Sponsors Link

5 Pengobatan Komplikasi Gagal Ginjal

Sponsors Link

Ginjal tidak hanya berfungsi untuk membuang limbah dan juga cairan ekstra, namun juga bertugas untuk memproduksi hormon sekaligus mengatur keseimbangan bahan kimia pada sistem kekebalan tubuh. Pada saat ginjal tidak bekerja, maka akan terjadi masalah anemia dan juga kondisi yang bisa berpengaruh pada saraf, tulang dan juga kulit. Beberapa masalah umum yang bisa disebabkan karena gagal ginjal kronis atau ekstrem diantaranya adalah masalah sendi, kelelahan, gangguan tulang, gatal gatal dan juga restless leg atau sindrom kaki gelisah yang bisa membuat kaki berkedut dan melonjak ketika tidur. Berikut akan kami berikan beberapa pengobatan komplikasi gagal ginjal yang bisa dilakukan.

ads
  1. Anemia dan Erythropoietin

Anemia merupakan kondisi volume sel darah yang rendah. Sel darah merah sendiri bertugas membawa oksigen ke semua sel dalam tubuh dan tanpa oksigen, sel tidak bisa memakai energi yang berasal dari makanan sehingga penderita anemia bisa lebih mudah merasa lelah dan terlihat lebih pucat sekaligus menjadi salah satu penyebab masalah jantung.

Anemia biasa terjadi pada penderita macam macam penyakit ginjal khususnya gagal ginjal sebab organ tersebut menghasilkan hormon eritropoietin atau EPO yang merangsang sumsum tulang agar bisa memproduksi sel darah merah. Ginjal yang sakit tidak bisa membuat EPO dalam jumlah cukup dan sumsum tulang juga akan memproduksi sel darah merah yang sedikit. Untuk pengobatan komplikasi gagal ginjal ini bisa diatasi dengan EPO yang tersedia secara komersial dan biasanya akan diberikan untuk pasien dialisis.

  1. Osteodistrofi Renal

Renal menjelaskan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ginjal. Sedangkan osteodistrofi ginjal atau penyakit tulang gagal ginjal bisa mempengaruhi 90% pasien dialisis. Ini membuat tulang penderita menjadi tipis dan melemah atau terbentuk tidak benar yang bisa terjadi pada anak atau orang dewasa. Gejala yang ditimbulkan diantaranya bisa terlihat dari pertumbuhan anak penderita masalah ginjal sebelum mulai melakukan dialisis. Sedangkan untuk penderita yang lebih dewasa dan juga wanita yang sudah melewati masa menopause juga mempunyai risiko lebih tinggi masalah ini.

  1. Pruritus atau Gatal Gatal

Banyak orang yang menjalani proses hemodialisis mengeluhkan tentang masalah kulit gatal dan biasanya akan semakin buruk selama atau sesudah pengobatan. Gatal sangat normal terjadi termasuk untuk yang tidak memiliki masalah ginjal. Akan tetapi, gatal bisa memburuk karena limbah dalam aliran darah yakni membran dialyzer yang tidak bisa membersihkannya dari dalam aliran darah.

Masalah ini juga bisa berkaitan dengan tingginya hormon paratiroid atau PTH. Beberapa orang bisa merasa lebih baik ketika kelenjar paratiroid sudah diangkat. Akan tetapi sayangnya, obat gatal yang bisa berfungsi untuk semua orang belum ditemukan. Sementara pengikat fosfat bisa sedikit membantu sebab bertindak seperti spons untuk mengikat atau menyerap fosfor ketika ada di dalam perut. Beberapa orang juga merasa lebih baik sesudah terpapar sinar ultraviolet atau suntikan EPO.

  1. Gangguan Tidur

Pasien ginjal akut yang menjalani dialisis seringkali mengalami insomnia dan beberapa pasien lain mengalami sindrom sleep apnea yang terlihat dari mendengkur. Ketika apnea terjadi, maka proses bernapas juga akan berhenti selama tidur. Seiring berjalannya waktu, maka bisa menyebabkan pembalikan siang malam, sakit kepala, menurunnya kewaspadaan dan juga depresi. 

Sponsors Link

Pengobatan untuk masalah ini tergantung dari apakah memiliki ciri ciri gagal ginjal akut atau tidak termasuk menurunnya berat badan, perubahan posisi tidur dan memakai alat pemompa udara lembut terus menerus pada hidung atau Continuous Positive Airway Pressure.

Olahraga ringan ketika siang hari bisa membantu, akan tetapi jika berolahraga saat beberapa jam sebelum tidur bisa memperburuk kondisi penyakit. Selain itu, pijat dan juga mandi air hangat juga bisa sangat membantu. Seseorang yang memiliki gejala restless leg sindrom juga disarankan untuk mengurangi atau menghindari alkohol, kafein dan juga tembakau.

  1. Amiloidosis

Amiloidosis terkait dialisis biasanya terjadi pada seseorang yang sudah melakukan dialisis lebih dari 5 tahun. DRA tersebut bisa berkembang ketika protein yang ada dalam darah mengendap di sendi serta tendon dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri, kaku dan cairan pada sendi seperti arthritis. Fungsi ginjal bekerja dengan cara menyaring protein tersebut namun filter dialisis tidak bekerja secara efektif.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan