Sponsors Link

4 Penyebab Nyeri Ginjal Sesudah Minum Alkohol

Sponsors Link

Ginjal adalah organ yang sangat penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan terbebas dari zat berbahaya seperti salah satunya alkohol. Ginjal juga memiliki tugas untuk menyaring dan membuang limbah tubuh lewat urin serta menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit. Karena alasan itulah, sangat wajar jika ginjal harus bekerja ekstra untuk membersihkan tubuh dari alkohol yang terlalu berlebihan dan kemungkinan rasa sakit bisa terjadi. Selain itu, minum alkohol juga bisa membuat buang air kecil seiring dengan pembilasan sistem menyebabkan dehidrasi yang tentu akan menjadi penyebab ginjal tidak berfungsi serta gangguan organ lainnya. Lalu, kenapa nyeri ginjal sesudah minum alkohol bisa terjadi?, berikut penjelasannya untuk anda.

Gejala yang Mungkin Terjadi

Area di sekitar bagian organ ginjal kemungkinan akan terasa sakit sesudah minum alkohol. Ini meliputi area di belakang perut, di bawah tulang rusuk di kedua sisi tulang belakang. Nyeri ini bisa terasa sangat menyakitkan yang terjadi secara tiba tiba, menusuk atau lebih dari satu rasa tumpul. Ini juga kemungkinan ringan atau berat dan bisa dirasakan pada satu atau kedua sisi tubuh.

Nyeri ginjal sesudah minum alkohol juga bisa dirasakan pada bagian punggung atas atau bawah dan juga di antara bokong serta tulang rusuk bawah. Rasa sakit tersebut bisa dirasakan segera sesudah minum alkohol atau sesudah anda berhenti minum yang terkadang semakin memburuk di malam hari. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang bisa ditimbulkan, seperti:

Penyebab Sakit Ginjal Sesudah Minum Alkohol

Ada banyak penyebab nyeri ginjal sesudah minum alkohol sehingga sangat penting untuk memahami alasan ketidaknyamanan tersebut sebenarnya merupakan sesuatu yang serius seperti beberapa penyebab berikut ini.

1. Penyakit Hati

Penyakit hati akan membuat seseorang rentan terhadap rasa sakit atau ketidaknyamanan sesudah minum alkohol. Hal ini terjadi khususnya jika organ hati sudah terganggu karena alkoholisme. Penyakit ini juga bisa berpengaruh pada aliran darah ke bagian organ ginjal dan menyebabkan ginjal bekerja kurang efektif dalam menyaring darah.

Untuk mengatasi penyakit hati, anda kemungkinan akan disarankan untuk berhenti minum alkohol, menurunkan berat badan serta mengikuti diet gizi. Dalam beberapa kasus, obat dan operasi kemungkinan juga harus dilakukan dan bahkan transplantasi hati juga harus dilakukan dalam kasus gagal hati.

2. Batu Ginjal

Batu ginjal bisa terbentuk akibat dehidrasi yang dipicu oleh alkohol. Minum alkohol ketika sudah memiliki batu ginjal bisa menyebabkan batu ginjal bergerak lebih cepat yang kemudian meningkatkan rasa sakit ginjal. Jika batu ginjal berukuran kecil, maka bisa diatasi dengan meningkatkan asupan air, minum obat atau memakai obat rumahan. Namun jika berukuran besar, maka tindakan medis harus dilakukan.

3. Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal kiri atau kanan merupakan jenis infeksi saluran kemih atau ISK yang dimulai di uretra atau kandung kemih dan berpindah ke satu atau kedua bagian ginjal. Gejala dan keparahan infeksi saluran kemih akan semakin memburuk sesudah seseorang minum alkohol. Jika ini terjadi, maka disarankan untuk minum banyak air dan segera periksa ke dokter. Anda juga bisa menggunakan obat panas atau sakit supaya bisa mengurangi rasa tidak nyaman. Pasien biasanya akan diberikan resep antibiotik dan untuk infeksi ginjal yang parah atau berulang kemungkinan butuh rawat inap atau operasi.

4. Dehidrasi

Alkohol memiliki sifat diuretik yang bisa menyebabkan anda lebih sering buang air kecil melebihi frekuensi buang air kecil normal. Hal tersebut akhirnya bisa menyebabkan dehidrasi khususnya jika anda minum alkohol terlalu berlebihan. Alkohol dapat mempengaruhi kemampuan ginjal dalam menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Hal tersebut menyebabkan fungsi ginjal terganggu dan meningkatkan risiko pengembangan batu ginjal. Sedangkan dehidrasi kronis bisa meningkatkan risiko efek samping tersebut lebih tinggi lagi.

Untuk mengatasi dehidrasi bisa dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit yang sudah hilang. Anda bisa minum minuman olahraga yang mengandung elektrolit atau larutan karbohidrat namun untuk minuman manis sebaiknya dihindari.

Sponsors Link
>
, , ,