Sponsors Link

Nefropati Diabetik : Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Sponsors Link

Ginjal perlu dijaga kesehatannya agar tidak terjangkit Macam Macam Penyakit Ginjal. Ginjal itu sendiri merupakan salah satu bagian dari sistem berkemih manusia yang memiliki berbagai fungsi. Fungsi utama ginjal adalah untuk menyaring limbah sisa metabolisme dan juga turut serta dalam usaha terciptanya sel darah merah. Jika ginjal terganggu, maka efeknya akan berbahaya. Tidak hanya bagi ginjal itu sendiri, melainkan juga berbahaya bagi keseluruhan metabolisme pada tubuh.

ads

Salah satu jenis penyakit ginjal adalah nefropati diabetik. Penyakit ini sebenarnya merupakan efek atau komplikasi serius dari adanya penyakit diabetes, baik Diabetes Insipidus (tipe 1) maupun diabetes melitus (tipe 2). Walau tidak semua pengidap diabetes mengalami penyakin ini, namun jika Anda adalah penderita diabetes, ada baiknya mulai waspada terhadap penyakit nefropati diabetik.

Penyebab

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang terdiri dari dua buah. Masing-masing ginjal memiliki ratusan ribu nephron. Nephron ini terdiri dari glomerulus (penyaring) dan juga tubulus (pembuluh halus yang bentuknya meliuk-liuk). Tubulus bersama dengan glomerulus akan menjalankan peranan untuk menyaring darah merah, memisahkan darah dari limbah, membuang sisa limbah yang tidak dibutuhkan lagi, dan juga mengendalikan keseimbangan dari cairan tubuh.

Pada penderita diabetes, baik tipe 1 atau tipe 2, nephron itu akan perlahan-lahan menebal, lalu menjadi jaringan parut. Jika sudah demikian, lama kelamaan akan muncul Tanda Tanda Ginjal Rusak. Dan apabila kadar gula dalam darah tetap tidak terkontrol, maka ginjal perlahan-lahan akan kehilangan fungsinya sebagai penyaring darah. Kerusakan ginjal ini bisa bertahap (kronis) dan sedikit demi sedikit hingga hitungan tahun lamanya,

Selain itu, ada beberapa faktor risiko dari penyakit ini. Berikut ini beberapa orang atau kondisi dimana risiko penyakit nefropati diabetik meningkat.

  • Seseorang dengan kadar gula darah yang tidak terkendali. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal dan organ lainnya dalam tubuh.
  • Seseorang dengan riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa perlahan-lahan merusak ginjal.
  • Jenis kelamin pria akan lebih berisiko terserang penyakit ini daripada wanita.
  • Seseorang dengan diabetes yang cukup lama lebih berpeluang untuk mengidap penyakit ini daripada seseorang yang baru saja mengidap diabetes.
  • Seseorang dengan berat badan berlebihan memiliki riisiko lebih besar.
  • Seseorang dengan kebiasaan buruk merokok juga memiliki risiko lebih besar untuk mengidap penyakit ginjal ini.

Gejala

Penyakit nefropati diabetik itu sendiri bisa tidak menciptakan gejala apapun yang mencurigakan. Maka dari itu, penderita diabetes seringkali tidak akan merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Padahal di dalam, metabolisme tubuh memang sedang kacau. Lalu, setelah ginjal sudah mulai mengalami penurunan fungsi, baru akan muncul gejala-gejala yang sudah mulai bisa dirasakan. Padahal jika gejala sudah nampak, penyakit ginjal itu menandakan sudah cukup parah. Gejala-gejala tersebut biasa terjadi setelah 5 hingga 10 tahun seseorang terdiagnosa diabetes. Berikut beberapa gejala yang dimaksud.

Sponsors Link

  • Nafsu makan mulai menurun
  • Berat badan juga mulai menurun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Adanya pembengkakan di sekitar mata
  • Kram pada otot
  • Kulit yang kusam, kering, dan gatal-gatal
  • Insomnia atau gangguan tidur
  • Kaki dan pergelangan kaki membengkak karena tumpukan cairan
  • Mual hingga muntah
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
ads

Itulah beberapa gejala yang muncul jika gangguan ginjal ini sudah cukup parah. Maka dari itu, sebelum semua ini terjadi, para penderita diabetes selalu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tetap menjaga pola hidup sehat agar kesehatan ginjal dan organ lainnya tetap terjaga dan terpantau dengan jelas. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi.

Diagnosis

Peoses diagnosis dari penyakit nefropati diabetik tidak jauh berbeda dengan penyakit ginjal lainnya, yaitu dengan mendeteksi dari tes urine yang dilakukan secara rutin. Seseorang dengan Ciri Urine Sehat akan memiliki risiko lebih kecil terserang penyakit ginjal daripada mereka yang menunjukkan masalah pada urine-nya. Salah satunya ditandai dengan adanya protein atau albumin pada urine.

Saat kondisi ginjal normal dan sehat, protein atau albumin akan sedikit berada pada urine. Sebaliknya, jika ginjal terganggu, maka kadar albumin bisa jadi meningkat. Hal ini terjadi jika ginjal gagal membedakan mana zat yang harus dibuang dan mana zat yang perlu dipertahankan. Dan ini bisa menjadi indikasi awal bahwa ginjal sedang terganggu akibat penyakit diabetes yang diderita si pasien. Pemeriksaan secara rutin itu akan dibandingkan dengan beberapa pemeriksaan urine yang sebelumnya sudah dilakukan dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan.

Tes darah juga bisa dilakukan untuk proses diagnosis penyakit ini dimana fungsi ginjal akan dievaluasi dari kandungan senyawa yang ada di dalam darah. Kadar kreatinin akan diperiksa, demikian pula dengan kadar gulanya. Jika ginjal memang terbukti mengalami gangguan, maka pengobatan akan dilakukan.

Pengobatan

Pengobatan secepatnya harus dilakukan begitu si pasien didiagnosis menderita nefropati diabetik. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi yang mengancam di kemudian hari. Pengobatan itu sendiri dilakukan untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah serta menurunkan potensi gejala yang ada. Beberapa komplikasi dari penyakit ginjal yang satu ini di antaranya stroke, penyakit jantung, hipertensi, dan juga Gagal Ginjal Kronis.

Beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengendalikan tekanan darah

Metode ini bisa dilakukan untuk membuat tekanan darah menjadi normal. Setidaknya berada di bawah 130/80 mm Hg. Hipertensi memang perlu diturunkan agar kerusakan ginjal tidak semakin parah. Caranya adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis obat hipertensi yang direkomendasikan dokter. Obat-obatan hipertensi juga biasanya memiliki fungsi untuk melindungi organ vital seperti jantung dan ginjal, sehingga diharapkan bisa mencegah perkembangan komplikasi yang ada.

Sponsors Link

  • Mengendalikan kadar gula

Selain tekanan darah, kadar gula dalam darah juga perlu dikendalikan. Hal ini tidak hanya akan berdampak baik bagi ginjal, melainkan juga akan berdampak baik bagi jantung untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Maka dari itu, pemeriksaan kadar gula secara rutin perlu dilakukan. Jaga angka HbA1c agar tetap di bawah batas 141 mg/dL.

  • Hindari obat-obatan selain rekomendasi dokter

Pengobatan terhadap penyakit ginjal tidak akan berhasil jika penderitanya tetap mengonsumsi obat-obatan yang tidak direkomendasikan dokter. Karena ada beberapa jenis obat yang bisa mempengaruhi kesehatan ginjal. Apalagi jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, konsumsi obat apapun sebaiknya atas rekomendasi atau resep dokter agar lebih aman.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai nefropati diabetik yang perlu diwaspadai, terutama bagi pasien diabetes. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,