Sponsors Link

15 Manfaat Cuci Darah yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Ginjal merupakan salah satu organ manusia yang memiliki fungsi paling penting. Fungsi utama ginjal yaitu untuk memurnikan darah dari zat-zat yang tidak diperlukan. Akan menjadi masalah besar jika manusia mengalami ginjal rusak. Penyebab ginjal rusak diantaranya adalah penyebab prerenal atau kerusakan ginjal yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke ginjal dan penyebab postrenal atau penyebab kerusakan ginjal yang terjadi ketika pengeluaran urin.

ads

Terdapat tanda tanda ginjal rusak serta gejala ginjal rusak yang patut diwaspadai, diantaranya adalah sakit punggung dan tingginya kadar kreatin darah. Jika Anda mengalami gejala dan tanda tanda yang dimaksud ada baiknya Anda segera ke dokter untuk melakukan diagnosis, sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan. Salah satu penanganan medis dari ginjal rusak adalah dengan proses hermodialisis atau cuci darah. Cuci darah banyak memberikan manfaat kepada pasien penyakit ginjal rusak. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai manfaat cuci darah.

Apa Itu Cuci Darah?

Cuci darah atau dialisis adalah salah satu metode pengobatan ginjal rusak dengan cara memurnikan darah penderita dengan mesin. Mesin ini dapat membantu menggantikan kerja ginjal, selama ginjal tersebut masih belum bisa berfungsi dengan baik. Cuci darah dapat membantu menjaga keseimbangan kondisi tubuh. Tanpa cuci darah, pasien ginjal rusak akan mengalami penumpukkan racun pada darahnya yang tentunya akan membahayakan. Meskipun sangat membantu, cuci darah bukanlah pengobatan yang bisa menyembuhkan ginjal rusak ataupun penyakit penyebab ginjal tersebut menjadi rusak. Cuci darah telah dilakukan kepada pasien ginjal rusak sejak tahun 1940-an. Lalu apa saja manfaat cuci darah bagi pasien penyakit ginjal?

Manfaat Cuci Darah

Terdapat dua jenis cuci darah yang perlu diketahui oleh pasien ginjal rusak, yaitu hermodialisis dan peritoneal dialisis. Mencuci darah dengan hermodialisis berarti menggunakan hermodializer sebagai ginjal buatan yang dapat berperan dalam membuang racun di dalam tubuh. Nantinya darah akan dialirkan ke alat ini agar menjadi berseih. Berbeda dengan hermodialisis, peritoneal dialisis dilakukan dengan operasi. Kateter di masukkan ke dalam perut pasien melalui operasi dan lewat kateter inilah dimasukkan cairan yang akan mengeluarkan racun dalam tubuh bernama dialysate. Baik hermodialisis maupun peritoneal dialisis dapat berperan dalam menggantikan fungsi ginjal. Disamping itu, keduanya juga memiliki kelebihannya masing-masing yaitu:

  1. Hermodialisis hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu. Sehingga pasien dapat menjalani harinya lebih lama empat hari setelah dialisis.
  2. Sesi hermodialisis dapat dilakukan lebih santai dan bahkan sambil membaca.
  3. Resiko terjadinya infeksi lebih kecil pada hermodialisis.
  4. Hermodialisis dapat dilakukan di rumah. Jika dilakukan di rumah, maka hermodialisis akan dilakukan per hari dan diawasi oleh anggota keluarga.
  5. Hermodialisis yang dilakukan pada malam hari tidak terlalu memberatkan pasien dan paginya pasien akan bangun dengan lebih segar.
  6. Hermodialsisis yang dilakukan pada malam hari dapat memberikan energi lebih pada pasien untuk melakukan aktifitas di pagi harinya.
  7. Pasien yang menjalani peritoneal dialisis memiliki harapan hidup yang lebih lama.
  8. Peritoneal dialisis lebih fleksibel dan mudah dibawa-bawa. Dapat dilakukan ketika istirahat maupun bekerja.
  9. Peritoneal dialisis yang dilakukan terus-menerus dapat meningkatkan taraf kesehatan.
  10. Peritoneal dialisis tidak memerlukan mesin.
  11. Pantangan makan dan minum pasien peritoneal dialisis lebih sedikit.
  12. Peritoneal dialisis tidak memerlukan jarum.
  13. Peritoneal dialisis merupakan langkah awal yang baik sebelum melakukan transplantasi ginjal.
  14. Meskipun peritoneal dialisis harus dilakukan setiap hari, namun durasinya tidak selama ketika melakukan cuci darah di pusat kesehatan.
  15. Pada peritoneal dialisis, darah hanya berada di dalam tubuh, tidak dikeluarkan ke dan diolah ke mesin.
Sponsors Link

Resiko Cuci Darah

Meskipun di satu sisi hermodialisis dan peritoneal dialisis memiliki banyak manfaat untuk kelangsungan hidup pasien penyakit ginjal rusak, namun di sisi lain kedua metode cuci darah ini tetap memiliki resiko. Peritoneal dialisis berisiko menimbulkan infeksi di sekitar kateter di dalam rongga perut. Resiko lainnya meliputi:

  • Otot perut yang melemah.
  • Kadar gula yang meninggi karena cairan dyalisate yang dimasukkan ke dalam tubuh.
  • Bertambahnya berat badan.

Hermodialisis juga memiliki resiko bagi pasien yang menjalaninya. Berikut adalah resikonya:

  • Tekanan darah yang rendah.
  • Anemia, atau kekurangan sel darah merah.
  • Kram otot.
  • Susah tidur.
  • Gatal-gatal.
  • Kandungan potasium yang tinggi di dalam darah.
  • Depresi.
  • Peradangan di sekitar  membran hati.
Sponsors Link

Pasien yang telah lama menjalani hermodialisis maupun peritoneal dialisis juga memiliki resiko untuk memiliki penyakit lain seperti amylaidosis. Penyakit ini terjadi karena amyloid yaitu protein yang biasa terbentuk pada sumsum tulang menumpul di ginjal, jantung, hati dan organ lainnya. Penyakit ini sering menyebabkan kaku, pembengkakan dan timbul rasa nyeri.

Itulah manfaat cuci darah yang jarang diketahui. Cuci darah memang dapat membantu meringankan penyakit pasien ginjal rusak, namun tidak dapat menyembuhkan pasien secara total. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan ginjal agar ginjal senantiasa dapat diandalkan untuk menjalankan tugasnya.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan