Sponsors Link

4 Masalah Elektrolit pada Penyakit Ginjal

Sponsors Link

Elektrolit pada tubuh merupakan unsur tertentu yang sangat penting untuk kehidupan. Ini bisa mempengaruhi kita dengan cara yang mendalam dan semua dimulai dari generasi energi sel otak sampai listrik sel saraf, dari kadar air tubuh sampai ritme jantung dan masih banyak lagi. Bergantung pada elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, magnesium dan lainnya berada pada kisaran tertentu, maka anda berpikir jika elektrolit adalah sesuatu yang anda konsumsi untuk menghilangkan kram. Namun sebenarnya, kita tidak akan ada tanpa unsur unsur tersebut yang merupakan bagian rumit dari fisiologi. Masalah elektrolit pada ciri ciri penyakit ginjal tentunya bisa mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh seperti yang akan kami ulas dalam kesempatan kali ini.

ads

Elektrolit dan Ginjal

Kelainan elektrolit pada ciri ciri ginjal bermasalah sangat umum di beberapa negara karena alasan sederhana yakni ginjal biasanya memiliki peran utama untuk mempertahankan tingkat normal dari kebanyakan elektrolit. Untuk itu, kelainan ini merupakan konsekuensi dari fungsi ginjal yang abnormal dan bukan sebagai penyebab.

Baik elektrolit tingkat rendah dan tinggi bisa dilihat pada saat fungsi ginjal tidak berjalan dengan baik namun bisa memiliki banyak penyebab tidak langsung lainnya. Berikut adalah gambaran singkat mengenai masalah yang berhubungan dengan kadar natrium abnormal.

Hiponatremia

Hiponatremia merupakan kondisi tingkat natrium rendah. Umumnya, kadar natrium dalam darah kurang dari 135 meq / L dianggap abnormal yang disebut dengan hiponatremia. Dua penendtu utama kadar natrium dalam darah adalah jumlah natrium dalam darah dan jumlah air dalam darah.

Di beberapa negara, kadar natrium yang rendah bukanlah masalah kurangnya natrium namun lebih pada kelebihan air untuk jumlah natrium yang akhirnya secara efektif bisa mengencerkan kandungan natrium. Ketika sedang mengukur kadar natrium dalam darah, ini bukan jumlah absolut narium namun sebenarnya konsentrasinya yang kita lihat yang berarti kadar air dalam darah akan berdampak pada konsentrasi natrium juga dan tentu bisa menyebabkan macam macam penyakit ginjal.

Memahami konsep ini sangat penting untuk menyadari mengapa natrium jatuh dalam kondisi penyakit tertentu dan mengapa pengobatan tidak selalu untuk makan lebih banyak natrium atau garam. Beberapa penyebab umum kadar natrium rendah adalah sebagai berikut:

1. Kehilangan Sodium Dari Darah

Ini bisa terjadi akibat muntah, diare, keringat berlebih dan lainnya yang biasa terlihat pada pelari jarak jauh pada saat kehilangan narium dalam keringat dan semakin diperburuk dengan asupan oral hanya air tanpa garam dan selanjutnya memperkuat penurunan natrium. Dalam kasus kasus ekstrim tersebut bisa menyebabkan konsekuensi yang mengancam jiwa termasuk kejang.

2. Kondisi Kelebihan Air

Ini termasuk gagal jantung kongestif, sirosis dan gagal ginjal kronis.

3. Sindrom Produksi Hormon Antidiuretik yang Tidak Sesuai

Sindrom produksi hormon antidiuretik yang tidak seimbang atau tidak sesuai. AntiDiuretic Hormone merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus di otak dan mengatur jumlah air yang ditahan oleh bagian organ ginjal. Pada saat jumlah ADH sangat tinggi diproduksi, maka ini akan menyebabkan kadar natrium dalam darah menurun.

4. Masalah Asupan Cairan Berlebih

Asupan cairan berlebih mungkin bisa menjadi masalah. Hal ini bisa disebabkan karena polidipsia primer di mana asupan air yang berlebihan akan mencairkan natrium dalam darah dan pada dasarnya menyebabkan keracunan air yang bisa menyebabkan masalah pada bagian organ ginjal. Kondisi serupa juga bisa dibuat dengan mengkonsumsi bir dalam jumlah terlalu berlebihan yang disebut dengan bir potomania.

Sponsors Link

Pengobatan Hiponatremia

Sesudah kadar natrium rendah sudah dikonfirmasi dalam tes darah, maka pengobatan akan tergantung dari apa penyebabnya rendah natrium dan bahkan seberapa cepat hal tersebut sudah berkembang.

Sebagai contoh, dalam kondisi kelebihan air dalam tubuh seperti gagal ginjal jantung kongestif atau SIADH, pembatasan air atau strategi yang diarahkan untuk mempromosikan ekskresi air dari tubuh akan dilembagakan.

Di sisi lain, negar negara yang memiliki defisit garam atau natrium dalam tubuh menggantikan natrium dalam bentuk tablet garam atau sebagai bagian dari cairan IV dianjurkan untuk mencegah tanda masalah ginjal. Koreksi yang cepat bisa berbahaya khususnya jika hiponatremia bertahan untuk sementara waktu.

Sponsors Link
>
, , , , ,