Sponsors Link

Kista Ginjal Polikistik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Sponsors Link

Setiap organ tubuh pasti berharga untuk manusia karena masing-masing memiliki fungsi dan peran yang tidak dapat tergantikan satu sama lain. Oleh karena itu menjaga kesehatan organ tubuh sangatlah penting. Namun ketika salah satu dari organ tersebut terserang penyakit, maka tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan.

ads

Organ ginjal pun tidak luput dari serangan penyakit ginjal. Ada banyak jenis penyakit yang bisa menyerang ginjal yaitu radang ginjal, ginjal mengecil, ginjal rusak, penyakit uremia, dan salah satunya adalah kista ginjal polikistik. Penyakit ini mungkin masih awam di telinga masyarakat, tidak seperti penyakit batu ginjal atau gagal ginjal kronis yang kasusnya sudah banyak ditemukan.

Penting bagi kita untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai macam penyakit ginjal agar kita bisa waspada dan senantiasa menjaga kesehatan ginjal kita. Yuk kenali lebih jauh tentang kista ginjal polikistik!

Kista Ginjal Polikistik

Kista ginjal adalah sebuah kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh munculnya kantung yang berbentuk bulat atau oval di dalam rongga ginjal. Kantung tersebut berisi cairan yang bisa semakin bertambah dan beresiko untuk pecah di dalam ginjal. Penyakit ini harus segera ditangani dengan tepat agar tidak menjadi penyebab gagal ginjal.

Sedangkan polikistik berasal dari dua kata yaitu poly dan cysticPoly berarti banyak, sementara cystic berarti penutupan rongga atau kista itu sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kista ginjal polikistik lebih berbahaya dari kista ginjal biasa. Pada penyakit ini kantung kista terbentuk lebih dari satu, bisa menggerombol atau menyebar di seluruh organ ginjal.

Kista ini sebenarnya bukan merupakan sel kanker. Namun bukan berarti Anda bisa mengabaikan penyakit ini begitu saja. Sel non kanker ini akan menjadi penyebab terjadinya kanker ginjal jika tidak segera ditangani. Kista yang semakin membesar akan menghimpit organ ginjal sehingga mau tidak mau menjadi penyebab dari ginjal bengkak. Ukuran ginjal akan terus membesar mengikuti kista yang ada di dalamnya.

Yang lebih parah lagi, kista ginjal polikistik dapat menyebar ke organ-organ tubuh yang lain seperti jantung, liver, dan otak serta menyebabkan komplikasi penyakit di sana.

Gejala Kista Ginjal Polikistik

Kista yang tumbuh di dalam ginjal awalnya berukuran kecil dan tidak terasa. Tubuh juga tidak menunjukkan gejala apapun di awal pertumbuhan kista ginjal ini. Seiring bertambahnya ukuran kista yang semakin membesar, gejala-gejala penyakit ini mulai ditunjukkan oleh tubuh. Berikut adalah gejala kista ginjal polikistik yang wajib Anda ketahui:

  1. Ditemukannya batu ginjal.
  2. Ukuran perut membesar seperti kembung.
  3. Warna kulit menjadi sangat pucat dan tidak sehat.
  4. Mudah lelah, dan merasakan kelelahan yang hebat.
  5. Intensitas buang air kecil meningkat.
  6. Mengalami penyakit gagal ginjal.
  7. Menderita penyakit infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal.
    Sponsors Link

  8. Kulit mudah memar meski tidak terbentur benda keras.
  9. Beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki membengkak.
  10. Ada darah yang keluar bersama dengan urine.
  11. Sering sakit kepala yang tak tertahankan.
  12. Rasa nyeri pada tubuh bagian samping dan bagian belakang.
  13. Sendi-sendi terasa nyeri.
  14. Kuku berwarna tidak normal.
ads

Jenis Penyakit Kista Ginjal Polikistik

Sebelum mengetahui tentang penyebab terjadinya penyakit kista ginjal polikistik, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis-jenis penyakit ini. Penyebab dari penyakit tersebut tergantung pada jenis penyakit yang diderita.

Penyakit kista ginjal polikistik bukanlah penyakit yang bisa diderita sembarang orang. Penyakit ini biasanya adalah kelainan genetik dan dibawa sejak lahir karena kecacatan gen atau mutasi gen yang tidak sempurna. Jenis penyakit kista ginjal polikistik berdasarkan kelainan genetiknya adalah:

  • Autosomal recessive polycystic kidney disease (ARPKD)

Gejala penyakit ini biasanya langsung muncul ketika anak dilahirkan. Orang tua yang menderita ARPKD berpeluang menurunkan penyakit ini kepada anaknya dengan kemungkinan sebesar 25 persen.

  • Autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD)

Penyakit ini biasanya muncul pada seseorang dengan usia 30 hingga 40 tahun. Penyakit genetik ini diwariskan oleh orang tua yang menderita penyakit serupa, dengan peluang sebesar 50 persen. Penyakit ini lebih banyak ditemukan kasusnya.

Cara Mengobati Kista Ginjal

Kista di dalam ginjal jika tidak segera ditangani memang akan semakin membesar dan membahayakan ginjal itu sendiri. Hingga kini cara medis adalah cara yang paling ampuh untuk mengobati penyakit tersebut.

  1. Obat antibiotik – Biasanya diberikan kepada penderita yang masih dalam tahap awal atau ukuran kistanya masih kecil. Obat anti biotik mampu mencegah kista tumbuh semakin membesar.
  2. Operasi pengangkatan kista – Cara ini adalah metode yang paling efektif untuk mengobati kista ginjal. Cara kerjanya adalah dengan mengeringkan cairan yang ada di dalam kista. Kemudian dinding ginjal yang ditumbuhi kista akan dipotong atau dibakar untuk mengangkat kantung kistanya.
  3. Pengeringan kista dan pengisian cairan – Cara lain ini juga efektif untuk mengobati kista ginjal polikisitik. Cara kerjanya adalah dengan menyuntikkan jarum dari luar tubuh hingga menembus organ ginjal dan kista. Cairan kista akan dikeringkan kemudian diisi lagi dengan larutan khusus untuk menggantikannya. Fungsi larutan khusus tersebut adalah mencegah kista membesar.

Itulah penjelasan singkat mengenai kista ginjal polikistik. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda. Jangan lupa untuk menjauhi kebiasaan yang bisa merusak ginjal dan melakukan cara merawat ginjal agar tetap sehat.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :