Sponsors Link

Kista Ginjal pada Janin : Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Ginjal merupakan organ tubuh yang penting untuk dijaga kesehatannya karena ginjal akan bekerja secara normal untuk menyaring darah di tubuh dan membuang limbahnya melalui urine. Namun bisa jadi ginjal terganggu sehingga menyebabkan penderitanya mengalami berbagai gejala. Tidak hanya pada orang dewasa saja, gangguan ginjal bisa juga terjadi pada janin di dalam kandungan. Salah satunya adalah kista ginjal pada janin. Berikut penjelasannya.

ads

Penyebab

Penyebab utama dari keberadaan kista pada ginjal janin adalah penyakit Ginjal Polikistik. Dimana ginjal akan diisi oleh sekelompok kista sehingga menyebabkan ginjal penuh dengan cairan. Penyebab Kelainan Ginjal pada Janin ini adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh kelainan pada gen orang tua. Orang tua yang memiliki kecacatan pada gennya bisa menyebabkan pembentukan kista ginjal saat janin masih dalam kandungan.

Ada dua jenis gangguan kista ginjal yang disebabkan oleh faktor keturunan, antara lain sebagai berikut.

  1. ARPKD atau Autosomal recessive polycystic kidney

Penyakit ini merupakan salah satu kista ginjal pada janin yang bisa menyebabkan kemunculan kista sejak seseorang berada dalam kandungan. Bahkan gejala yang ditimbulkan oleh ARPKD ini bisa muncul sesaat setelah janin dilahirkan ke dunia. Kemungkinan risiko menurunkan ARPKD ke anak adalah sekitar 25% jika kedua orang tuanya memiliki risikonya.

  1. ADPKD atau Autosomal dominant polycystic kidney disease

Berbeda dengan ARPKD, ADPKD ini gejalanya bisa jadi tidak langsung terlihat pada bayi yang baru saja dilahirkan. Namun gejala bisa muncul ketika bayi tersebut sudah berusia dewasa, yaitu sekitar 30 tahun atau 40 tahunan. Gangguan kista ginjal ini muncul jika hanya salah satu orang tua saja yang memiliki risiko menurunkan pada anaknya. Dan risiko yang ada adalah 50%. Dibandingkan dengan ARDPKD, ADPKD lebih sering terjadi.

Pengobatan

Kasus kista ginjal pada janin merupakan Kelainan Ginjal Pada Janin yang langka sehingga pengobatan perlu dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing bayi yang mengalami penyakit ini. Tujuan pengobatan adalah untuk menjaga fungsi gijal dan hati.

Kemungkinan bayi yang memiliki kelainan ini akan tetap bisa tumbuh dan berkembang, walau mungkin akan muncul gejala-gejala tertentu sebagai Penyebab Disfungsi Ginjal. Dan perkembangan disfungsi ginjal bisa bervariasi antara pasien yang satu dengan pasien yang lainnya. Maka pengobatan perlu dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Sponsors Link

  • Jika bayi yang baru lahir mengalami penurunan produksi urine, atau bahkan tidak bisa menghasilkan urine, bayi perlu diterapi dengan dialisis atau cuci darah. Proses ini bisa berlangsung selama beberapa hari setelah dilahirkan.
  • Selain dialisis, terapi lainnya adalah menjaga atau mengendalikan tekanan darah tinggi agar ginjal tidak semakin parah kondisinya. Jika diperlukan, maka antibiotik bisa juga diberikan untuk mengatasi infeksi saluran kemih jika terjadi gejala infeksi saluran kemih.
  • Anak yang menderita gangguan ini juga mungkin akan membutuhkan suplemen gizi tertentu karena kesulitan untuk menyusui atau memberikan susu selama perkembangannya.
  • Jika fungsi ginjal sudah tidak dapat bekerja lagi, kemungkinan anak tersebut juga membutuhkan transplantasi ginjal untuk menggantu fungsi ginjalnya yang sudah rusak.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Kelainan Ginjal kista ginjal pada janin yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , , ,