Sponsors Link

Masalah Cangkok Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Sponsors Link

Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal merupakan salah satu upaya medis yang dilakukan untuk pasien yang fungsi ginjalnya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Biasanya kasus Gagal Ginjal Kronis yang sudah parah akan direkomendasikan untuk menjalani cangkok ginjal. Cara ini dianggap merupakan satu-satunya cara yang bisa membantu pasien agar pasien tidak lagi tergantung pada Macam Macam Cuci Darah.

ads

Namun transplantasi ginjal sulit dilakukan. Selain karena biaya yang mahal, sulitnya mencari donor ginjal, masalah cangkok ginjal juga kerap kali terjadi, yaitu rejeksi. Berikut penjelasannya.

  1. Rejeksi

Rejeksi adalah penolakan setelah transplantasi ginjal dilakukan. Hal ini adalah respons tubuh manusia untuk menolak benda asing yang masuk ke dalamnya. Dalam transplantasi ginjal, bisa jadi jaringan atau organ tubuh baru ditolak oleh tubuh itu sendiri. Proses ini berdasarkan proses daya tahan tubuh atau imunologis yang kompleks. Sehingga pasien yang baru saja menjalani operasi ini memang perlu dipantau secara berkala.

Rejeksi pasca operasi transplantasi ginjal bisa terjadi dalam beberapa jenis, antara lain hiperakut, akut, dan juga kronik. Rejeksi hiperakut terjadi segera setelah operasi dilakukan. Sementara rejeksi akut terjadi kurang lebih dari minggu pertama hingga 6 minggu pertama pasca operasi. Sedangkan rejeksi kronik adalah rejeksi yang baru disadari setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah operasi dilakukan.

  1. Infeksi

Masalah cangkok ginjal berikutnya adalah munculnya infeksi. Infeksi pasca operasi memang bisa menjadi suatu efek samping yang terjadi. Infeksi ini bisa terjadi karena banyak hal, misalnya infeksi yang terjadi di bekas luka operasi. Sehingga Perawatan Pasca Transplantasi Ginjal memang perlu dilakukan dengan benar.

  1. Tersumbatnya ureter

Efek samping atau masalah dari transplantasi ginjal lainnya yang bisa saja terjadi adalah ureter yang tersumbat. Ureter adalah bagian dari sistem kemih yang merupakan saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Tersumbatnya ureter bisa terjadi karena proses transplantasi.

  1. Penggumpalan darah

Selain beberapa Efek Samping Transplantasi Ginjal di atas, operasi cangkok ginjal juga bisa menyebabkan risiko berupa penggumpalan darah. Risiko ini tergolong komplikasi jangka pendek yang terjadi setelah operasi transplantasi dilakukan.

Sponsors Link

  1. Efek samping dari obat-obatan pasca transplantasi

Biasanya untuk mencegah risiko rejeksi atau penolakan dari tubuh terhadap organ tubuh yang baru, obat-obatan akan diberikan kepada pasien. Msialnya obat imunosipresan. Obat ini bisa membantu mencegah penolakan tersebut. Namun di sisi lain, obat ini juga bisa menciptakan efek samping atau masalah pada tubuh.

Masalah cangkok ginjal yang disebabkan oleh mengonsumsi obat ini bisa bermacam-macam, di antaranya munculnya jerawat, munculnya rasa sakit perut, diare, risiko peningkatan berat badan, osteoporosis, hipertensi, diabetes, dan masih banak lagi. Selain itu, rambut juga bisa jadi akan menjadi rontok, serta sistem imun tubuh yang menjadi lebih lemah. Konsumsi obat imunosupresan itu sendiri bisa jadi akan dilakukan seumur hidup. Sehingga efek sampingnya juga bisa jadi akan muncul seumur hidup.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Pengertian Cangkok Ginjal dan juga beberapa masalah cangkok ginjal yang bisa saja terjadi sebagai efek sampingnya. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan