Sponsors Link

Waspadai Penyebab Kematian Pada Pasien Gagal Ginjal yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit mematikan perlu diwaspadai. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Gejala gagal ginjal yang paling umum ditemui adalah timbulnya rasa sakit tiba-tiba pada punggung bagian samping dan rasa nyeri ketika buang air kecil. Gagal ginjal atau bisa disebut juga ginjal rusak bisa muncul karena berbagai sebab. Penyebab ginjal rusak dapat disebabkan karena faktor pola hidup yang tidak sehat dan dapat juga disebabkan karena aliran darah menuju ginjal yang terganggu. Selain itu, jika seseorang mengidap diabetes kemungkinan orang tersebut terkena gagal ginjal juga semakin besar karena ada hubungan diabetes dengan gagal ginjal kronik.

ads

Ketika seseorang mengalami gagal ginjal, maka otomatis ginjalnya berhenti bekerja dan racun di dalam tubuhnya akan menumpuk. Jika sudah begini, penyakit gagal ginjal hanya dapat ditangani dengan cuci darah dan transplantasi ginjal. Meskipun manfaat cuci darah bagi penderita gagal ginjal sangat banyak, namun tetap saja tidak dapat memberikan kesembuhan secara total. Hanya transplantasi ginjal yang dapat membuat penderita gagal ginjal bisa sehat kembali. Namun menemukan donor yang sesuai bukanlah hal yang mudah. Sehingga penderita penyakit gagal ginjal sering berhadapan dengan kematian pada akhirnya. Apa penyebab kematian pada pasien gagal ginjal? Artikel ini akan membahasnya lebih lanjut.

Penyebab Kematian Pada Pasien Gagal Ginjal

Perlu diketahui bahwa tugas utama ginjal adalah menyaring racun-racun yang ada di darah. Ketika ginjal rusak, maka racun-racun ini tidak dapat disaring dengan baik dan akhirnya akan menyebabkan penumpukkan racun pada tubuh pasien penderita gagal ginjal. Jika dibiarkan terus, pasien akan mengalami kematian. Tanda-tanda yang muncul ketika racun yang ada di dalam tubuh pasien sudah terlalu banyak adalah sebagai berikut:

1. Kelelahan

Kelelahan merupakan gejala yang ditunjukkan pasien ketika racun di dalam tubuhnya sudah terlalu banyak. Gejala ini merupakan gejala yang sering terjadi dan mudah ditemui. Menjelang kematiannya, pasien yang mengalami gagal ginjal kronis akan tidur lebih sering dan sulit untuk bangun.

2. Penumpukkan Cairan

Indikator lain dari gagal ginjal kronis yang berujung pada kematian adalah penumpukkan cairan di dalam tubuh. Hal ini biasanya ditandai dengan pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki dan merambat hingga seluruh kaki. Pembengkakan juga bisa terjadi di dalam tubuh sehingga tidak bisa dilihat dari luar. Cairan bisa menumpuk di paru-paru hingga perut sehingga membuat penderita kesulitan bernafas. Orang yang mengalami penumpukkan cairan akan sulit berjalan, berbaring dan berbicara karena kesulitan bernafas.

3. Rasa Nyeri

Pasien gagal ginjal yang berujung kematian juga sering mengalami nyeri. Namun nyeri ini bukan karena gagal ginjal itu sendiri, melainkan karena penyakit lain yang memicu gagal ginjal. Contoh dari penyebab nyeri ini adalah penyakit tulang yang ada hubungannya dengan gagal ginjal, nyeri saraf akibat diabetes, arteri yang tersumbat karena lemak. Nyeri ini bisa ditangani dengan langkah pengobatan yang tepat. Seringkali rasa nyeri akan terabaikan oleh gejala lainnya.

Sponsors Link

Pencegahan Kematian Pada Pasien Gagal Ginjal

Gejala-gejala yang timbul sebelum pasien mengalami kematian akibat gagal ginjal sebenarnya bisa ditangani dengan langkah pengobatan yang tepat. Misalnya adalah dengan melakukan cuci darah. Cuci darah atau dialisis adalah salah satu metode pengobatan ginjal rusak dengan cara memurnikan darah penderita dengan mesin. Mesin ini dapat membantu menggantikan kerja ginjal, selama ginjal tersebut masih belum bisa berfungsi dengan baik. Cuci darah dapat membantu menjaga keseimbangan kondisi tubuh. Tanpa cuci darah, pasien ginjal rusak akan mengalami penumpukkan racun pada darahnya yang tentunya akan membahayakan. Meskipun sangat membantu, cuci darah bukanlah pengobatan yang bisa menyembuhkan ginjal rusak ataupun penyakit penyebab ginjal tersebut menjadi rusak.

Cuci darah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan hermodialisis dan peritoneal dialisis. Mencuci darah dengan proses hermodialisis berarti menggunakan hermodializer sebagai ginjal buatan yang dapat berperan dalam membuang racun di dalam tubuh. Nantinya darah akan dialirkan ke alat ini agar menjadi berseih. Berbeda dengan hermodialisis, peritoneal dialisis dilakukan dengan operasi. Kateter di masukkan ke dalam perut pasien melalui operasi dan lewat kateter inilah dimasukkan cairan yang akan mengeluarkan racun dalam tubuh bernama dialysate.

Selain cuci darah, upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko kematian pada pasien gagal ginjal adalah dengan melakukan transplantasi ginjal. Transplantasi ginjal merupakan metode pengobatan gagal ginjal kronik berupa pemindahan ginjal yang sehat dari tubuh seseorang kedalam tubuh penderita gagal ginjal. Ginjal baru ditempatkan di bawah abdomen dan dihubungkan dengan kandung kemih serta aliran darah.

Sponsors Link

Penderita gagal ginjal kronik dapat mendapatkan donor ginjal barunya dari keluarga, teman, pasangan atau bahkan orang asing yang memang berniat mendonorkan ginjalnya. Orang meninggal juga dapat menjadi donor ginjal jika memang memiliki kecocokan dengan tubuh si penerima donor.

Itulah penyebab kematian pada pasien gagal ginjal yang perlu diwaspadai. Gagal ginjal merupakan penyakit yang sangat menakutkan karena penderitanya memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami kematian. Namun bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan dengan mulai menjalani pola hidup sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang bisa merusak ginjal.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan