Sponsors Link

Benarkah Kopi Bisa Memperpanjang Usia Pasien Ginjal Kronis?

Sponsors Link

Rutinitas minum kopi baik itu di rumah, kantor atau cafe memang sudah menjadi bagian hidup dari banyak orang seluruh dunia. Kopi tidak hanya bisa mengusir rasa kantuk, namun dalam penelitian yang baru baru ini dilakukan dibuktikan jika kopi ternyata juga memiliki manfaat untuk orang dengan tanda tanda ginjal rusak. Akan tetapi, apakah memang benar demikian kebenarannya?. Agar lebih jelas, berikut akan kami berikan ulasan tentang kopi bisa memperpanjang usia pasien ginjal kronis.

Potensi Kafein Kopi untuk Sakit Ginjal Kronis

Dari sebuah studi Nephrology Dialysis Transplantation yang dilakukan sebagai bagian Survei Pemeriksaan Kesehatan Gizi Nasional memperlihatkan jika mengkonsumsi lebih banyak kafein bisa menurunkan risiko kematian untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis dan ini sejalan dengan anggapan jika kopi bisa memperpanjang usia pasien ginjal kronis.

Bahkan, hasil tersebut diperoleh sesudah mempertimbangkan beberapa faktor lainnya seperti berat badan, usia, ras, jenis kelamin, kebiasaan merokok, tekanan darah dan juga penyakit lainnya. Para periset dari penelitian itu memeriksa data kesehatan dari sekitar 4 ribu warga Amerika Serikat dengan ciri ciri ginjal rusak atau gangguan ginjal kronis di tahun 1999 sampai 2010 dan semua pasien tersebut dibagi menjadi 4 kelompok:

  • Kelompok pertama: Sudah terbiasa minum 1 cangkir teh per hari dengan kandungan kafein kurang dari 29.5 mg.
  • Kelompok kedua: Sudah terbiasa minum 1 cangkir kopi per hari dengan kandungan kafein antara 30.5 sampai 101 mg.
  • Kelompok ketiga: Sudah terbiasa minum 1 sampai 2 cangkir kopi per hari dengan kandungan kafein antara 101.5 hingga 206 mg.
  • Kelompok keempat: Sudah terbiasa minum lebih dari 2 cangkir kopi per hari dengan kandungan kafein sekitar 206.5 sampai 1.378 mg.

Hasilnya memperlihatkan jika peningkatan kualitas hidup pada kelompok kedua meningkat sebesar 12%, kelompok ketiga sebesar 22% dan kelompok keempat sebesar 24% serta kelompok pertama yang memiliki persentase lebih rendah jika dibandingkan dengan yang lain.

Lalu, kenapa kopi bisa memperpanjang usia pasien dengan sakit ginjal kronis?. Para periset sepakat jika kafein yang terkandung dalam kopi bisa memberikan efek yang positif di pembuluh darah yakni meningkatkan fungsi pembuluh darah menjadi lebih baik.

Mengarahkan pasien dengan gangguan pada bagian organ ginjal untuk meningkatkan asupan kafein mereka mungkin memang bisa menurunkan risiko kematian menurut salah satu periset dari Nephrology Dualysis Transplantation tersebut.

Panduan Minum Kopi Penderita Ginjal

Seorang ahli gizi untuk pasien dengan macam macam penyakit ginjal memberi penjelasan jika kopi memang bisa dikonsumsi oleh pasien dengan penyakit ginjal. Akan tetapi jika terlalu banyak, maka bisa menyebabkan beberapa masalah lainnya seperti peningkatan tekanan darah mendadak yang tentu tidak bagus untuk pasien dengan penyakit ginjal bahkan untuk orang sehat sekalipun.

Hal lainnya yang harus diingat adalah seseorang dengan ciri ciri ginjal kronis memang diwajibkan untuk membatasi asupan cairan. Untuk itu, mereka juga harus menyesuaikan banyaknya kopi dengan kebutuhan cairan yang dianjurkan oleh dokter. Selain cairan, mineral untuk pasien dengan penyakit ginjal juga harus dibatasi seperti salah satunya adalah kalium.

Kalium sangat berpengaruh pada kerja ginjal dan seseorang dengan ginjal yang tidak berfungsi atau mengalami gangguan ginjal tidak bisa memproses kalium dengan baik. Ini akan menyebabkan kalium menumpuk dalam aliran darah dan akhirnya bisa mengganggu ritme jantung.

Dalam 1 cangkir kopi mengandung 116 mg kalium dan asupan kalium per hari untuk seseorang dengan gangguan ginjal tidak boleh lebih dari 2 ribu mg. Inilah sebabnya meski kopi memang bisa memberikan manfaat untuk orang dengan tanda masalah ginjal seperti penyakit ginjal kronis, namun asupannya tetap harus dibatasi. Seorang ahli kesehatan memberi rekomendasi jika pasien ginjal sebaiknya tidak minum lebih dari 3 cangkir kopi per hari.

Selain kalium, dalam secangkir kopi juga seringkali ditambahkan dengan krimer atau susu. Tambahan zat ini mengandung mineral yang mudah diserap tubuh sehingga bisa berpengaruh pada kadar mineral yang seharusnya dibatasi penderita penyakit ginjal seperti penyakit infeksi ginjal. Namun untungnya, jenis kopi hitam lebih rendah kandungan fosfor, natrium, protein dan juga kalori sehingga akan jauh lebih aman dikonsumsi oleh pasien dengan penyakit ginjal.

Sponsors Link
>
, , , ,