Sponsors Link

Laserasi Ginjal Penyebab Urin Bocor

Sponsors Link

Laserasi ginjal merupakan cedera di mana terjadi robekan pada jaringan ginjal yang bisa menyebabkan pendarahan atau kebocoran urin ke dalam rongga perut. Ginjal yang terkelupas juga bisa menyebabkan darah dalam urin. Semua cedera ginjal yang dikenal dengan trauma ginjal merupakan satu sampai lima persen dari semua cedera traumatis yang cukup parah sehingga membutuhkan perawatan di pusat trauma. Laserasi ginjal bisa terjadi karena trauma tumpul ataupun tembus.

ads

Ada dua bagian organ ginjal di dalam tubuh yang bersama sama akan menyaring hampir 400 galon darah setiap hari untuk menyesuaikan komponen darah, keseimbangan cairan dan elektrolit serta membuang limbah lewat urin.

Dalam kondisi darurat, ginjal bisa berfungsi meski hanya satu dengan bentuk seperti kacang merah yang terletak di bagian belakang perut di kedua sisi tubuh tepat di bawah diafragma dan tulang rusuk.

Setiap ginjal dari ruang ruang yang bekerja secara individu untuk mengalirkan urin ke titi pengumpulan sentral. Apabila satu ruang ginjal rusak, maka yang lain masih bisa berfungsi. Ada arteri besar yang memasukkan darah ke ginjal dan pembuluh darah besar mengeluarkan darah. Urin dikeluarkan dari ginjal dan dipindahkan ke kandung kemih melalui ureter.

Gejala Laserasi Ginjal

Laserasi ginjal tidak terjadi begitu saja dan harua ada semacam mekanisme cedera. Selain riawayat trauma, ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari laserasi ginjal, yakni:

  • Nyeri di panggul belakang dan samping perut.
  • Memar di sayap.
  • Sakit ketika disentuh.
  • Pusing.
  • Tekanan darah rendah yakni angka di bawah 90.

Darah dalam urin atau urine berwarna merah menjadi pertanda cedera ginjal, namun mungkin masih ada cedera ginjal jika anda tidak melihat darah dalam urin. Darah mungkin saja mikroskopis atau tidak ada sama sekali.

Penyebab Laserasi Ginjal

Ginjal yang terkoyak bisa terjadi akibat trauma tumpul yakni pada saat tubuh bertabrakan dengan benda yang tidak masuk ke dalam tubuh seperti batu ginjal. Namun, ini juga bisa terjadi dari trauma tembus yakni ketika objek memasuki tubuh sepertu nanah.

Sebagian besar yakni empat dari lima cedera ginjal disebabkan karena trauma tumpul seperti kecelakaan mobil atau jatuh. Beberapa cedera ginjal bisa disebabkan karena trauma tembus seperti menusuk atau menembak.

Diagnosa Laserasi Ginjal

Cedera atau trauma ginjal diklasifikasikan berdasarkan lima kelas. Setiap tingkat mengindikasikan peningkatan keparahan cedera.

1. Hematoma Kecil

Hematoma kecil atau memar pada ginjal di mana dalam tingkat ini tidak emmbutuhkan operasi dan bisa dengan mudah diatasi di rumah sakit. Kabar baiknya adalah jika luka luka tersebut biasanya bisa sembuh tanpa perawatan.

2. Laserasi Dalam Lebih Kecil dari 1 Sentimeter

Laserasi ginjal jenis ini akan berdarah dan berkembang menjadi hematoma kecil di bagian luar ginjal.  Laserasi ini tidak cukup dalam untuk mempengaruhi bilik ginjal tempat urin dikumpulkan sehingga sangat tidak mungkin ada darah dalam urin.

3. Laserasi Lebih dari 1 Sentimeter

Laserasi sedalam lebih dari 1 sentimeter namun tidak cukup dalam untuk mempengaruhi pengumpulan urin sama seperti pada laserasi ginjal grade 2. Ini sangat tidak mungkin menyebabkan darah dalam urin atau penyebab kencing berdarah.

4. Laserasi Cukup Dalam

Laserasi ginjal cukup dalam untuk mempengaruhi pengumpulan urin atau pembuluh ginjal seperti ureter yakni laserasi ginjal grade 4 bisa smebuh dengan sendirinya. Ini berarti akan mencapai titik di mana hematoma di sekitar ginjal akan berhenti tumbuh dalam ukuran. Urin bisa keluar dari ginjal dan masuk ke jaringan di sekitarnya akibat cedera ginjal grade 4.

5. Ginjal Hancur

Pada cedera grade 5, pecahnya jaringan atau pembuluh ginjal yang besar menyebabkan pendarahan masif di sekitar dan di dalam ginjal. Luka ginjal grade 5 ini hampir selalu memerlukan pembedahan dan seringkali membutuhkan pengangkatan ginjal yang terluka.

Sponsors Link

Untuk mendiagnosis cedera ginjal, dokter di gawat darurat mungkin akan melakukan tes laboratorium dan CT scan.

Pemeriksaan klinis merupakan alat terbaik untuk mengumpulkan riwayat yang baik dari peristiwa menjelang kunjungan yakni apakah trauma atau tidak serta untuk menentukan apakah ada darah dalam urin atau tidak.

Jika darah tidak terlihat di dalam urin, maka dokter mungkin akan menyarankan urinalisis untuk mencari darah mikroskopis.

Sponsors Link
>
, , , ,