Sponsors Link

5 Penyebab Ada Lendir Pada Kencing

Sponsors Link

Sebetulnya, tubuh memang memproduksi lendir secara alami sebagai bentuk pertahanan tubuh. Akan tetapi jika terlalu banyak lendir yang keluar bersama air kencing, maka ini pertanda gangguan di dalam tubuh yang mungkin tidak disadari dan menjadi faktor perbedaan warna urine. Urin umumnya berwarna transparan, sementara jejak lendir di dalam urin bisa memberikan tampilan keruh pada urin dan juga berawan yang menandakan masalah pada sistem ekskresi, kekebalan tubuh dan bisa juga organ reproduksi. Supaya bisa lebih jelas, berikut akan kami berikan informasi tentang penyebab ada lendir pada kencing yang penting untuk diketahui.

  1. Cairan Vagina atau Keputihan

Sebagian lendir pada kencing bisa berasal dari lapisan uretra dan juga kandung kemih. Sesudah seorang wanita buang air kecil, maka sedikit jumlah lendir juga akan mengalir bersama urin meski memang tidak terlihat sebab kekuatan bias dari urin dan juga lendir hampir sama.

Urin berasal dari bagian organ ginjal tempat protein yang terkandung di dalam lendir dihasilkan. Urin nantinya akan membawa protein bersamaan ketika mengalir keluar dari ginjal. Selama masa menstruasi dan ovulasi, jumlah cairan di vagina juga akan meningkat sama seperti lendir pada leher rahim yang beberapa diantaranya juga akan mengalir keluar bersama urin.

Keputihan yang normal umumnya akan berbentuk seperti gel atau pasta lengket dengan warna transparan atau putih susu terang dan kemungkinan juga berubah menjadi agak kekuningan ketika mengering. Selain itu, keputihan juga bisa mengeluarkan bau amis ringan atau bahkan tidak berbau sama sekali.

Volume yang keluar bersama urin bisa sangat sedikit hingga banyak khususnya jika sedang berovulasi atau terangsang. Hal yang harus diwaspadai adalah ketika terjadi perubahan warna, aroma serta tekstur cairan vagina yang berbeda dari apa yang biasa anda lihat dan juga disertai dengan nyeri pada panggul, gatal, bengkak, panas dan tidak nyaman pada vagina.

Selain itu, pria juga bisa mengeluarkan lendir bersama kencing yang berwarna bening atau putih susu dari penis dan uretra namun bukan air mani dan masih bisa dikatakan normal terjadi.

  1. Infeksi Saluran Kemih

Penyakit infeksi saluran kemih atau ISK merupakan infeksi umum yang terjadi karena bakteri. Saluran kemih sendiri terdiri dari berbagai organ dari mulai ginjal, uretra, ureter dan juga kandung kemih. Infeksi saluran kencing akibat bakteri atau patogen lain bisa terjadi ketika ada organisme asing masuk ke sistem pembuangan urin atau lewat aliran darah.

Bakteri bisa masuk lewat uretra yang kemudian berkembang biak pada kandung kemih dan menyebabkan peradangan sampai akhirnya meluas ke area lainnya sehingga bakteri jadi berlipat ganda. Apabila tidak segera ditangani, infeksi tersebut bisa menyebar ke fungsi ginjal dan akibatnya akan ada lendir yang keluar bersama kencing.

Selain lendir pada urin, ISK juga bisa menyebabkan gejala lain seperti sensasi seperti terbakar, nyeri, ingin buang air kecil terus menerus melebihi frekuensi buang air kecil normal, sakit di bawah perut atau bawah pusar, urin yang menetes keluar dan juga nyeri bagian punggung bawah. ISK ini lebih sering terjadi pada ibu hamil karena tekanan pada kandung kemih  yang membuat tempat penyimpanan urin menjadi lebih sedikit. Nantinya ibu hamil juga bisa memiliki lendir ketika kencing akibat sistem sekresi lendir yang bertambah aktif akibat hormon selama masa kehamilan.

  1. Penyakit Kelamin

Penyakit menular seksual khususnya gonore dan klamidia bisa menyebabkan timbulnya benang lendir dalam urin ditambah saat buang air kecil terasa panas. Klamidia bisa mengubah lendir menjadi putih keruh, sedangkan gonore bisa membuat lendir berwarna kuning gelap. Gejala tambahan yang bisa terjadi adalah urin berwarna keruh atau berawan serta kekuningan tidak normal.

  1. Irritable Bowel Syndrome

Irritable bowel syndrome atau IBS merupakan gangguan pencernaan namun penyebabnya tidak diketahui di mana usus tidak bekerja dengan baik selama 6 bulan atau bahkan lebih. Penyakit ini juga memiliki gejala lendir di dalam urin yang bisa keluar berlebihan atau juga terdapat di dalam ginjal khususnya ketika buang air kecil dan air besar disaat yang bersamaan. 

  1. Batu Ginjal

Ketika seseorang memiliki batu ginjal, maka sangat mungkin memiliki produksi urin berwarna gelap dan berbau busuk yang disertai juga dengan keluar lendir pada kencing. Untuk itu, dokter biasanya juga akan memeriksa batu ginjal atau penyumbatan pada sistem kemih lain ketika terdeteksi urin yang bercampur di dalam urin.

Gangguan hambatan sistem kemih dan juga batu dalam rongga ginjal bisa menimbulkan gejala lainnya seperti nyeri panggul serta perut hingga menyebabkan kram ekstrem. Sedangkan untuk pilihan pengobatan terakhir untuk batu ginjal adalah bedah pengangkatan batu.

Sponsors Link
>
, , ,