Sponsors Link

Analisa Kebutuhan Zat Besi Anak Dengan Penyakit Ginjal

Sponsors Link

Anemia yang terjadi pada anak anak sangat umum terjadi jika gangguan ginjal kronis dialami oleh anak. Anemia bisa terjadi ketika hilangnya sel darah merah sudah terlalu banyak dimana pada penderita penyakit ginjal kronis, organ ginjal tidak akan memproduksi hormon eritropoietin dalam jumlah yang cukup. Pada penyakit ginjal, anemia ini bisa terjadi bahkan ketika gagal ginjal juga belum terjadi yang biasanya dialami oleh pasien yang menjalani dialisis. Untuk mengetahui kebutuhan zat besi anak dengan penyakit ginjal selengkapnya bisa anda temukan dalam ulasan yang akan kami berikan dibawah ini.

ads

Kekurangan Zat Besi Ketika Dialisis

Penderita penyakit ginjal kronis yang menjalani dialisis akan kekurangan zat besi yang disebabkan karena banyak hal.

  1. Kurang Mengkonsumsi Zat Besi Dalam Diet

Penderita dialisis yang mengalami kekurangan zat besi bisa terjadi ketika tidak mengkonsumsi makanan pasien dialisis ginjal yang tinggi akan zat besi seperti daging merah dan kacang kacangan. Nantinya ahli gizi bisa sangat membantu untuk memilih jenis makanan yang tinggi akan zat besi, mineral dan vitamin lain sehingga konsultasikan dengan ahli gizi ketika anda ingin membuat perubahan dalam diet.

  1. Kehilangan Darah Ketika Hemodialisis

Di setiap akhir proses hemodialisis, ada sejumlah kecil darah yang akan tertinggal dalam dialyzer atau ginjal buatan sehingga kekurangan zat besi akan dialami penderita. Saat dialisis dilakukan, kebutuhan zat besi ekstra juga sangat dibutuhkan sebab kemungkinan ada obat anemia lain yang dikonsumsi dan sudah mengambil zat besi dari tubuh.

Evaluasi anemia secara keseluruhan nantinya akan dilakukan supaya rencana perawatan yang tepat bisa dibentuk untuk pasien. Pemeriksaan secara teratur juga sangat dibutuhkan untuk melihat apakah pengobatan anemia sudah berjalan seperti seharusnya. Kadar zat besi ini harus diperiksa sebab zat besi akan membantu tubuh penderita gagal ginjal kronis untuk memproduksi hemoglobin dalam jumlah mencukupi.

Pemeriksaan Tingkat Zat Besi

Untuk analisa kebutuhan zat besi anak dengan ciri ciri penyakit ginjal umumnya akan dilakukan dengan 2 tes darah yakni saturasi transferin atau TSAT dan juga feritin atau bentuk zat besi yang tersimpan dalam jaringan tubuh. Untuk tingkat TSAT anak setidaknya harus berjumlah 20%, sedangkan untuk tingkat ferritin setidaknya harus 100 ng/mL apabila menjalani dialisis peritoneal dan lebih dari 200 ng/dL jika melakukan hemodialisis. Pengujian zat besi ini harus dilakukan setiap bulan hingga target hemoglobin sudah tercapai dan akan dilanjutkan dengan pengujian setiap 3 bulan sekali untuk memeriksa kestabilan hemoglobin. 

Sponsors Link

Pengobatan Anemia Ketika Menjalani Dialisis dan ESA

Untuk anak yang melakukan dialisis atau menggunakan ESA yang mengalami gangguan pada bagian organ ginjal, anemia nantinya bisa diatasi dengan beberapa cara, yakni:

  • Erythropoiesis stimulating agents atau ESA akan menggantikan EPO rendah untuk penderita gagal ginjal sehingga bisa memproduksi sel darah merah.
  • Ekstra zat besi dibutuhkan karena kemungkinan diet tidak cukup untuk menyuplai zat besi yang bahkan ketika sudah menggunakan ESA, maka sel darah merah dan pasokan zat besi masih bisa lebih cepat habis.
  • Ketika menggunakan ESA, maka terapi zat besi ini sangat membantu untuk mencegah kekurangan zat besi, mengurangi jumlah ESA yang diperlukan dan menjaga hemoglobin dalam kisaran 11 hingga 12. 
    Sponsors Link

Penggunaan ESA ini akan membantu untuk mengurangi penumpukan zat besi sehingga tidak akan terjadi kelebihan zat besi dalam tubuh untuk mengatasi penyebab ginjal tidak berfungsi. Pemeriksaan rutin pada status zat besi akan dilakukan untuk memastikan kadar zat besi tepat yang dibutuhkan anak dengan dialisis yang sedang dilakukan. Jumlah zat besi yang dibutuhkan dan cara pemberiannya nantinya akan tergantung dari jenis dialisis yang sedang dilakukan.

Jika jenis dialisis yang dilakukan adalah dialisis peritoneal, maka tambahan zat besi bisa diberikan dengan cara diminum sebagai suplemen, diberikan lewat IV atau infus ke pembuluh darah atau jika melakukan hemodialisis maka zat besi akan diberikan dengan IV mesin dialisis.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup