Sponsors Link

Obstruksi Outlet Kandung Kemih – Gejala – Penyebab – Diagnosis – Pengobatan

Sponsors Link

Obstruksi outlet kandung kemih atau bladder outlet obstruction [BOO] merupakan penyumbatan yang terjadi di pangkal kandung kemih yang merupakan salah satu ciri ciri kandung kemih bermasalah. Jika ini terjadi, maka bisa mengurangi atau menghentikan aliran urin menuju uretra yakni saluran yang bertugas membuang urin dari dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi pada pria yang berumur lebih tua dan umumnya disebabkan karena benign prostatic hyperplasia atau [BPH] ataupembesaran prostat. Kondisi lain yang bisa mempengaruhi kandung kemih adalah batu kandung kemih dan juga kanker kandung kemih yang juga sering terjadi pada pria.

ads

Gejala Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Penderita obstruksi outlet kandung kemih biasanya akan mengalami salah satu atau beberapa gejala yang terlihat serupa dengan gangguan kandung kemih, masalah ginjal atau masalah buang air kecil lainnya, seperti:

  • Merasa ingin buang air kecil terus menerus
  • Nyeri pada perut
  • Tidak bisa buang air kecil atau penyebab jarang buang air kecil
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Sulit memulai aliran urin ketika buang air kecil
  • Aliran air kencing terputus putus
  • Aliran air kencing lambat atau lemah
  • Sering terbangun tengah malam dan ingin buang air kecil
  • Lemas, mual dan retensi cairan jika sudah terjadi gagal ginjal kronis.

Penyebab Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Penyebab terjadinya obstruksi outlet kandung kemih juga sangat beragam baik penyebab utama dan juga beberapa kondisi yang termasuk jarang terjadi.

  • Kanker kandung kemih
  • Benign prostatic hyperplasia [BPH] atau pembesaran prostat
  • Batu kandung kemih atau batu ginjal
  • Tumor di area panggul seperti leher rahim, rektum, prostat dan rahim.
  • Striktur uretra
  • Sistokel yakni kandung kemih yang turun ke vagina
  • Spasme uretra
  • Ada benda asing yang masuk
  • Posterior urethral valves yakni kelainan bawaan lahir pada laki laki
  • Divertikulitis uretra.

Siapa yang Berisiko Terkena BOO?

Usia umumnya sangat berpengaruh terhadap terjadinya obstruksi outlet kandung kemih. Dengan bertambahnya usia, maka risiko seseorang terkena penyakit ini akan lebih tinggi khususnya pada laki laki.

Diagnosis Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Dokter yang mencurigai seseorang terkena BOO ini biasanya terjadi ketika pembesaran perut yang abnormal atau ketika kandung kemih membesar melebihi ukuran normal. Dokter kemungkinan juga akan mendiagnosis seseorang dengan obstruksi outlet kandung kemih apabila seorang pria mengalami pembesaran prostat atau wanita yang mengalami sistokel yakni gejala kandung kemih turun. Ada beberapa tes yang akan dilakukan untuk diagnosis BOO ini, seperti:

  • Kultur urin untuk memeriksa infeksi kandung kemih
  • Tes darah untuk memeriksa tanda tanda ginjal rusak
  • Tes urin untuk melihat apakah ada darah yang bercampur dengan urine
  • USG ginjal dan kandung kemih yang dilakukan untuk menemukan lokasi penyumbatan urin Rontgen untuk melihat penyempitan uretra.
    Sponsors Link

Pengobatan Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Pengobatan BOO ini nantinya akan tergantung dari penyebabnya. Untuk kebanyakan kasus, kateter akan dimasukkan ke dalam uretra menuju kandung kemih untuk memperbaiki penyumbatan yang terjadi. Terkadang, kateter suprapubik atau kateter yang dimasukkan lewat perut juga mungkin diperlukan untuk mengosongkan urin dari dalam kandung kemih yang berbeda dengan pemasangan kateter dialisis.

Operasi ini umumnya akan dibutuhkan dalam pengobatan jangka panjang. Akan tetapi umumnya kondisi yang bisa menyebabkan penyakit ini bisa ditangani juga dengan beberapa jenis obat. Untuk itu, bicarakan dengan dokter mengenai cara pengobatan terbaik yang bisa didapatkan penderita.

Obstruksi outlet kandung kemih merupakan gangguan pada kandung kemih yang bisa terjadi karena berbagai masalah lain seperti batu kandung kemih, kanker kandung kemih dan berbagai masalah sistem urin lain yang menyebabkan aliran urin tersumbat atau terhenti yang jika tidak segera ditangani maka bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang jauh lebih serius.

Sponsors Link
>
, , ,