Sponsors Link

Apakah Benar Minuman Energi Merusak Ginjal?

Sponsors Link

Minuman energi saat ini semakin banyak dijual sebagai sumber energi dan juga fokus bagi para atlet, pelajar dan para pekerja yang kelelahan. Dalam minuman energi memiliki banyak kandungan bahan aktif yang secara alami juga ada dalam makanan lain. Namun, konsentrasi  tinggi yang ada dalam minuman energi juga dihubungan dengan kerusakan serta gangguan ginjal. Jika dikonsumsi dalam batas sedang, mungkin tidak akan memberikan efek berkelanjutan untuk tubuh. Akan tetapi jika dikonsumsi terlalu berlebihan atau dicampur dengan alkohol sesudah berolahraga, maka bisa merusak kesehatan khususnya jantung. Lalu, apakah minuman energi merusak ginjal benar adanya?, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

Apakah Minuman Energi?

Minuman energi merupakan minuman yang memang dikhususkan untuk meningkatkan energi dan juga performa otak. Kafein menjadi bahan utama dalam minuman energi yang berfungsi untuk merangsang otak, meningkatkan kewaspadaan dan juga konsentrasi saat beraktivitas. Untuk jumlah kafein dalam setiap minuman energi juga berbeda beda dan ada beberapa bahan lain selain kafein dalam minuman energi seperti taurin, ginseng dan juga gula.

Kafein

Umumnya dalam minuman energi kalengan mengandung sekitar 70 hingga 80 miligram kafein. Sedangkan untuk batas asupan kafein sedang yang direkomendasikan adalah 200 miligram per hari tidak akan menyebabkan ciri ciri penyakit ginjal. Namun jika dikonsumsi hingga mencapai 600 miligram per hari, maka bisa meningkatkan risiko kerusakan organ ginjal. Mengkonsumsi minuman energi yang mengandung kafein juga dihubungkan dengan risiko kerusakan ginjal menurut penelitian Clinical Journal of American Society of Nephrology bulan Juni tahun 2009. Minum 1 hingga 2 kaleng minuman energi per hari tidak akan berdampak pada ginjal namun jika terlalu berlebihan bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

Taurin dan Ginseng

Taurin dan ginseng adalah dua bahan umum yang biasanya ada dalam minuman energi dan tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis kecil. Dalam penelitian tahun 2002 dari Nephrology Dualysis Transplantation membuktikan jika kandungan taurin pada minuman energi bisa mengakibatkan akumulasi taurin berlebih pada seseorang dengan tanda tanda ginjal rusak sebab organ ginjal tidak bisa menyaring taurin tersebut dengan efektif.

Sedangkan ginseng dalam minuman energi sebenarnya dikaitkan dengan peningkatan fungsi ginjal. Namun saat dikombinasikan dengan kafein dalam minuman energi, maka bisa meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan kerusakan pada organ ginjal.

Minuman Energi dan Alkohol

Mengkonsumsi minuman energi yang dikombinasikan dengan alkohol bisa menghambat efek alkohol dalam tubuh. Kombinasi kedua jenis minuman ini dihubungkan dengan peningkatan pembuangan urin yang nantinya akan menyebabkan dehidrasi dan menurunnya ciri ciri ginjal sehat. Seseorang yang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak dan dicampur dengan minuman energi nantinya bisa menyebabkan kerusakan organ ginjal. 

Sponsors Link

Apakah Minuman Energi Aman Untuk Ginjal?

Untuk seseorang yang memiliki risiko penyakit jantung atau salah satu dari macam macam penyakit ginjal, sebaiknya juga harus membatasi asupan minuman berenergi khususnya karena kandungan taurin dan kafein tinggi dalam minuman energi. Meski kandungan kafein dalam minuman energi berbeda beda, akan tetapi rata rata dalam 237 ml minuman energi mengandung 80 mg kafein yang setara dengan 1 cangkir kopi.

Akan tetapi ada beberapa jenis minuman energi yang memang dikhususkan untuk menambah energi ekstra yang menjanjikan peningkatan tenaga untuk konsumen. Produk seperti ini umumnya mengandung kafein tinggi hingga mencapai 200 mg. Apabila dalam satu hari anda sudah minuman 1 porsi minuman energi, maka sebaiknya kurangi makanan dan minuman lain yang mengandung kafein seperti teh, kopi atau coklat karena bisa menyebabkan gejala awal penyakit ginjal

Sponsors Link

Cara Aman Mengkonsumsi Minuman Energi

Dari sebuah makalah universitas of California menyatakan jika orang dewasa dalam kondisi sehat harus membatasi asupan minuman energi hanya sebanyak 1 kaleng per hari atau sekitar 8 hingga 12 ons untuk mengurangi risiko komplikasi kesehatan khususnya ginjal. Apabila anda ingin minum minuman energi, maka jangan dilakukan sebelum atau sesudah latihan untuk menghindari tekanan yang bisa terjadi pada ginjal. Sedangkan untuk wanita selama masa kehamilan dan menyusui, anak remaja dan juga anak anak sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman energi sama sekali.

Sponsors Link
>
, , ,