabkan Gagal Ginjal

Apabila gejala abdomiolisis semakin bertambah parah, maka akan terjadi gejala gagal ginjal kronis yang terlihat dengan berubahnya warna urin. Umumnya urin akan berubah warna menjadi coklat gelap atau agak kemerahan sebab sudah bercampur dengan komponen otot. Selain itu, volume urin juga akan terus berkurang hingga nantinya akan berhenti total sehingga olahraga keras menyebabkan gagal ginjal akut akhirnya terjadi.

Gagal ginjal ini biasanya akan terjadi di sekitar 30% penderita pecah otot rangka atau rabdomiolisis. Gejala awal penyakit ginjal juga bisa berkembang hanya dalam hitungan jam atau hari tergantung dari daya tahan tubuh penderita serta konsentrasi zat terlarut dalam darah. Namun seringkali gagal ginjal akut ini berakibat fatal yakni menyebabkan kematian.

Selain urine berwarna merah dan volume urin yang berubah. Gejala gagal ginjal akut lainnya adalah nafas terasa pendek, sering mengantuk, sering kelelahan, mual, bingung dan terasa nyeri seperti tertekan pada bagian dada. Selain itu, pada beberapa bagian tubuh penderita juga bisa bengkak karena cairan dalam tubuh terlalu berlebihan yang umumnya terjadi di area kaki. 

Sponsors Link

Jika gangguan yang terjadi sudah parah, maka dokter akan menyarankan penderita gagal ginjal akut untuk melakukan salah satu dari macam macam cuci darah atau dialisis sekaligus mengkonsumsi beberapa obat untuk pemulihan. Inilah yang menjadi alasan mengapa pelaku olahraga berat harus bisa mendengarkan tubuh agar rabdomiolisis tidak sampai terjadi dan gagal ginjal akut bisa dihindari.

Syarat Melakukan Olahraga Keras

Agar olahraga keras menyebabkan ciri ciri ginjal rusak seperti gagal ginjal tidak terjadi, maka anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter serta personal trainer sebelum aktivitas dilakukan. Ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh anda sehingga risiko yang tidak diinginkan bisa dihindari. Selain berkonsultasi, ada beberapa hal lain yang harus lebih diperhatikan sebelum anda melakukan olahraga keras, diantaranya: 

Sponsors Link

  • Berikan waktu untuk pemulihan dan istirahat bagi tubuh setidaknya 24 jam supaya bisa benar benar pulih sebelum melakukan aktivitas fisik berat berikutnya.
  • Olahraga memang mendorong anda untuk melebihi batas kemampuan anda namun olahraga bukan merupakan tempat untuk menghukum diri sendiri sehingga dengarkan tubuh anda khususnya tentang kapan waktu untuk berhenti.
  • Cukupi kebutuhan cairan ketika berolahraga dan tidak perlu menunggu hingga haus sebab ketika anda merasa haus maka berarti anda sudah mengalami dehidrasi sebanyak 2%. Tanda dehidrasi bisa anda lihat dari faktor perbedaan warna urine menjadi lebih gelap dari biasanya.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup