Sponsors Link

Kapan Cuci Darah Harus Dilakukan ? Ini Penjelasannya

Sponsors Link

Cuci darah berkaitan dengan kondisi ginjal. Ginjal itu sendiri merupakan organ ekskresi yang bertugas untuk memisahkan darah dari zat limbah yang nantinya limbah tersebut akan dibuang melalui urine. Pada orang-orang dengan gangguan atau penyakit ginjal, seringkali prosedur cuci darah dilakukan. Manfaat Cuci Darah adalah untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bekerja dengan baik.

ads

Hal ini penting untuk dilakukan agar tubuh tidak ditumpuki oleh limbah sisa metabolisme yang mana limbah tersebut bisa mengganggu kesehatan seluruh tubuh jika tidak dikeluarkan. Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah kapan cuci darah harus dilakukan?

Kapan Dialisis Diperlukan?

Sebelum menjawab pertanyaan kapan cuci darah harus dilakukan, perlu diketahui bahwa cuci darah itu sendiri bukan merupakan prosedur pengobatan. Cuci darah hanya dilakukan sebagai sebuah terapi yang bertujuan untuk meringankan gejala penyakit ginjal dan meningkatkan kualitas hidup dari para penderita ginjal, baik Gagal Ginjal Akut maupun kronis.

Cuci darah itu sendiri biasanya direkomendasikan untuk pasien yang sudah memasuki stadium akhir gagal ginjal atau Gagal Ginjal Stadium 5. Yaitu ketika kemampuan ginjalnya sudah tinggal 15 hingga 10 persen saja. Atau dengan kata lain, fungsi ginjal sudah rusak 85 sampai 90%. Karena dalam kondisi tersebut ginjal sudah sulit untuk bekerja sebagaimana mestinya dan di kondisi tersebut tubuh sudah dipenuhi limbah dan racun.

Kondisi tersebut membuat pasien perlu untuk mengganti fungsi ginjal dengan sebuah perangkat atau alat. Ada dua metode cuci darah yang bisa dilakukan antara lain Proses Hemodialisis dan dialisis peritoneal. Proses heodialisis memanfaatkan alat dengan mengambil darah dan dihubungkan ke mesin sebelum mengembalikan kembali darah ke tubuh. Sedangkan dialisis peritoneal dilakukan dengan memasukkan larutan khusus ke tubuh.

Walau cuci darah bisa membantu meringankan gejala gagal ginjal dan membantu meningkatkan kualitas hidup, akan tetapi Efektivitas Cuci Darah tidak biaa mampu benar-benar menggantikan organ ginjal. Maka dari itu orang dengan gagal ginjal kronis membutuhkan transplantasi untuk benar-benar mendapat kesembuhan.

Karena gagal ginjal kronis sendiri merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, selama ginjal tidak diganti. Namun prosedur transplantasi ginjal juga sangat mahal dan cukup sulit untuk dilakukan. Selain itu ada beberapa orang yang tidak bisa menjalani transplantasi ginjal karena penyakit tertentu. Sehingga cuci darah harus tetap dilakukan.

Kondisi yang Mengharuskan Dialisis

Ada beberapa acuan mengenai kapan cuci darah harus dilakukan berdasarkan riwayat medis. Berikut beberapa kondisi yang dimaksudkan.

Sponsors Link

  • Jika urine yang keluar kurang dari 200 ml/12 jam atau oliguria
  • Jika anuria atau oliguria ekstrim terjadi, yaitu saat urine yang keluar kurang dari 50 ml/12 jam
  • Jika kadar natrium pada urine lebih dari 160 mEq/L (Dysnatremia parah)
  • Jika kalium lebih dari 6,5 mEq/L atau Hyperkalemia
  • Jika air kencing memiliki pH kurang dari 7,1 (asam)
  • Jika urea lebih besar dari 30 mg/dL
  • Jika edema sudah memasuki organ vital, terutama paru
  • Jika pasien mengalami Uremic encephalopathy, Uremic pericarditis, Uremic neuropathy/myopathy, dan Hyperthermia
  • Jika pasien mengalami overdosis obat dengan racun yang dialyzable

Itulah beberapa penjelasan mengenai kapan cuci darah harus dilakukan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan