Sponsors Link

Waspada Makan Jengkol Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal

Sponsors Link

Jengkol atau Pithecellobium jeringa merupakan makanan dengan bau khas menyengat yang tetap banyak disukai masyarakat Indonesia meski bau yang ditimbulkan cukup mengganggu. Jengkol memang sudah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia sebab rasa legit dan aroma khas yang dihasilkan dari jengkol tersebut dikatakan bisa menambah nafsu makan seseorang. Sesudah mengkonsumsi jengkol, maka bau mulut hingga bau air kencing seseorang akan tercium menyengat yang cukup sulit untuk dihilangkan. Namun meskipun menjadi salah satu makanan favorit, mengkonsumsi jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal kronis menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para konsumen. Apakah kabar ini terbukti benar dan apa saja sebenarnya manfaat dan nutrisi dari jengkol?, simak ulasan singkat dari kami berikut ini untuk mengetahui jawaban selengkapnya.

ads

Nutrisi Buah Jengkol

Jengkol ternyata bisa dijadikan alternatif makanan rendah karbohidrat dan lemak. Dalam jengkol mentah mengandung karbohidrat sekitar 26% sehingga relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis kacang kacangan seperti kacang merah dan kacang polong yang mengandung karbohidrat sekitar 60 hingga 70%. Selain itu, jengkol juga mengandung 1.8 gram lemak, fosfor, serat pangan, vitamin A, vitamin B, kalium dan juga zat besi.

Jengkol juga bisa dijadikan sumber protein nabati yang baik karena dalam setiap 100 gram jengkol mengandung protein kasar sekitar 23.3 gram yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sereal seperti gandum dengan kandungan protein kasar sebanyak 13.7 gram dan tahu dengan protein kasar 11 gram per 100 gram bahan.

Hubungan Jengkol Dengan Gagal Ginjal

Meski mengandung banyak nilai nutrisi, jengkol juga mengandung senyawa aktif bernama asam jengkolat yang bisa membuat penikmatnya mengalami keracunan dan menyebabkan gangguan ginjal. Asam jengkolat sendiri adalah senyawa asam amino non protein yang mengandung unsur sulfur. Unsur sulfur tersebut yang kemudian menyebabkan bau jengkol bisa tercium tajam dan tidak sedap.

Kandungan asam jengkolat dalam jengkol tergantung dari varietas dan juga umur biji jengkol tersebut. Pada jengkol muda mengandung  asam jengkolat yang lebih sedikit dibandingkan jengkol tua. Dalam jengkol tua mengandung antara 1 hingga 2% asam jengkolat untuk total berat biji. Sementara biji mentah dengan berat 15 gram mengandung 0.15 sampai 0.30 gram asam jengkolat.

Meski keracunan asam jengkolat jarang terjadi, akan tetapi ini merupakan salah satu penyebab dari gagal ginjal akut atau ciri ciri penyakit ginjal lain dengan gejala seperti nyeri kolik di area pinggang kiri, sakit ketika buang air kecil, kencing berdarah atau hematuria, urin sedikit, tidak bisa berkemih  serta urin yang berbau busuk sehari sesudah mengkonsumsi jengkol yang menjadi pertanda gagal ginjal akut anurik.

Gejala Keracunan Jengkol

Sesudah mengkonsumsi jengkol, biasanya akan meninggalkan bau di pernafasan,, mulut dan juga urin. Sementara untuk gejala karena keracunan yang bisa menyebabkan gejala awal penyakit ginjal baru terjadi 5 hingga 12 jam sesudah mengkonsumsi jengkol tersebut. Beberapa gejala yang biasa ditimbulkan ketika mengalami keracunan jengkol diantaranya adalah:

  • Nyeri saat berkemih
  • Disuria yakni gangguan berkemih
  • Muntah
  • Serangan kolik
  • Urin bercampur darah yang disebabkan luka pada lambung, saluran kemih bahkan ginjal tergores karena kristal asam jengkolat yang tajam.

Apabila gejala terus berlanjut, maka keracunan asam jengkolat bisa menyebabkan ciri ciri ginjal bermasalah seperti gagal ginjal akut yang ditandai dengan pengeluaran urin sedikit atau tidak keluar yang dikenal dengan fase oluguri anuria. Ini nantinya juga akan diikuti dengan fase polluria yakni jumlah urin yang sangat banyak pada beberapa periode tertentu. 

Sponsors Link

Tes urine penyakit ginjal yakni tes laboratorium nantinya bisa memperlihatkan wujud molekul asam jengkolat berbentuk jarum runcing yang terkadang juga menggumpal dan membentuk ikatan. Jika dilihat dari reaksi kimia, gagal ginjal akut karena keracunan asam jengkolat bisa disamakan dengan nefropati asam urat akut.

Mengatasi Keracunan Asam Jengkolat

Keracunan asam jengkolat ringan berupa nyeri pinggang dan nyeri kolik perut biasanya bisa diatasi dengan banyak minum air putih dan natrium bikarbonat sebanyak 2 gram, 4 kali sehari secara oral supaya gejala bisa diredakan dan tidak menyebabkan tanda tanda ginjal rusak. Sementara untuk keracunan berat seperti hematuria, anuria, oliguria atau tidak bisa minum, maka penderita harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

Sponsors Link

Pencegahan Keracunan Ginjal karena Jengkol

Untuk anda yang senang mengkonsumsi jengkol, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi jengkol ketika perut masih kosong dan jangan dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman yang bersifat asam agar ciri ciri ginjal rusak tidak terjadi. Hindari juga mengkonsumsi jengkol dalam keadaan mentah dan masak sampai benar benar matang agar kandungan asam jengkolat bisa pecah dan konsentrasinya berkurang. Pencegahan terakhir dan paling penting dilakukan adalah jangan dikonsumsi terlalu berlebihan agar gangguan ginjal bisa dihindari.

Sponsors Link
>
, , , , ,