Sponsors Link

Penyebab dan Gejala Kandung Kemih yang Membesar

Sponsors Link

Kandung kemih merupakan kantong yang ada di dalam tubuh dengan fungsi untuk menahan urin sebelum nantinya akan dikeluarkan. Kandung kemih yang membesar menjadi pertanda dari sebuah masalah yang terjadi di dalam tubuh anda. Umumnya, dinding kandung kemih bisa lebih tebal dan kemudian tumbuh karena terlalu meregang. Kondisi tersebut terkadang disebut oleh profesional medis sebagai hipertrofi kandung kemih.

ads

Kandung kemih yang membesar bisa terjadi sejak lahir atau bisa terjadi akibat obstruksi outlet kandung kemih, ginjal atau ureter penghubung.

Gejala Kandung Kemih Membesar

Kandung kemih yang membesar memiliki gejala yang hampir serupa dengan kondisi lainnya. Jika anda memiliki salah satu dari gejala berikut, maka dokter mungkin akan melakukan USG untuk menentukan peneybab dari gejala yang anda alami.

Selain itu, beberapa gejala lain juga bisa terjadi tergantung dari penyebab kandung kemih yang membesar se[erti darah dalam urin atau nyeri panggul.

Penyebab Kandung Kemih Membesar

Kandung kemih yang membesar sebenarnya merupakan kondisi yang masih bisa dikatakan umum terjadi dan ada banyak hal yang bisa menyebabkan masalah ini.

Salah satu penyebab yang paling umum adalah penyumbatan kandung kemih yang bisa terjadi pada ureter penghubung bagian organ ginjal dengan kandung kemih atau uretra yang mengeluarkan urin dari kandung kemih supaya bisa dibuang dari tubuh.

Saat terjadi sumbatan, maka kandung kemih harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan urine melewati rintangan tersebut dan akhirnya menyebabkan hilangnya elastisitas pada dinding kandung kemih. Sedangkan bentuk obstruksi yang biasa terjadi adalah tumor dan batu ginjal.

Mengetahui kondisi ini lebih cepat nantinya bisa mencegaj pembesaran kandung kemih. Beberapa orang akan mengalami kesulitan buang air kecil dan mereka akan menghasilkan urin lebih banyak urin namun tidak bisa sepenuhnya dikosongkan dari kandung kemih. Hal tersebut akan mencegah kandung kemih kembali ke ukuran normal dan membiarkannya tetap melebar.

Beberapa bayi juga dilahirkan dengan kandung kemih yang membesar meski mungkin tidak menunjukkan gejala hingga di kemudian hari. Jika kandung kemih membesar terjadi pada anak namun tidak menderita konsekuensi yang negatif, maka tindakan yang tepat dilakukan adalah hanya memantau dengan cermat.

Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes kemungkinan bisa mengembangkan kandung kemih membesar yang lebih tinggi. Selain itu,, beberapa kondisi neurologis seperti multiple sclerosis dan juga paralysis bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih dengan teratur.

Pengobatan Kandung Kemih Membesar

Perawatan kandung kemih yang membesar hanya bertujuan untuk menghilangkan penyebab yang mendasari kandung kemih dan mencegah peregangan kandung kemih lebih lanjut.

1. Diagnosis Dengan Cepat

Diagnosis dalam waktu yang cepat menjadi hal yang penting untuk dilakukan sebab sebenarnya tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki otot otot kandung kemih ketika otot otot tersebut mengalami peregangan terlalu berlebihan. Perawatan penyebabnya nantinya bisa mencegah kerusakan kandung kemih lebih lanjut sehingga gejala yang anda alami bisa tetap dalam kondisi ringan.

Sponsors Link

2. Operasi

Apabila kandung kemih yang membesar terjadi karena obstruksi, maka operasi untuk menghilangkan penyumbatan umumnya dijadikan pilihan terbaik. Jenis penyumbatan serta ukurannya nantinya akan menjadi penentu metode yang akan digunakan oleh digunakan oleh dokter bedah.

Ada beberapa teori dalam profesi medis tentang prosedur bedah yang bisa membantu pembesaran kandung kemih dan beberapa uji klinis juga sudah menunjukkan hasil yang baik namun belum ada konfirmasi pasti tentang perawatan bedah untuk kondisi ini.

Komplikasi Pembesaran Kandung Kemih

Komplikasi paling umum yang terjadi karena kandung kemih membesar adalah kandung kemih yang menahan urin lebih lama dibandingkan seharusnya. Ini bisa menyebabkan urin kembali mengalir kembali ke bagian organ ginjal lewat ureter yang kemudian bisa menyebabkan ginjal rusak.

Sponsors Link
>
, , , ,