Sponsors Link

7 Cara Mendeteksi Darah Dalam Urine

Sponsors Link

Adanya darah dalam urine yang disebut dengan hematuria dialami sekitar 21% dari penduduk di seluruh dunia. Kondisi ini bisa saja bukan sesuatu yang berbahaya namun juga bisa menjadi pertanda masalah yang lain seperti tumor atau batu ginjal. Hematuria sendiri terdiri dari 2 jenis yakni hematuria makroskopik yakni darah yang terlihat ketika buang air kecil dan juga hematuria mikroskopik dimana darah hanya bisa terlihat lewat mikroskop. Untuk mengetahui bagaimana cara mendeteksi darah dalam urine, anda bisa melakukan dengan beberapa cara yang kami berikan berikut ini.

ads
  1. Amati Warna Urine

Warna urine yang dikeluarkan menjadi cara terbaik untuk mendeteksi darah dalam urine. Apabila urine berwarna merah, merah muda atau coklat, maka sebaiknya periksa ke dokter sebab semua warna tersebut tidak normal dan ada sesuatu yang salah dalam tubuh anda. Seharusnya, urine berwarna jernih atau kuning cerah. Jika warna urine semakin kuning, maka pertanda tubuh anda sedang dehidrasi sehingga harus meningkatkan asupan air untuk mendapatkan warna urine yang lebih sehat.

  1. Beli Tes Farmasi

Apabila anda mencurigai urine anda mengandung darah atau mengalami penyebab kencing berdarah, maka anda bisa membeli alat tes yang ada di toko obat seperti Clinstrip meski hasil tesnya tidak bisa dikatakan 100% akurat. Berikut adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan dengan tes tersebut:

  • Kumpulkan urine pada wadah bersih dan kering dari kacang untuk urine pagi hari.
  • Ambil 1 strip reagen dari botol dan langsung tutup kembali.
  • Celupkan bantalan reagen pada sampel urine lalu segera angkat.
  • Bersihkan kelebihan urine dengan cara menggesek ujung strip pada bibir wadah dan pegang dalam posisi horizontal untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Bandingkan warna bantalan reagen dengan warna tabel yang tersedia dalam paket perangkat tes.
  1. Sediakan Sampel Urine

Untuk diagnosis hematuria selanjutnya bisa dilakukan dengan uji sampel urine yang dinamakan urinanalisis. Apabila ada sel darah, maka penyebabnya kemungkinan besar adalah penyakit infeksi saluran kemih. Apabila jumlah protein terdeteksi di dalam urine, maka kemungkinan besar anda memang menderita penyakit ginjal. Untuk itu, menyediakan sampel urine biasanya akan dilakukan supaya dokter bisa mendeteksi masalah ginjal termasuk juga mendeteksi keberadaan sel sel kanker.

  1. Lakukan Pemeriksaan Darah

Untuk mendeteksi darah dalam urine selanjutnya bisa dilakukan dengan tes darah untuk penyakit ginjal. Anda bisa pergi ke penyedia layanan kesehatan supaya darah anda bisa diambil dan diperiksa. Apabila kreatinina terdeteksi, maka dokter juga akan menyarankan tes lainnya untuk menentukan penyebab dan kemungkinan juga akan meminta anda untuk melakukan biopsi.

  1. Lakukan Biopsi

Jika memang sampel urine atau tes darah memberikan hasil peringatan, maka dokter kemungkinan akan meminta anda untuk melakukan biopsi. Nantinya, sebagian kecil jaringan organ ginjal akan diambil dan diamati dengan mikroskop. Anestesi lokal akan diberikan dan dokter menggunakan tomografi komputer atau ultrasonik untuk memandu jarum biopsi masuk ke dalam ginjal anda.

Sesudah jaringan diambil maka akan diperiksa oleh ahli patologi di laboratorium. Dokter akan menghubungi anda sekitar seminggu kemudian untuk memberitahukan hasilnya lalu berdiskusi tentang perawatan yang dibutuhkan. 

Sponsors Link

  1. Lakukan Sistoskopi

Sistoskopi merupakan prosedur memakai alat seperti pipa untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan juga uretra. Prosedur ini dilakukan di rumah sakit atau pusat penyedia layanan kesehatan dengan memberikan anestesi lokal. Sistoskopi ini akan memperlihatkan hasil yang tidak bisa dilihat pada sinar X atau ultrasonik. Sistoskopi ini juga bisa digunakan untuk melihat masalah batu ginjal, masalah prostat dan juga tumor selain juga untuk memeriksa sumbatan dan benda asing dari dalam saluran kemih.

  1. Teknik Pencitraan Ginjal

Salah satu tes pencitraan yang mungkin bisa dilakukan untuk mendeteksi darah dalam urine adalah tes pencitraan ginjal. Medium kontras berupa pewarna khusus nantinya akan diinjeksikan pada lengan yang kemudian akan bergerak dalam darah dan menuju ginjal. Pemeriksaan sinar X akan dilakukan dan urine akan terlihat jelas karena medium kontras yang sudah digunakan tersebut. Selain itu, pewarna khusus ini juga akan memperlihatkan apakah terjadi sumbatan di dalam saluran kemih seperti batu pada rongga ginjal.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Tips