Sponsors Link

Penyebab Oklusi Ureter Lengkap Dengan Gejala dan Pengobatan

Sponsors Link

Saluran ureter merupakan saluran berbentuk panjang yang terbuat dari otot untuk jalan keluar urin. Saluran ini nantinya bisa membuat urin mengalir dari ginjal menuju kandung kemih. Sedangkan oklusi ureter mengartikan saluran ureter yang mengalami sumbatan sehingga nantinya urin tidak bisa dibuang dari dalam tubuh dan kemudian semakin menumpuk yang akhirnya membuat ginjal semakin membengkak. Jika dibiarkan dan tidak segera diatasi, masalah ini akan semakin berbahaya dan menyebabkan tanda tanda ginjal rusak permanen.

ads

Apakah Saluran Ureter

Saluran ureter memiliki lapisan dinding yang tebal dengan diameter yang hampir sama dari atas ke bawah. Akan tetapi beberapa bagian saluran ini lebih rentan terhadap penyumbatan seperti bagian yang melintasi lubang masuk panggul dan juga bagian dekat dengan kandung kemih.

Oklusi ureter ini bisa sering terjadi dan sebenarnya bisa diobati dengan cara menghilangkan sumbatan ureter untuk menormalkan aliran urin kembali dan mengatasi ciri ciri kandung kemih bermasalah lainnya. Oleh karena kondisi ini lebih mudah diobati, maka komplikasi kronis jarang disebabkan karena penyakit ini.

Penyebab Oklusi Ureter

Penyumbatan pada saluran ureter bisa terjadi karena berbagai hal seperti yang terjadi di dalam ureter, saluran ureter dan juga penyempitan yang terjadi ketika tertekan oleh organ sekitarnya. Beberapa penyebab umum dari penyumbatan saluran ureter diantaranya adalah:

  • Batu ginjal dan bekuan darah: Bisa mneyumbat sebagian atau seluruh saluran ureter tergantung dari ukurannya.
  • Prosedur medis tertentu: Prosedur medis tertentu seperti transplantasi ginjal dan juga pengobatan kanker di sekitar saluran ureter.
  • Penyakit ginjal bawaan: Seseorang yang terlahir dengan dua ureter pada ginjal yang sama dimana umumnya ureter pertama bisa bekerja dengan baik dan ureter kedua bisa berkembang sebagian sehingga menyebabkan masalah.
  • Tumor: Pertumbuhan abnormal yang terjadi di sekitar saluran bisa menekan ureter seperti saat kehamilan dan saat terjadi peradangan di organ perut.
  • Endometriosis: Jaringan yang sering ditemukan pada rahim dan tumbuh juga pada kandung kemih yang menyebabkan jaringan parut terbentuk di ureter.
  • Sembelit kronis: Dalam kasus parah bisa menyebabkan ureter tersumbat.
  • Pembengkakan dinding ureter: Disebabkan karena penyakit kronis dan infeksi.

Gejala Oklusi Ureter

Gejala utama yang terjadi pada oklusi ureter adalah timbul rasa sakit dan penderita yang tidak bisa mengosongkan kandung kemih seluruhnya meski kandung kemih cepat penuh. Hal ini juga sering mengakibatkan penyakit infeksi saluran kemih kronis. Oklusi ureter juga bisa menyebabkan darah bercampur dengan urin dan tingkat keparahan tergantung dari seberapa parah penyumbatan terjadi dan apakah terjadi pada satu atau kedua ureter. Jika tidak segera diatasi, maka kondisi ini akan terus berlanjut yang akhirnya menyebabkan organ ginjal rusak

Sponsors Link

Jenis Pengobatan

Diagnosis oklusi ureter akan dilakukan dengan tes urin dan darah untuk mendeteksi infeksi dan melihat apakah ginjal masih bisa bekerja dengan baik. Pemeriksaan aliran urin dari ginjal menuju kandung kemih nantinya juga akan diperiksa dan jika hasil memperlihatkan abnormalitas, maka akan dikonfirmasi dengan tes pencitraan.

Computed tomography [CT], magnetic resonance imaging [MRI] dan juga scan nuklir ginjal nantinya bisa dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai organ dalam. Beberapa gambar tersebut bisa memperlihatkan apakan terjadi penyumbatan pada ureter dan lokasi penyumbatan nantinya juga bisa diketahui dengan tepat.

Tujuan ahli bedah dalam perawatan kondisi ini memiliki dua tujuan yakni untuk menghilangkan penyumbatan atau kandung kemih bengkak sehingga aliran urin normal bisa dikembalikan dan juga memperbaiki kerusakan yang terjadi pada ginjal jika memang memungkinkan. 

Sponsors Link

Prosedur pengobatan nantinya akan dilakukan dengan mengalirkan kembali cairan yang tertahan di bagian penyumbatan yakni dengan memasukkan sebuah tabung lewat punggung pasien dan juga bisa dengan cara menghubungkan kandung kemih pada kantong drainase eksternal dengan cara memasukkan tabung lewat uretra.

Selanjutnya, pengobatan penyumbatan lewat pembedahan akan dilakukan dengan cara membuat sayatan di bagian perut sehingga dokter bisa mengakses ureter dan melakukan perbaikan sebagai cara memulihkan fungsi ginjal. Sedangkan pada metode invasif yang sekarang ini sering dilakukan, tindakan perbaikan akan dilakukan memakai lengan robot yang lebih terkontrol, presisi dan juga lebih fleksibel. Selain itu, metode invasif juga bisa menurunkan risiko dibandingkan dengan operasi terbuka sebab pasien lebih cepat dalam proses pemulihannya.

Sponsors Link
>
, , ,