Sponsors Link

15 Jenis Obat Yang Dapat Merusak Ginjal yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Obat memang sejatinya diciptakan untuk mengobati penyakit. Tapi tak semua obat sebenarnya baik untuk tubuh. Ginjal misalnya, ada banyak jenis obat yang dapat merusak ginjal. Memang selalu ada efek samping dari segala jenis obat – obatan yang sering kita temui. Obat yang dapat dibeli secara bebas di pasaran maupun obat yang tanpa resep dari dokter umumnya sering dicari. Beberapa penyakit yang ringan atau yang sering diderita seperti, demam, flu bahkan sakit kepala memang tak memberatkan masyarakat untuk menemui dokter. Karena tergolong gejala ringan dan sering dijumpai, hingga konsultasi dengan dokter dianggap tidak perlu. Seringkali seseorang lupa bahwa gejala sepele adalah awal dari sebuah penyakit yang serius.

ads

Ada dua jenis proses dari kinerja obat di dalam tubuh manusia. Farmakodinamik dan farmakokinetik. Farmakodinamik adalah proses dari pengobatan yang akan ditimbulkan oleh obat kepada tubuh sedangkan farmakokinetik adalah cara kerja dari obat yang didasari oleh kandungan zat kimianya. Agar obat dapat diproses dan bekerja dengan maksimal, obat akan di proses melalui berbagai tahapan. Sedangkan zat sisa atau kandungan obat yang tidak terpakai akan dikeluarkan lagi oleh tubuh. Sebagian besar atau secara umum obat – obatan yang dikonsumsi memang akan diproses di dalam hati.

baca juga :

Tapi sebagian obat ada juga yang metabolismenya di organ lain, atau kembinasi antara hati dan yang lain atau bahkan tidak melaui hati. Peranan ginjal sendiri umumnya adalah untuk pengeluaran zat sisa, mengekskresikan obat yang sudah tidak terpakai di dalam tubuh. Karena hampir seluruh obat – obatan yang dikonsumsi akan diekskresikan kembali oleh ginjal, inilah mengapa sebagian dari obat – obatan tersebut dapat merusak ginjal. Walaupun sebagian kecil obat akan langsun dibuang melalui feses. Tapi obat akan tetap melalui mekanisme kompleks yang melibatkan banyak organ tubuh untuk dapat bekerja dan memberikan efek yang diinginkan.

Bila seseorang yang akan mengkonsumsi obat tersebut menderita penyakit kronis seperti penyakit hati, ginjal dan bahkan jantung maka kinerja obat tentunya akan berkurang. Oleh karena itu para pekerja medis, seperti dokter tentunya akan kembali mempertimbangkan pemakaian obat serta dosisnya. Mempertimbangkan mengganti dengan obat lain atau mengurangi dosis adalah tahap mencegah gar efek yang ditimbulkan tidak lebih besar daripada efek penyembuhan yang ditawarkan obat.

Inilah mengapa anda seharusnya tidak selalu dibolehkan mengkonsumsi obat tanpa resep dokter maupun membelinya secara sembarangan di pasaran. Setidaknya pemeriksaan fisik akan menghindari berbagai efek samping yang kemungkinan besar di dapati setelah konsumsi obat – obat tertentu. Walaupun tidak semua obat berdampak buruk untuk kesehatan ginjal, namun pemakaian beberapa jenis obat yang dapat merusak ginjal berikut ini harus tetap dengan anjuran/resep dokter.

Jenis Obat Yang Dapat Merusak Ginjal

1. Aminoglikosid

Obat ini adalah jenis dari antibiotik yang biasanya dipakai untuk mengobati infeksi berat yang penyebabnya adalah jamur dan virus seperti PES, tipus, diare maupun TBC atau  tuberkulosis. Walaupun obat ini sangat ampuh untuk mengobati penyakit serius seperti diatas, namun obat ini memiliki sifat nefrotoksik. Nefrotoksik sendiri adalah istilah medis yang menyatakan sifat zat kimia yang memiliki dampak destruktif atau perusakan terhadap ginjal. Tapi untuk sekarang penggunaan aminoglikosid sudah jarang di temukan. Penggunaanya sekarang digantikan dengan berbagai  jenis antibiotik lain yang lebih ramah dengan ginjal seperti fluorokuinolo, silastattin atau imipenem dan sefalosporin.

baca juga:

2. Analgetik

Siapa sih yang tidak pernah mengkonsumsi penghilang rasa nyeri? Obat Analgetik, penghilang rasa sakit atau pain killer adalah jenis obat yang umum dicari ketika merasakan nyeri. Obat – obatan jenis ini akan berefek langsung ke ginjal. Tentunya akan merusak ginjal jika dikonsumsi secara terus menerus dalam waktu yang lama. Walaupun obat jenis analgetik mampu menghilangkan nyeri, tapi obat ini tidak mengobati penyebab dari nyeri tersebut. Maka cari tahu dulu penyebab nyeri yang anda rasakan sebelum mengkonsumsi Analgetik.

Sponsors Link

3. AINS

Obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang terjadi di tubuh manusia. AINS adalah singkatan dari Anti Inflamasi Non Steroid. Tidak seperti obat yang berjenis kortikosteroid, jenis obat yang tidak ada kandungan dari steroid ini akan lebih disukai para petugas medis maupun para pasien yang jelas mengetahui bahaya dari penggunaan kortikosteroid. Hanya saja obat berjenis AINS ini bukanlah obat yang tanpa efek samping. Dampak paling parah adalah kerusakan ginjal.

4. Obat Hipertensi

Obat – obat seperti penghambat reseptor angiotensin atau ARB dan ACE Inhibitor sering dipakai dalam pengobatan tekanan darah. Obat – obatan ini merupakan obat yang mengatur enzim yang bisa mengubah angiotensin dan dapat merusak ginjal. Hal ini terjadi karena fungsi untuk penyerapan atau penyaringan darah ke ginjal akan terhambat dan juga kan memperlambat fungsi ginjal.

5. Obat Anti Virus

Asiklovir adalah obat antivirus yang rentan menyebabkan kerusakan ginjal. Walaupun obat ini langsung bekerja di DNA polimerase sang virus dan akan menghambat proses sintesis hingga virus tidak akan terbentuk sempurna. Tapi obat ini dapat menggangu fungsi ginjal pada pasien yang mengalami dehidrasi dengan pemberian injeksi dan jika diberikan dalam dosis tinggi.

ads

6. Obat Reumatik

Obat jenis ini biasanya akan dikonsumsi jangka panjang dan bersifat obat keras. Sama seperti halnya obat penghilang rasa sakit / nyeri. Obat jenis ini berefek langsung pada ginjal dan akan merusak jika dikonsumsi secara terus menerus.

7. Lithium

Obat Lithium memang efektif untuk gangguan bipolar, namun pemakaian jangka panjang dapat merusak dan menggangu fungsi ginjal. Karena lithium tidak akan diproses hanya dieksresikan dan langsung disaring oleh ginjal tanpa adanya perubahan kimia pada obat. Hal ini akan merusak ginjal dan juga menggangu fungsi dari tiroid.

8. Celoxocib

Obat ini adalah obat antinyeri paling tinggi dosisnya bahkan diklaim paling ampuh. Namun efek samping dari obat ini sangatlah berbahaya. Karena mekanisme obat anti nyeri tetap langsung berpengaruh dan diekresikan di ginjal.

9. Fenitoin

Obat fenitoin akan bersifat toksik bila penggunaannya disertai dengan beberapa jenis obat lain. Walaupun metabolisme obat fenitoin akan diekresikan didalam kantong empedu, namun tetap terjadi proses biotransformasi dan reabsorpsi kembali oleh ginjal. Tentunya akan sangat berbahaya jika dikonsumsi tidak melalui resep dokter.

10. Klorokuin

Selain menyebabkan kardiotoksik dan kerusakan hati pada pemakaian dosis tinggi, klorokuin akan merusak jaringan ginjal karena obat ini akan di ikat di non diffusible plasma constituen dan menetap di ginjal.

11. Pamidronat

Ini adalah jenis golongan kemoterapi yang berjenis bisfosfonat yang akan menimbulkan efek kerusakan ginjal jika dipakai dalam jangka waktu lama.

12. Ibuprofen

Obat ini akan menurunkan efek dari hidralazin, antihipertensi, beta bloker dan diuretik. Ini akan meruka ginjal karena akan meningkatkan kosentrasi digoksin dan meningkatkan level dari lithium.

baca juga:

13. Naproxen

Ini adalah jenis obat yang sering digunakan untuk anti radang, kekakuan sendi, anti inflamasi dan pereda nyeri. Namun dampak dari jangka panjang dari pemakaian naproxen adalah kerusakan ginjal dan ulcernasi di saluran pencernaan.

Sponsors Link

14. Kina

Walaupun Kina memiliki 2 senyawa alkaloid utama, yaitu kinidine yang bermanfaat untuk mengobati jantung dan kinine untuk pengobatan malaria. Namun Pemakaian obat ini dalam jangka panjang dapat merusak ginjal seperti halnya pamidronat yang akan mengendap di ginjal.

15. Jamu

Walaupun masi banyak yang menggunakan jamu sebagai alternatif pengobatan tradisional. Beberapa jenisnya dapat merusak ginjal. Penyalahgunaan jamu yang sering terjadi adalah pemakaian jamu pelangsing, jamu pegal linu bahkan jamu rematik. Karena sebagian besar bahan dasar jamu sekarang tidak lagi terbuat dari herbal melainkan zat – zat kimia yang sangat berbahaya. Seperti biasa, sebagian besar zat yang telah masuk akan melewati proses penyaringan kembali di ginjal. Dan akan merusak apabila zat – zat tersebut bersifat toksik.

Demikianlah 15 daftar jenis obat yang dapat merusak ginjal. Tidak semua obat dapat merusak ginjal, begitu juga sebaliknya. Lebih waspada dan selektif dalam memilih obat adalah hal yang sangat dianjurkan agar kesehatan ginjal dapat tetap terjaga.

baca juga:

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Obat Obatan