Sponsors Link

Cara Mengatasi Kandung Kemih Hiperaktif secara Medis

Sponsors Link

Kandung Kemih Hiperaktif merupakan sebuah gangguan kesehatan yang menyebabkan penderitanya seringkali tidak bisa mengontrol urine yang keluar dari tubuhnya. Kebanyakan penderitanya juga kan mengalami frekuensi buang air kecil yang berlebihan dalam satu haru, bahkan lebih dari 8 kali sehari. Selain itu kondisi ini juga menyebabkan kualitas tidur di malam hari terganggu akibat rasa ingin buang air kecil yang tiba-tiba dan mendesak. Sehingga gangguan kesehatan ini perlu untuk segera ditangani dengan baik. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kandung kemih hiperaktif.

ads
  1. Melakukan tes dan diagnosis

Tentunya cara pertama yang perlu dilakukan adalah menghubungi dokter dan tim medis. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebabnya. Hal ini penting dilakukan karena penyebab hiperaktif pada kandung kemih itu sendiri bisa berbeda-beda. Bahkan beberapa penyakit juga bisa mempengaruhi kinerja kandung kemih.

Pada proses tes dan diagnosis ini dokter akan memastikan diagnosisnya dengan melakukan beberapa pemeriksaan terkait dengan kondisi kesehatan, saluran kemih, dan sebagainya. beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut.

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan
  • Uji neurologis bagi penderita yang diduga mengalami masalah refleks atau sensorik saraf
  • Pemeriksaan fisik dan Anatomi Kandung Kemih
  • Pemeriksaan dengan tes urine dan tes darah

Selain itu beberapa tes khusus mungkin juga dilakukan, seperti:

  • Mengukur urine yang tersisa di dalam kandung kemih. Tes ini bertujuan untuk melihat kondisi kandung kemih, apakah selalu ada urine yang tersisa di dalam kandung kemih. Jika hal itu terjadi, maka sisa urine bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan yang gejalanya mirip dengan kandung kemih hiperaktif atau Kandung Kemih Cepat Penuh.
  • Mengukur laju aliran urine. Tes khusus yang satu ini juga perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat laju aliran urine dan juga volumenya. Hal ini jua merupakan sebuah tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi hiperaktif ini disebabkan oleh gangguan tertentu atau tidak.
  • Tes tekanan kandung kemih. Tes ini digunakan untuk mengukur tekanan di sekitar daerah kandung kemih. Tes ini dilakukan dengan memanfaatkan kateter atau tabung tipis.

Beberapa rangkaian tes tersebut dilakukan untuk mengidentidikasi mengenai kontraksi otot pada kandung kemih dalam menyimpan urine dan juga mengeluarkannya. Dan biasanya tes khusus dilakukan pada orang dengan gangguan neurologis yang dipengaruhi oleh saraf dan sumsum tulang belakang.

  1. Intervensi perilaku

Intervensi perilaku merupakan beberapa metode yang direkomendasikan pada penderita untuk mengatasi kandung kemih hiperaktif dengan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. Berikut beberapa di antaranya.

  • Olahraga untuk otot dasar panggul. Dilakukan dengan Cara Mengencangkan Otot Kandung Kemih sehingga kandung kemih bisa menjadi lebih kuat dan kontraksinya bisa dilatih secara bertahap. Senam kegel direkomendasikan untuk pria maupun wanita.
  • Menjaga berat badan. Cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kandung kemih hiperaktif adalah dengan menjaga berat badan agar selalu ideal. Mengapa hal ini penting? Karena berat badan yang berlebihan bisa menjadi penyebab tertekannya kandung kemih, sehingga rasa ingin buang air kecil lebih sering dirasakan.
Sponsors Link

  • Mengonsumsi cairan secara tepat. Hal ini juga penting untuk dilakukan karena mengonsumsi cairan yang berlebihan atau tidak tepat waktu bisa meningkatkan gejala dari kandung kemih cepat penuh sehingga rangsangan untuk buang air kecil lebih sering dirasakan.
  • Melatih kandung kemih. Anda bisa melatih kandung kemih dengan berusaha menunda beberapa menit sejak rangsangan ingin buang air kecil itu tiba. Namun jangan menunda buang air kecil terlalu lama karena Bahaya Menahan Kencing Terlalu Lama juga dapat menyebabkan bahaya tersendiri bagi kesehatan jangka panjang. Menahan air kecil bisa dilakukan selama kurang lebih 30 menit saja.
  • Memakai popok dewasa. Beberapa cara mengatasi kandung kemih hiperaktif di atas bisa dilengkapi dengan menggunakan popok dewasa sebagai antisipasi dan sebagai pencegah agar urine yang keluar secara tidak sadar bisa ditampung dulu di popok. Akan tetapi, tetaplah berusaha untuk membuang air kecil di toilet, bukan di popok.

Itulah beberapa intervensi perilaku yang bisa dilakukan.

Sponsors Link

  1. Obat

Cara mengatasi kandung kemih hiperaktif selanjutnya adalah dengan obat-obatan. Beberapa obat bisa membantu merelaksasi kandung kemih sehingga tidak berkontraksi secara berlebihan. Berikut beberapa jenis obat yang dimaksud.

  • (Ditropan XL)
  • Darifenacin (Enablex)
  • Fesoterodine (Toviaz)
  • Gel gxybutynin (Gelnique)
  • Mirabegron (Myrbetriq)
  • Oxybutynin sebagai patch kulit (Oxytrol)
  • Solifenacin (Vesicare)
  • Tolterodine (Detrol)
  • Trospium (Sanctura)

Ingat selalu untuk mengonsumsi obat itu atas rekomendasi dokter karena semua obat tentu memiliki efek samping masing-masing. Demikianlah beberapa cara mengatasi kandung kemih hiperaktif yang bisa dilakukan. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan