Sponsors Link

Komplikasi Gangguan Ginjal Pada Otak dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Untuk anda yang memiliki riwayat gangguan ginjal, maka sebaiknya anda harus lebih menjaga kesehatan sekaligus menyesuaikan gaya hidup anda agar fungsi ginjal anda bisa tetap bekerja dengan baik. Hal ini penting untuk dilakukan karena ginjal adalah organ vital manusia dimana jika kerusakan ginjal terjadi, maka banyak komplikasi berbahaya yang juga bisa terjadi seperti salah satunya ensefalopati uremikum atau komplikasi gangguan ginjal pada otak. Bagaimana gejalanya dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini bisa anda lihat informasinya dalam artikel singkat dari kami sebagai berikut.

ads

Apakah Ensefalopati Uremikum

Ensefalopati uremikum merupakan salah satu komplikasi gangguan ginjal pada otak yang umumnya terjadi pada penderita gangguan ginjal akut atau kronis khususnya terjadi saat kemampuan ginjal dalam menyaring racun tubuh mengalami penurunan dan laju filtrasi glomerulus menurun sampai dibawah 15 mL/menit.

Gejala Ensefalopati Uremikum

Tanda dan juga gejala dari ensefalopati uremikum ini sangat bervariasi dari mulai gejala ringan seperti lemas dan kelelahan sampai gejala berat seperti kejang dan juga koma. Ringan atau beratnya gejala yang ditimbulkan tergantung dari seberapa cepat penurunan ciri ciri ginjal sehat yang terjadi sehingga biasanya gejala berat akan terjadi pada penderita gagal ginjal akut. Beberapa gejala ringan yang biasa terjadi diantaranya adalah:

  • Lemas dan mudah mengantuk
  • Penurunan nafsu makan
  • Terasa mual dan ingin muntah
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Fungsi kognitif yang semakin menurun seperti kesulitan bicara, berpikir dan juga ketika ingin mengambil keputusan.

Selain tanda dan gejala ringan, masalah ginjal ini juga bisa menimbulkan gejala berat dan kronis seperti:

  • Disorientasi atau linglung
  • Mengalami kejang
  • Penurunan kesadaran.

Akibat Penurunan Fungsi Ginjal

Setiap harinya, tubuh akan menghasilkan zat bernama urea yakni sisa metabolisme protein yang akan dibuang lewat ginjal bersama dengan air kencing atau urine. Urea dalam batasan normal biasanya tidak menyebabkan gangguan. Akan tetapi jika terdapat gangguan ginjal, maka kadar urea bisa meningkat yang akhirnya menimbulkan masalah.

Saat gagal ginjal kronis atau akut terjadi, maka peningkatan kadar urea terjadi sangat tinggi akibat dari fungsi ginjal untuk membuang urea yang mengalami penurunan dan akhirnya urea akan menumpuk di dalam darah. Saat penumpukan urea ini menyebabkan banyak gejala, maka akan disebut dengan penyebab uremia seperti salah satunya gangguan neurotransmitter yakni senyawa kimia alami yang ada dalam otak khususnya penurunan kadar neurotransmitter Gamma Aminobutyric Acid atau GABA. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan gangguan ginjal bisa berdampak buruk bagi tubuh dan bahkan efeknya juga dirasakan di otak meski letaknya berjauhan dengan ginjal. 

Sponsors Link

Pemeriksaan Ensefalopati Uremikum

Agar diagnosis bisa lebih dipastikan, maka umumnya dokter akan menganjurkan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium untuk penderita, seperti:

  • Pemeriksaan fungsi ginjal berupa ureum dan kreatinin darah untuk melihat akibat kreatinin tinggi.
  • Pemeriksaan kadar elektrolit darah untuk melihat ada atau tidaknya gangguan elektrolit sebab bisa memberikan gejala yang serupa dengan ensefalopati uremikum.
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa apakah peningkatan sel darah putih yang menjadi tanda infeksi terjadi dan untuk melihat gejala anemia.

Dari beberapa jenis pemeriksaan ini, nantinya dokter bisa melakukan pemeriksaan lain yang sesuai dengan hasil pemeriksaan dari setiap pasien tersebut. 

Sponsors Link

Pengobatan Ensefalopati Uremikum

Sesudah diagnosis dilakukan, maka untuk mengatasi ensefalopati uremikum tersebut harus dilakukan dengan macam macam cuci darah dan semakin cepat cuci darah dilakukan, maka hasil yang didapat juga akan semakin baik. Memastikan diagnosis uremia secara cepat sebagai penyebab dari ensefalopati sangatlah penting supaya kondisi dari pasien bisa segera dipulihkan dari gejala sesudah cuci darah tersebut dilakukan. Selain cuci darah dan tergantung dari hasil pemeriksaan dokter, pasien juga kemungkinan akan membutuhkan transfusi darah ketika kadar hemoglobin mereka sangat rendah.

Sponsors Link
>
, , ,