Sponsors Link

Komplikasi Diabetes Nefropati Diabetik yang Berbahaya

Sponsors Link

Nefropati diabetik merupakan jenis penyakit ginjal progresif yang terjadi pada seseorang yang memiliki diabetes. University of Washington memperkirakan ada sekitar 20 sampai 40 persen orang dengan diabetes akan mengalami nefropati diabetik pada beberapa masa dalam hidup mereka. Apabila tidak segera diatasi, kondisi tersebut bisa mengakibatkan ginjal rusak parah dan akhirnya meningkatkan risiko kematian.

ads

Penyebab Nefropati Diabetik

Masing masing ginjal mempunyai sekitar 1 juta nefron. Nefron sendiri merupakan struktur terkecil yang menyaring sisa kotoran dalam darah. Diabetes bisa menyebabkan nefron menebal serta menyebabkan bekas luka. Akibatnya, kemampuan nefron untuk menaring sisa kotoran dan mengeluarkan cairan dari dalam tubuh juga akan ikut menurun.

Hal ini bisa menyebabkan bocornya sejenis protein yang dinamakan albumin dalam urin anda atau albuminuria yang kemudian menjadi penyebab komplikasi diabetes nefropati diabetik. Kenapa ini bisa terjadi pada penderita diabetes masih tidak diketahui dengan pasti. Namun kadar gula yang tidak stabil serta tekanan darah tinggi terbukti bisa memicu nefropati diabetik.

Kadar gula atau tekanan darah yang tinggi secara terus menerus menjadi dua hal yang menyebabkan kerusakan ginjal dan akhirnya fungsi ginjal untuk menyaring kotoran dan membuang air dari tubuh terganggu. Mempunyai riwayat penyakit diabetes tipe 1 sebelum berusia 20 tahun dan juga perokok aktif juga meningkatkan risiko komplikasi diabetes nefropati diabetik yang lebih tinggi.

Gejala Nefropati Diabetik

Tahap awal dari tanda tanda ginjal rusak tidak menimbulkan gejala yang jelas. Anda mungkin juga tidak mengalami gejala apapun hingga penyakit ginjal berkembang hingga ke stadium akhir. Berikut adalah beberapa gejala penyakit ginjal akhir yang mungkin bisa terjadi.

  • Tidak enak badan secara menyeluruh.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kelelahan.
  • Kulit terasa gatal dan kering.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan yang terjadi pada lengan dan kaki.

Diagnosis Nefropati Diabetik

Dokter nantinya mungkin akan melakukan beberapa tes darah dan urin tahunan pada anda untuk memeriksa tanda tanda awal dari kerusakan ginjal. Beberapa tes tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Tes urin Mikroalbuminuria

Tes urine penyakit ginjal berguna untuk memeriksa albumin dalam urin anda. Urin yang normal adalah yang tidak mengandung albumin sehingga hadirnya protein dalam urin menjadi tanda dari kerusakan ginjal.

2. Tes Darah BUN

Tes pemeriksaan darah BUN berguna untuk memeriksa keberadaan nitrogen urea dalam darah anda. Nitrogen urea terbentuk ketika protein dipecah. Tingkat normal nitrogen urea yang tinggi dalam darah anda mungkin menjadi tanda dari gagal ginjal kronis.

3. Tes Darah Serum Kreatinin

Tes darah serum kreatinin berguna untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah anda. Bagian organ ginjal akan menghilangkan kreatinin dari tubuh anda dengan cara mengirimkan kreatinin ke kandung kemih di mana nantinya akan dikeluarkan bersama dengan urin. Jika memang ginjal sudah rusak, maka ginjal tidak akan mengeluarkan kreatinin dengan baik dari aliran darah anda. Kadar kreatinin yang tinggi di dalam darah mungkin menandakan jika ginjal anda tidak lagi berfungsi dengan baik.

Biopsi Ginjal

Apabila dokter anda memang mencurigai anda mempunyai nefropati diabetik namun belum begitu yakin, maka dokter mungkin akan melakukan biopsi ginjal yang merupakan prosedur pembedahan di mana sampel kecil dari salah satu atau bahkan kedua ginjal akan diambil sehingga bisa dilihat di bawah mikroskop.

Sponsors Link

Pengobatan Nefropati Diabetik

Sebenarnya, tidak ada obat untuk mengatasi nefropati diabetik. Namun dengan perawatan yang tepat, maka bisa menunda atau bahkan menghentikan perkembangan penyakit. Cek gula darah dan juga tekanan darah anda secara berkala, memakai dosis insulin yang tepat dan juga memakai obat seperti yang disarankan dokter bisa menjaga kadar gula darah anda dalam batas yang normal.

Dokter mungkin juga akan meresepkan inhibitor ACE, angiotensin receptor blocker [ARB] atau obat untuk tekanan darah lainnya sehingga tingkat tekanan darah anda bisa tetap normal.

Jika memang dibutuhkan, dokter mungkin juga akan merekomendasikan diet khusus yang mudah diproses ginjal. Diet ini bisa berupa diet renah lemak, kalium, natrium, fosfor dan juga cairan.

Sponsors Link
>
, , , ,