Sponsors Link

Kelainan Ginjal Pada Janin – Penyebab, Diagnosa dan Pengobatan

Sponsors Link

Sebagai salah satu organ vital yang memiliki fungsi untuk menyaring semua racun dalam tubuh. Oleh karena itu hendaknya kita melakukan segala cara merawat ginjal yang bisa dilakukan, terutama cara merawat ginjal agar tetap sehat. Penyakit ginjal ada banyak macam dan jenisnya seperti batu ginjal, infeksi ginjal, radang ginjal, ginjal rusak, ginjal bengkak, ginjal mengecil, gagal ginjal kronis, radang kandung kemih, hidronefrosis dan penyakit uremia.

ads

Kelainan pada ginjal bisa menyerang siapa saja, mulai dari mereka yang masih anak-anak hingga lanjut usia. Tidak hanya sampai di situ, kelainan ginjal pada bayi baru lahir juga banyak ditemukan. Penyebabnya tentu sudah ada sejak bayi di dalam kandungan. Jika bayi yang baru lahir bisa menderita kelainan pada ginjal, maka hal tersebut bisa terdeteksi saat bayi masih berbentuk janin di dalam kandungan.

Penyebab Kelainan Ginjal Pada Janin

Kelainan ginjal yang terjadi pada janin memang sudah bisa terdeteksi melalui USG dan pemeriksaan lain yang dilakukan selama masa kehamilan. Ada kondisi tertentu pada ibu dan janin yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut. Ini dia berbagai penyebab kelainan ginjal pada janin dalam kandungan:

1. Terjadi masalah selama proses pembentukan embrio

Kelainan ginjal yang terjadi pada janin adalah kelainan genetik bawaan sejak pembentukan embrio. Embrio terbentuk pada fase awal kehamilan di tri semester pertama. Pada masa pembentukan embrio ini terjadi masalah yang menyebabkan organ-organ di dalam tubuh embrio tidak bisa terbentuk dengan sempurna. Ketidaksempurnaan ini tidak hanya menyerang ginjal saja, tetapi juga bisa menyerang organ yang lain seperti jantung dan organ penting lainnya.

2. Radiasi pada ibu hamil

Radiasi adalah pancaran cahaya atau gelombang tertentu dari suatu benda ke tubuh manusia. Efek radiasi sangat berbahaya karena mempengaruhi kesehatan seseorang secara langsung. Terlebih lagi pada wanita yang sedang hamil, bahaya radiasi langsung berpengaruh pad kondisi janin.

Radiasi bisa diakibatkan oleh penggunaan gadget yang terlalu lama dan sering atau radiasi akibat dari prosedur medis yang dilakukan seperti kemoterapi. Radiasi menembus kulit, langsung pada janin yang mengakibatkan kelainan ginjal pada janin.

3. Bahan kimia dari kosmetik

Kosmetik dan produk perawatan kulit mengandung bahan kimia yang efeknya tidak baik bagi janin dalam kandungan. Oleh karena itu ibu hamil harus berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari penggunaan kosmetik berbahan kimia yang berlebihan. Meresapnya bahan kimia di dalam kulit dan menembus pembuluh darah akan mengenai janin juga.

Efek samping dari bahan kimia kosmetik ini tentu beragam, salah satunya adalah kelainan ada organ tubuh janin. Bagi ibu hamil yang ingin menggunakan kosmetik atau produk perawatan kulit, perhatikan baik-baik kandungan yang ada di dalamnya, dan konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum menggunakannya.

Sponsors Link

3. Kelainan kromosom

Kromosom adalah komponen yang dibawa oleh sperma ayah dan sel telur ibu saat pembuahan. Kedua benda tersebut memiliki peran yang penting untuk membentuk kromosom janin yang lengkap. Pada proses pembuahan yang tidak sempurna, terjadi kelainan kromosom bawaan ayah atau ibu, seperti terhapusnya sebagian kromosom atau jumlah kromosom yang justru berlipat ganda.

Jika kelainan kromosom sudah parah, maka zigot tidak akan bisa terbentuk. Kelainan kromosom ini menyebabkan janin menderita sindrom tertentu seperti sindrom patau, atau terjadi kelainan fungsi organ di dalam tubuh seperti kelainan fungsi usus, hati, dan ginjal.

ads

4. Faktor genetik

Gen yang dibawa oleh orang tua juga turut mempengaruhi kondisi organ pada janin. Misalnya jika orang tua memiliki riwayat menderita kista ginjal, maka peluang mereka untuk menurunkan penyakit tersebut pada anak adalah sebesar 25 persen.

Diagnosa Kelainan Ginjal Pada Janin

Janin adalah bayi yang belum lahir atau masih berada di dalam kandungan. Oleh sebab itu, satu-satunya cara untuk mendiagnosa kelainan ginjal yang diderita oleh janin adalah melalui USG. Kini teknologi kedokteran sudah canggih sehingga ibu hamil dapat melakukan USG 4 dimensi yang bisa melihat bentuk tubuh janin dengan lebih jelas.

Untuk memastikan kondisi janin baik-baik saja dan semua organnya terbentuk sempurna, lakukan USG secara rutin maksimal 1 bulan sekali. Kelainan pada organ biasanya baru bisa terdeteksi setelah usia kandungan memasuki akhir tri semester kedua.

Cara Mengatasi Kelainan Ginjal Pada Janin

Kelainan ginjal yang terjadi pada janin tentu harus ditangani dengan hati-hati. Karena janin terus tumbuh dan berkembang hingga saatnya dilahirkan, maka kondisi kesehatannya di dalam kandungan harus diperhatikan. Ibu hamil bisa mengonsumsi makanan sehat untuk ginjal dan jantung yang bisa membantu menutrisi pertumbuhan janin.

Lakukan pemeriksaan secara rutin dan rajinlah berkonsultasi dengan dokter agar dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menangani kondisi janin. Sehingga ketika janin lahir nanti, dokter bisa segera mengambil langkah yang tepat untuk memperlambat pertumbuhan penyakit lain pada ginjal.

Itulah penjelasan mengenai kelainan ginjal pada janin. Jelas bahwa penyakit ginjal bisa menyerang seseorang bahkan saat mereka belum dilahirkan. Bagi ibu hamil, menjaga kesehatan tubuh sangatlah penting agar pertumbuhan janin di dalam kandungan tidak terganggu. Berolahraga secara rutin dan makan makanan bergizi adalah cara tepat bagi ibu hamil menjaga kesehatan.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :