Sponsors Link

Apakah Penyakit Nefritis Akut?

Sponsors Link

Ginjal merupakan organ penyaring tubuh. Organ ini memiliki bentuk seperti kacang yang merupakan sistem pembuangan limbah canggih. Ginjal bisa memproses 120 sampai 150 liter darah per hari dan mengeluarkannya sebanyak 2 liter dalam bentuk produk limbah serta air berlebih. Nefritis akut bisa terjadi ketika ginjal meradang tiba tiba. Nefritis akut bisa disebabkan karena banyak hal yang bisa berujung pada gagal ginjal kronis jika tidak segera diatasi yang lebih dikenal dengan penyakit bright.

Jenis Nefritis Akut

Nefritis akut terdiri dari beberapa jenis yakni nefritis interstitial, pielonefritis dan glomerulonefritis.

1. Nefritis Interstitial

Pada nefritis interstitial, ruang antara tubulus ginjal akan meradang dan menyebabkan pembengkakan pada ginjal.

2. Pielonefritis

Pielonefritis merupakan radang ginjal yang umumnya disebabkan karena infeksi bakteri. Dalam sebagian besar kasus, infeksi akan berawal dari kandung kemih yang kemudian menyebar ke ureter dan masuk ke dalam ginjal. Ureter sendiri merupakan dua tabung yang mengangkut urin dari masing masing ginjal dan kandung kemih.

3. Glomerulonefritis

Jenis nefritis akut bernama glomerulonefritis ini menyebabkan peradangan pada flomeruli. Ada jutaan kapiler dalam setiap ginjal. Glomeruli merupakan kelompok kecil kapiler yang bertugas mengangkut darah dan bertindak sebagai unit penyaring. Ketika glomeruli rusak serta meradang, maka penyaringan ginjal yang terjadi kurang sempurna.

Penyebab Nefritis Akut

Masing masing jenis nefritis akut disebabkan karena hal hal berbeda, yakni:

1. Nefritis interstitial

  • Terjadi karena reaksi energi pada obat atau antibiotik. Reaksi alergi menjadi respon tubuh terhadap sel asing.
  • Kalium rendah: Kalium rendah dalam darah menjadi penyebab lain dari nefritis interstitial lainnya. Kalium bisa membantu mengatur banyak fungsi dalam tubuh termasuk metabolisme dan detak jantung.
  • Minum obat jangka panjang: Minum obat dalam jangka panjang bisa merusak jaringan ginjal dan menyebabkan nefritis interstitial.

2. Pielonefritis

Sebagian besar kasus pielonefritis terjadi karena infeksi bakteri E.coli. Jenis bakteri ini khususnya ditemukan pada usus besar dan diekskresikan pada uretra ke kandung kemih serta ginjal dan menyebabkan pielonefritis. Meski infeksi bakteri menjadi penyebab utama, namun ada beberapa penyebab lainnya seperti:

  • Pemeriksaan urin memakai cystoscope yakni alat yang terlihat dalam kandung kemih.
  • Operasi kandung kemih, ureter atau ginjal.
  • Pembentukan batu ginjal yang terdiri dari mineral dan bahan limbah berbahaya.

3. Glomerulonefritis

Penyebab utama dari jenis infeksi ginjal kiri atau kanan ini sebetulnya belum diketahui. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan infeksi, seperti:

  • Memiliki sejarah kanker.
  • Masalah pada sistem kekebalan tubuh.
  • Abses yang pecah dan mengalir ke ginjal lewat darah.

Faktor Risiko Nefritis Akut

Ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang lebih rentan terhadao nefritis akut, seperti:

  • Riwayat keluarga dengan macam macam penyakit ginjal atau infeksi.
  • Mengalami penyakit sistem kekebalan tubuh seperti lupus.
  • Minum antibiotik atau pereda rasa nyeri.
  • Operasi pada saluran kemih.

Gejala Nefritis Akut

Gejala yang dirasakan oleh masing masing penderita bisa berbeda beda tergantung dari jenis nefritis akut yang dialami. Namun gejala paling umum dari ketiga jenis nefritis akut diantaranya adalah:

  • Nyeri panggul.
  • Saat buang air kecil terasa panas.
  • Sering buang air kecil.
  • Urine berwarna keruh.
  • Urine berdarah atau terdapat nanah pada urine.
  • Sakit di area ginjal atau perut.
  • Pembengkakan pada tubuh yang umumnya terjadi di wajah, tangan dan kaki.
  • Demam.
  • Muntah.
  • Tekanan darah tinggi.

Diagnosis Nefritis Akut

Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan fisik serta mengambil riwayat medis untuk menentukan apakah seseorang bisa meningkatkan risiko nefritis akut. Tes laboratorium juga bisa mengkonfirmasi atau mengesampingkan adanya infeksi. Beberapa tes termasuk urinalisis untuk menguji keberadaan bakteri, darah dan sel darah putih bisa memperlihatkan adanya infeksi.

Dokter umumnya juga akan melakukan tes darah dan dua indikator penting adalah nitrogen urea darah atau BUN dan juga kreatinin. Ini merupakan produk limbah yang bersikulasi dalam darah dan ginjal bertugas untuk menyaringnya. Jika terjadi peningkatan jumlah, maka memperlihatkan jika fungsi ginjal tidak berjalan seperti seharusnya.

Pemindaian pencitraan seperti CT scan atau USG ginjal juga bisa memperlihatkan penyumbatan atau peradangan ginjal dan kandung kemih. Selain itu, biopsi ginjal juga menjadi cara terbaik untuk mendiagnosis nefritis akut. Karena melibaykan pengujian sampel jaringan yang sebetulnya dari ginjal, maka tes ini tidak dilakukan untuk semua penderita. Tes ini hanya dilakukan apabila seseorang tidak merespons dengan baik terhadap perawatan atau ketika dokter harus secara pasti mendiagnosis kondisi tersebut.

Sponsors Link
>
, , , ,