Sponsors Link

Kaitan Antara Multiple Myeloma dan Gagal Ginjal

Sponsors Link

Multiple myeloma merupakan kanker yang terbentuk dari sel plasma. Sedangkan sel plasma merupakan sel darah putih yang ditemukan di sumsum tulang dan sel tersebut sebetulnya sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh dalam membuat antibodi untuk melawan infeksi. Sel plasma kanker akan tumbuh dengan cepat kemudian mengambil alih sumsum tulang dengan menghalangi sel sehat untuk berfungsi. Sel tersebut akan menghasilkan sejumlah protein abnormal yang menyebar ke semua tubuh dan bisa terdeteksi di aliran darah. Lalu, apa sebenarnya kaitan antara multiple myeloma dan gagal ginjal?, berikut penjelasan selengkapnya untuk anda.

ads

Efek Multiple Myeloma

Pertumbuhan sel myeloma akan mengganggu produksi sel plasma normal dan bisa menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan. Sedangkan beberapa organ yang paling terpengaruh adalah tulang, darah dan juga bagian organ ginjal.

Hubungan multiple myeloma dan gagal ginjal adalah proses yang rumit yang melibatkan berbagai proses serta mekanisme. Cara yang terjadi adalah perjalanan protein abnormal menuju ginjal dan tersimpan di sana kemudian menyebabkan penyumbatan pada tubulus ginjal dan mengubah sifat penyaringan.

Selain itu, peningkatan kadar kalsium juga bisa menyebabkan kristal terbentuk di ginjal yang kemudian menimbulkan kerusakan. Dehidrasi dan obat obatan seperti NSAID [ibuprofen dan naproxen] juga bisa menyebabkan ginjal rusak. Selain bisa menyebabkan gagal ginjal kronis, ada beberapa komplikasi umum lainnya yang bisa ditimbulkan dari multiple myeloma, seperti:

1. Pengeroposan Tulang

Selain bisa menyebabkan gangguan ginjal, multiple myeloma juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang. Sekitar 85% orang yang didiagnosis dengan multiple myeloma mengalami masalah pada tulang mereka. Menurut Multiple Myeloma Research Foundation, tulang yang paling sering terkena dampaknya adalah tulang panggul, tulang belakang dan juga tulang rusuk.

Sel sel kanker pada sumsum akan mencegah sel sel normal untuk memperbaiki lesi atau bintik bintik lunak yang terbentuk di tulang. Penurunkan kepadatan tulang bisa mengakibatkan patah tulang dan kompresi tulang belakang.

2. Anemia

Produksi sel plasma yang ganas tidak hanya menyebabkan fungsi ginjal terganggu, namun juga mengganggu produksi sel darah merah dan sel darah putih normal. Anemia bisa terjadi pada saat jumlah sel darah merah rendah dan ini bisa menyebabkan sesak napas, kelelahan serta pusing. Sekitar 60% orang dengan myeloma akan mengalami anemia tersebut.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Sel darah putih akan melawan infeksi di dalam tubuh. Sel darah putih akan mengenali dan menyerang kuman berbahaya penyebab penyakit. Sejumlah besar sel plasma kanker dalam sumsum tulang akan menyebabkan rendahnya sel darah putih normal yang membuat tubuh rentan terhadap infeksi termasuk juga penyakit infeksi ginjal.

Antibodi abnormal yang diproduksi sel kanker tidak bisa membantu untuk melawan infeksi yang akhirnya menyebabkan sistem kekebalan tubuh semakin lemah.

4. Hiperkalsemia

Kehilangan tulang karena myeloma mengakibatkan kalsium jadi berlebihan untuk dilepaskan ke aliran darah. Seseorang dengan tumor tulang akan memiliki risiko lebih besar terkena hiperkalsemia tersebut. Hiperkalsemia bisa terjadi karena kelenjar paratiroid yang terlalu aktif. Jika tidak segera diatasi, maka bisa menyebabkan berbagai gejala seperti ciri ciri gagal ginjal awal, koma dan bahkan jantung berhenti berdetak.

Sponsors Link

Mencegah Gagal Ginjal

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga agar tanda tanda ginjal rusak bisa dicegah khususnya pada orang orang dengan myeloma khususnya jika kondisi tersebut sudah diketahui sejak awal. Obat obatan yang disebut dengan bifosfonat biasanya yang paling umum digunakan untuk mengatasi osteoporosis bisa digunakan untuk mengurangi kerusakan tulang dan hiperkalsemia. Penderita bisa mendapatkan terapi cairan untuk menghidrasi tubuh baik secara oral atau intravena yang juga penting untuk dilakukan.

Selain itu, obat anti inflamasi yang disebut dengan glukortikoid juga bisa mengurangi aktivitas sel. Sedangkan dialisis bisa dilakukan untuk menghilangkan sebagian masalah di fungsi ginjal. Keseimbangan obat yang diberikan dalam kemoterapi bisa disesuaikan supaya tidak semakin membahayakan ginjal.

Sponsors Link
>
, , ,