Sponsors Link

Macam Macam Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal

Sponsors Link

Penyakit ginjal merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Salah satunya adalah gagal ginjal. Gagal ginjal kornis maupun akut sering direkomendasikan untuk cuci darah atau dialisis. Manfaat Cuci Darah memang merupakan salah satu prosedur yang perlu dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi dengan baik. Hal ini penting mengingat ginjal yang rusak akan membuat tumpukan limbah di tubuh dan limbah harus tetap dikeluarkan agar tidak mengganggu kesehatan secara lebih buruk lagi.

ads

Jenis Cuci Darah

Ada macam macam cuci darah dalam dunia medis. Jenis pertama adalah hemodialisis dan yang kedua adalah dialisis peritoneal. Keduanya memiliki prinsip yang sama, dimana darah akan dialirkan ke alat yang akan menggantikan fungsi ginjal (menyaring limbah) lalu darah akan dikembalikan ke tubuh. Namun alat yang digunakan berbeda.

  • Hemodialisis

Proses Hemodialisis merupakan macam macam cuci darah yang dilakukan dengan mesin dialisis yang bernama membran dialisis. Jenis yang satu ini paling banyak dilakukan di Indonesia. Alat yang digunakan akan berfungsi sebagai ginjal buatan. Darah akan dikeluarkan dari tubuh melalui selang-selang dan dipindahkan ke alat hemodialyzer. Setelah darah melewati mesin dan disaring layaknya di dalam ginjal, darah akan dikembalikan ke dalam tubuh melalui selang.

Mesin hemodialisis ini akan menyaring sebagiam besar darah dari tubuh pasien. Proses bisa berlangsung lama, antara 3 hingga 6 jam. Efektivitas Cuci Darah ini memang cukup lama karena hanya sekitar 200 ml darah yang bisa disaring dalam satu waktu. Namun lamanya proses hemodialisis tergantung dari seberapa parah kerusakan ginjal ketika itu, jumlah cairan (edema) yang menumpuk, berat serta tinggi badan, dan beberapa faktor lainnya.

  • Peritoneal Dialisis

Macam macam cuci darah berikutnya adalah peritoneal dialisis. Proses ini diawali dengan prosedur oembedahan oleh dokter. Tujuannya adalah untuk memasang kateter ke dalam bagian perut. Kateter ini yang akan dijadikan port akses. Rongga peritoneum akan diisi dengan dialisat yang akan membantu membersihkan darah. Rongga peritonium ini yang akan bertindak sebagai membran. Darah yang sudah dibersihkan akan dikembalikan ke tubuh.

Proses dialisis yang satu ini butuh waktu sekitar 4 hingga 6 jam. Proses akan dilanjutkan dengan dengan proses pengeringan perut yang berlangsung kurang lebih 30 menit. Setelah proses benar-benar selesai, kateter diangkat.

Dialisis peritoneal ini cukup berbeda dari hemodialisis. Tujuan Cuci Darah jenis ini adalah untuk memudahkan kegiatan sehari-hari dari pasien. Namun prosedur ini tidak umum di Indonesia karena kebanyakan masih menggunakan hemodialisis.

Sponsors Link

Akan tetapi proses ini terbilang lebih praktis untuk dilakukan, yaitu dimana pasien bisa melakukan perawatan di rumah atau bahkan di tempat kerja. Selain itu pasien mungkin akan membutuhkan lebih sedikit obat jika menggunakan proses dialisis ini. Jenis dialisis peritoneal sendiri ada dua, yaitu dialisis peritoneal siklis berkelanjutan dan dialisis peritoneal rawat jalan berkelanjutan.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai macam macam cuci darah yang perlu diketahui. Untuk mengeyahui Kapan Cuci Darah Harus Dilakukan kepada pasien, ada baiknya berkonsutlasi dengan dokter. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan