Sponsors Link

6 Penyebab Lendir Dalam urine

Sponsors Link

Urine bisa memberitahu banyak tentang kesehatan. Warna, bau dan kejernihan urine bisa menandakan apakah anda sehat atau sedang terserang sebuah penyakit. Zat tertentu seperti lendir dalam urine juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Saat anda melihat lendir tipis, cair dan transparan atau putih keruh, maka masih menjadi pertanda yang normal. Namun jika lendir berwarna kekuningan, maka menadakan kondisi sesuatu yang lebih serius. Agar tidak salah, berikut ini akan kami jelaskan jelaskan tentang beberapa penyebab lendir dalam urine yang harus anda waspadai.

ads

1. Debit

Uretra dan kandung kemih membuat lendir secara alami. Lendir nantinya akan berjalan di sepanjang saluran kemih untuk membantu membersihkan kuman yang menyerang termasuk karena infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal kiri atau kanan.

Jika anda melihat banyak lendir di dalam urine, maka sesegera mungkin harus diperiksakan ke dokter. Wanita muda mungkin akan lebih sering mengalami lendir dalam urine akibat menstruasi, kehamilan, obat obatan KB dan juga ovulasi yang membuat lendir terlihat kental dan lebih jelas. Namun hal ini juga bisa terjadi pada pria akibat infeksi menular seksual.

Jika hal ini terjadi selama 1 sampai 2 hari saja, maka tidak membutuhkan perawatan. Namun jika ada perubahan yang tidak terduga dalam urin dan terjadi lebih dari 2 hari, maka dokter akan mendiagnosis dan mengobati penyebab yang mendasarinya.

2. Infeksi Saluran Kemih

Penyakit infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi umum pada sistem saluran kemih yang terjadi pada pria dan wanita namun lebih umum terjadi pada anak perempuan dan wanita. Hal ini bisa terjadi karena uretra wanita lebih pendek dibandingkan pria sehingga jarak perjalanan bakteri untuk memulai infeksi juga lebih pendek. Hal ini juga terjadi pada wanita yang aktif secara seksual yang lebih rentan terhadap ISK.

3. Infeksi Menular Seksual

Meski infeksi menular seksual bisa menyebabkan banyak gejala seperti salah satunya lendir dalam urine, namun klamidia dan gonore menjadi penyebab paling utamanya khususnya pada pria. Infeksi klamidia ini bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Keputihan berawan.
  • Saat buang air kecil terasa panas atau sensasi terbakar ketika buang air kecil.
  • Rasa sakit dan pembengkakan pada testis.
  • Nyeri panggul dan tidak nyaman.
  • Pendarahan abnormal.

4. Sindrom Iritasi Usus Besar

Irritable bowel syndrome atau sindrom iritasi usus besar merupakan gangguan pencernaan yang mempengaruhi usus besar. Ini juga bisa menyebabkan lendir kental pada saluran pencernaan yang akan keluar bersama dengan tinja dan dalam banyak kasus juga bercampur pada urin dengan gejala seperti sembelit, kembung, bergas dan diare.

5. Ulcerative Colitis

Ini merupakan gangguan pencernaan di mana lendir bisa menjadi mekanisme alami tubuh untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi. Selama buang air besar, lendir bisa keluar dari tubuh yang juga bercampur bersama urine.

Sponsors Link

6.  Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan endapan mineral dan garam yang terbentuk di ginjal dan akan tetap berada di ginjal tanpa menimbulkan gejala. Nantinya, batu ginjal akan masuk ke saluran kemih yang kemudian menyebabkan ada lendir di dalam urine dengan fungsi supaya bisa mengeluarkan batu ginjal tersebut dari dalam tubuh.

Selain menyebabkan lendir dalam urine, ciri ciri batu ginjal juga menyebabkan beberapa gejala lain seperti rasa sakit dan tidak nyaman di seluruh perut dan punggung bagian bawah, mual dan muntah, ingin buang air kecil terus menerus dan terdapat darah dalam urin.

Untuk kasus batu ginjal yang lebih besar, maka kemungkinan dokter akan menggunakan lithotripsy gelombang kejut ekstrakorporeal untuk memecah batu. Nantinya, potongan kecil batu akan lebih mudah bergerak melewat laktat dengan lebih mudah. Sedangkan untuk batu yang sangat besar harus diatasi dengan jalan operasi.

Sponsors Link
>
, , , , , ,